JAKARTA, IAINews – Sebagai tenaga kesehatan lini pertama yang mudah diakes, apoteker tidak hanya dituntut menyediakan produk kesehatan, tetapi juga diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan intervensi awal yang tepat dan edukatif, terutama dalam kasus-kasus luka ringan yang tidak memerlukan tindakan media lanjutan.
Tuntutan tersebut menjadi salah satu alasan diselenggarakannya webinar ‘Dari Teori ke Praktik : Studi Kasus Aplikasi Penatalaksanaan Luka Akut oleh Apoteker’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia bersama PharmaQ dengan dukungan dari Beiersdorf Indonesia dan Hansaplast.
Menurut apt. Drs Pujianto, MM, Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ), luka akut maupun kronis merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dijumpai di fasilitas pelayanan kefarmasian, khususnya di apotek.
‘’Meski sering dianggap sederhana, luka yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari infeksi hingga keterlambatan penyembuhan,’’ ujar apt Pujianto.
‘’Sayangnya, layanan penanganan luka di apotek seringkali belum menjadi perhatian utama, baik dalam hal edukasi, skrining, maupun pemberian produk yang sesuai,’’ lanjut apt, Pujianto.
Dalam hal ini peran apoteker menjadi sangat vital untuk memberikan edukasi kepada pasien mengenai luka yang dialami.
Karena itu lah perlu sebuah kegiatan ilmiah, yakni webinar dengan topik ‘Panduan Umum Penatalaksanaan Luka : Peran Strategis Apoteker dalam Edukasi, Skrining dan Pemilihan Produk’, lanjut apt. Pujianto.
Webinar digelar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam penatalaksanaan luka ringan, sehingga apoteker dapat memperkuat perannya dalam menjaga keselamatan dan kualitas hidup pasien.
Webinar ini dapat diikuti oleh apoteker, apoteker spesialis, tenaga vokasi farmasi level 5 dan 6, serta tenaga vokasi analis farmasi dan makanan level 5
Melalui webinar ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilannya dalam penatalaksanaan luka di apotek.
Para peserta juga diharapkan akan memahami tatalaksana perawatan luka dan prinsip perawatannya, dan peran penting apoteker dan tenaga kefarmasian lainnya dalam berkomunikasi dan mengedukasi pasien untuk penanganan luka.
Webinar yang diselenggarakan pada Minggu, 7 Juni 2026 mulai pukul 08.30 – 12.00 WIB tersebut akan menghadirkan pembicara Dr. apt. Lusy Noviani, MM, staf pengajar di Universitas Atma Jaya, Jakarta.
Dalam webinar yang dipandu oleh apt. Dwi Arymbhi Sanjaya, S.Farm, M.Farm-Klin ini akan terbagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama Tatalaksana Luka Akut dan sesi kedua Bedah Kasus Luka Akut di Apotek.
Dalam sesi pertama dibahas definisi luka akut, jenis luka apa saja yang masuk kategori akut, skrining luka akut, cara merawat luka dengan benar dan cara edukasi perawatan luka akut.
Di sesi kedua dibahas kasus luka gores karena jatuh, luka bakar derajat 1 dan 2 serta luka sayat ukuran besar.
Tak ketinggalan, apt. Nabila Amkanahaq, S.Farm, M.Sc, medical specialis dari PT Beiersdorf Indonesia akan memberikan product knowledge.
Dimeriahkan dengan game kahoot dan taburan hadiah menarik, webinar ini juga akan memberikan sertifikat kepada para peserta yang telah mengikuti tiga rangkaian webinar yang diselenggarakan.***

















