RIAU, IAINews – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau (STIFAR Riau) melaksanakan Sidang Pengambilan Sumpah Apoteker ke-XIV, pada Selasa, 19 Mei 2026 lalu.
Sebanyak 111 orang apoteker mengikuti prosesi sumpah dengan capaian kelulusan nasional mencapai 100 persen.
Prestasi ini menunjukkan komitmen PSPPA STIFAR Riau dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkualitas di bidang kefarmasian. Hal ini diapresiasi oleh Kepala LLDIKTI XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan, Zulkifli, S.Kep, MH, menyampaikan peran strategis apoteker alumni STIFAR Riau dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Riau.
Sementara itu Ketua VI Pengurus Pusat IAI, apt. Hilwan Y. Teruna, Ph.D., menyampaikan bahwa Apoteker tetap dituntut bekerja secara profesional.
Adanya Peraturan Kepala BPOM, PerBPOM nomor 5 tahun 2026, yang mana salah satu butir yang kritikal adanya peran tenaga pendamping/penunjang kesehatan yang bersertifikat sebagai penanggung-jawab pada “fasilitas lain”, menjadi salah satu isu yang disampaikan.
‘’IAI berharap pendamping/penunjang ini harus dipertegas menjadi tenaga apoteker atau tenaga teknis kefarmasian,’’ tegas apt Hilwan Y. Teruna.
Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Sudjianto, M.Si sebagai Pembina Yayasan Universitas Riau juga turut mengapresiasi capaian ini dan menghimbau selalu bersemangat untuk meningkatkan kompetensi lulusan dan meraih hasil yang lebih baik pada lulusan selanjutnya.
Pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Nasional (UMKOMNAS), peserta didik PSPPA STIFAR Riau juga mencatatkan hasil membanggakan dengan nilai tertinggi Computer Based Test (CBT) nasional sebesar 91,00.
Berdasarkan nilai murni rata-rata nasional dari 88 Institusi Prodi Profesi yang mengikuti ujian nasional PSPPA STIFAR Riau berhasil masuk dalam Cluster 1 dari 4 cluster perguruan tinggi penyelenggara pendidikan profesi apoteker di Indonesia.
Surat Sumpah, Sertifikat Profesi, dan Sertifikat Kompetensi diserahkan masing-masing oleh Dr. apt. Endamora, M.Farm., apt. Nesa Agistia, M.Farm, dan apt. Hilwan Y. Teruna, Ph.D.
Dalam sidang tersebut, sebanyak 11 orang apoteker meraih predikat Summa Cumlaude dengan IPK 4,00 dan 67 orang lainnya memperoleh predikat Cumlaude. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi lulusan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.***













