JAKARTA, IAINews – Di masa pertumbuhan, seringkali orangtua menghadapi kondisi cedera ringan dan reaksi kulit akibat gigitan serangga, saat anak sedang bereksplorasi, baik di dalam maupun di luar ruangan.
Akibatnya seringkali orang tua membatasi eksplorasi anak, sehingga perkembangan otak dan tumbuh kembang anak tak optimal.
Padahal periode awal kehidupan merupakan masa kritis perkembangan otak anak. Berbagai penelitian menunjukkan stimulasi yang tepat melalui aktifitas bermain, bergerak dan eksplorasi lingkungan berperan penting dalam mendukung perkembangan motorik, kognitif, bahasa dan emosional anak.
‘’konsekuensi alami dari eksplorasi aktif ini adalah cedera ringan seperti lebam akibat benturan dan reaksi kulit akibat gigitan serangga,’’ ungkap apt. Dra Tresnawati, Direktur Operasioanl PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ).
‘’Cedera ringan dan gigitan serangga menjadi bagian tak terhindarkan dari tumbuh kembang anak, terutama di Indonesia yang beriklim tropis dengan paparan serangga sepanjang tahun,’’ tambah apt. Tresnawati.
Namun, seiring meningkatnya kekhawatiran orangtua terhadap risiko cedera, banyak anak yang justru memiliki kesempatan eksplorasi yang lebih terbatas.
Padahal aktivitas fisik sangat dibutuhkan untuk perkembangan anak.
‘’Yang terpenting bukanlah mencegah anak bergerak, melainkan untuk memastikan orangtua dan tenaga kesehatan siap menanganinya dengan tepat. Disinilah peran tenaga kesehatan menjadi sangat strategis,’’ lanjutnya.
Apt. Tresnawati menyampaikan hal itu berkaitan dengan rencana diselenggarakannya webinar ‘ Peran Tenaga Kefarmasian dalam Pertolongan Pertama Cedera Ringan : Mengawal Safe Exploration untuk Oprimalisasi Perkembangan Otak dan Tumbuh Kembang Anak’.
Webinar akan diselenggarakan pada Rabum 26 Agustus 2026 mulai pukul 13.00 – 16.00 WIB daring zia zoom.
Webinar merupakan kerjasama PharmaQ dengan Ikatan Apoteker Indonesia, Badiklat IAI, APL dan EZRx.
Menampilkan dua pembicara Dr. dr. Purboyo Solek, Sp.A., Subsp.Neuro (K), seorang dokter spesialis anak konsultan saraf anak dari Departemen IKA Unpad.
Pembicara kedua adalah apt. Riki Rinjani, S.Farm seorang apoteker yang juga pemilik Apotek Ida Farma, dengan dipandu apt Hamdayani Damanik, S.Farm.
Dikatakan, dalam hal ini apoteker dan tenaga kefarmasian lainnya sebagai bagian dari tenaga kesehatan menjadi titik kontak pertama untuk swamedikasi yang membantu orangtua memilih penanganan yang tepat dan aman untuk kulit sensitif anak.
Diharapkan apoteker dan tenaga kefarmasian lain dapat sekaligus mengenai kapan kondisi anak memerlukan rujukan ke dokter.
‘’Oleh karena itu, webinar dengan tema ‘Peran Tenaga Kefarmasian dalam Pertolongan Pertama Cedera Ringan: Mengawal Safe Exploration untuk Optimalisasi Perkembangan Otak dan Tumbuh Kembang Anak’ ini diselenggarakan sebagai sarana penguatan peran tenaga kefarmasian dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui pemberian edukasi secara efektif kepada orangtua dan rekomendasi yang tepat terkait produk topikal yang aman untuk kulit sensitif anak,’’ papar apt. Tresnawati.
Webinar ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya keseimbangan antara kebebasan eksplorasi anak dan penanganan cedera ringan yang tepat dalam konteks tumbih kembang yang optimal.
Para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi tanda-tanda bahaya (red flags) seperti infeksi sekunder atau lebam patologis pada anak yang memerlukan rujukan segera ke dokter spesialis anak.
Selain itu, peserta diharapkan mampu melakukan skrining awal, memberikan rekomendasi produk topikal yang aman untuk kulit sensitif dan mengedukasi orangtua secara efektif.
Dalam webinar ini Dr. dr. Purboyo akan membawakan materi ‘Peran Eksplorasi dalam Optimalisasi Perkembangan Otak Anak vs Ketakutan Orangtua terhadap Risiko Cedera.
Dalam sesi ini dr. Purboyo akan menyampaikan 4 subtopik yakni golden period perkembangan otak anak, menimbang manfaat eksplorassi dan risiko cedera, biaya tersembunyi dari pembatasan aktivitas dan menuju safe exploration.
Sementara apt, Riki Rinjani akan menyampaikan topik ‘Tepat Pilih, Tepat Pakai : Panduan Apoteker dalam merekomendasikan Terapi Topikal untuk Lembam dan Gigitan Serangga pada Anak’.
Apt. Riki Rinjani akan membahas 3 subtopik yakni mengenali kondisi yang bisa dilayani di apotek, prinsip penanganan non-farmakologis dan kriteria pemilihan produk yang tepat.***













