PALOPO IAINews — Pharmapreneur menginspirasi, Rektor UMB Palopo membuktikan etika profesi apoteker adalah kunci sukses berbisnis dalam gelaran Pesta Wirausaha yang diinisiasi Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Palopo pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan perspektif baru bagi ratusan pengusaha muda dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Founder Kasi Solusi Deryansha, CEO Precession Capital Berhad Malaysia Nasril Nash Idrus, serta para founder dan CEO berbagai brand nasional.
Sosok Prof. Dr. apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes., CIPA., yang dikenal sebagai Rektor Universitas Mega Buana (UMB) Palopo sekaligus seorang apoteker, hadir membagikan resep sukses membangun imperium pendidikan dari nol.
Kehadiran Prof. Nila menjadi bukti nyata bahwa latar belakang profesi kesehatan, khususnya apoteker, memiliki keterkaitan erat dengan dunia entrepreneurship. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa nilai-nilai kefarmasian yang mengedepankan keselamatan dan pengabdian sangat relevan ketika diterapkan dalam dunia bisnis.

Sebagai seorang pharmapreneur sejati, Prof. Nila menekankan filosofi “Poin sebelum Koin”. Ia mengingatkan bahwa dalam bisnis, kebermanfaatan (Poin) harus menjadi fondasi utama sebelum memikirkan keuntungan materi (Koin).
“Seorang Apoteker dididik untuk memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Prinsip itulah yang saya bawa ke dunia wirausaha. Fokuslah pada solusi dan manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain. Jika ‘Poin’ kebermanfaatan kita tinggi, maka ‘Koin’ atau profit akan mengikuti secara alami sebagai berkah dari kepercayaan masyarakat,” tegas Prof. Nila.
Di hadapan para peserta Pesta Wirausaha, Prof. Nila juga membagikan rekam jejak emosionalnya dalam membangun Universitas Mega Buana (UMB) Palopo. Ia menuturkan bahwa institusi besar yang berdiri megah saat ini tidak dibangun dalam semalam, melainkan berawal dari langkah-langkah kecil yang penuh dedikasi.
Kisah perjalanan Prof. Nila dalam membangun UMB Palopo menjadi sorotan utama. Siapa sangka, institusi besar yang kini memiliki jaringan kampus luas dan beragam program studi unggulan ini berawal dari sebuah unit bimbingan belajar (bimbel) sederhana.
“Banyak yang melihat UMB Palopo hari ini dengan berbagai program studi dan fasilitasnya. Namun, sejatinya semua ini bermula dari sebuah bimbingan belajar sederhana,” kenang Prof. Nila.
Perjalanan tersebut menjadi bukti nyata dari filosofi “Poin di atas Koin” yang ia gaungkan. Dengan ketekunan menjaga kualitas layanan pendidikan dan komitmen membantu putra-putri daerah meraih cita-cita, unit usaha kecil tersebut bertransformasi secara organik.
Dengan ketekunan seorang klinisi dan visi seorang pengusaha, beliau berhasil mengonversi tantangan menjadi peluang besar. Transformasi dari bimbel kecil hingga menjadi universitas besar ini menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi para anggota TDA Palopo bahwa skala bisnis yang kecil dapat tumbuh menjadi raksasa jika dikelola dengan integritas profesi yang kuat.
Kisah ini menjadi refleksi mendalam bagi para anggota TDA Palopo. Prof. Nila menekankan bahwa skala bisnis boleh bermula dari apa saja, namun visi besar dan niat tulus untuk memajukan pendidikan merupakan bahan bakar utama yang membuat UMB Palopo terus bertumbuh dan dipercaya masyarakat luas hingga saat ini.
Penyelenggaraan Pesta Wirausaha ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan bukti nyata komitmen komunitas TDA Palopo dalam mendorong akselerasi pengembangan UMKM. Istimewanya, kegiatan tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-17 Universitas Mega Buana (UMB) Palopo yang mempertegas peran institusi pendidikan dalam mendukung ekosistem kewirausahaan daerah.
Melalui kolaborasi strategis ini, diharapkan terjadi transformasi pola pikir (mindset) dan peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha di wilayah Luwu Raya. Dengan bekal motivasi dan strategi yang dibagikan, para wirausahawan muda diharapkan mampu naik kelas, lebih inovatif, serta tangguh menghadapi tantangan pasar global.
Momentum Dies Natalis ke-17 UMB Palopo ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sinergi antara akademisi dan komunitas praktisi seperti TDA merupakan kunci utama dalam mencetak bibit-bibit pengusaha yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam membangun kemajuan ekonomi di tanah Luwu.
Melalui kegiatan ini, TDA Palopo berharap para wirausahawan muda dapat meneladani kegigihan Prof. Nila. Beliau membuktikan bahwa menjadi seorang profesional (Apoteker) dan menjadi pengusaha sukses (Entrepreneur) bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan harmoni yang mampu melahirkan dampak sosial yang masif.
Acara yang berlangsung di tengah antusiasme tinggi ini ditutup dengan harapan agar lahir lebih banyak pengusaha di Palopo yang memiliki mentalitas “melayani” sebagaimana etos kerja tenaga kesehatan guna membangun ekonomi daerah yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.













