Banjarbari, IAINews – Kota Banjarbaru yang merupakan ibokota propinsi Kalimantan Selatan banyak menyimpan harta karun kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyajikan filosofi berharga tentang komunikasi dan pelayanan oleh apoteker. Ada dua pilihan tempat yang bisa dikunjungi untuk sarapan, ini bukan sekadar tempat sarapan, melainkan gerbang untuk memahami esensi keramahan dan keahlian konseling yang sesungguhnya.
Kunjungan saya ke Banjarbaru mengajarkan bahwa, seperti halnya Wadai (kue tradisional) Banjar, konseling Apoteker yang baik harus memiliki tekstur yang lembut, rasa yang manis, dan kemampuan untuk mengikat (merekat) hubungan.
Gerbang Rasa: Dua Pilihan Vibe Sarapan Banjarbaru
Pengalaman sarapan khas Banjar yang sempurna bisa didapatkan di Banjarbaru yang menawarkan dua pilihan atmosfer sesuaikan dengan suasana hati Anda:
1. Waroeng Bandjar Loktabat: Modern Vibe di Surga Wadai
Kenyamanan dan estetika modern menjadi roh dari Waroeng Bandjar. Tempat ini menawarkan suasana kafe yang sangat nyaman, bersih, dan instagrammable. Penataan ruang yang apik dan pencahayaan yang pas membuatnya cocok untuk pertemuan santai sambil menikmati kuliner warisan Banjar.
Tempat ini adalah Surga Wadai Khas Banjar karena menyajikan puluhan jenis kue yang tersusun rapi di etalase, menawarkan eksplorasi visual dan rasa. Beberapa wadai yang wajib dicoba adalah:
- Lupis: Kue ketan berbalut kelapa parut, disiram saus gula merah kental. Teksturnya kenyal dan manis, menjadi lambang ikatan yang kuat.
- Ketan Durian: Ketan pulen yang disajikan dengan kuah durian gula merah yang pekat dan legit—rasa eksotis yang memanjakan.
- Amparan Tatak: Kue berlapis yang padat dengan rasa pisang dan santan yang gurih-manis.
- Kue Lam dan Bingka: Kue-kue yang dipanggang dengan tekstur lembut dan creamy, cocok sebagai penutup manis.

Alamat Waroeng Bandjar: Jl. Trikora, Loktabat Utara, Kec. Banjarbaru Utara, Kota Banjar Baru.
2. Warung ISAU: Keintiman Kuliner Tradisional yang Komplet
Atmosfer yang lebih otentik, tradisional, dan padat dengan aroma masakan rumahan bisa didapatkan di Warung ISAU. Tempat ini menawarkan pengalaman sarapan pagi yang sesungguhnya dengan pilihan menu yang sangat lengkap mulai dari makanan berat hingga wadai.
- Makanan berat yang bisa dinikmati di tempat ini antara lain: Nasi Kuning, Soto Banjar (kuah bening berempah), Lontong Sayur, Ketupat Kandangan (berkuah santan kental dengan ikan gabus), Ketupat Batumis, Ketupat Mie, Selada Banjar (hidangan sayur berkuah kacang/mayones khas)
- Makanan ringan yang juga harus dicoba adalah: Kakoleh, Putu Mayang, Lupis, Apam Batil, Serabi, Bubur Gunting, Intalu Karuang (bubur biji salak), Selada Gumbili (salad ubi).

Alamat Warung ISAU: Jl. Pasayangan, Gg. Nusa Indah 5, Kec. Banjarbaru Utara, Kota Banjar Baru (atau cari di Pasayangan yang dikenal sebagai sentra kuliner).
Wadai Banjar: Belajar Meracik Empati Apoteker dari Tekstur Manis
Banyak pilihan wadai yang bisa dicoba, salah duanya saya selalu memesan dua jenis kue Kakoleh dan Putu Mayang. Keduanya bisa merefleksikan karakter apoteker pendamping pasien yang efektif. Kakoleh dan Putu Mayang memiliki ciri khas: Tekstur lembut, kenyal, dan disajikan dengan guyuran kuah gula merah cair yang gurih (dengan santan).

- Kakoleh (Karakoleh): Kue kenyal dari tepung beras, seperti gel, lembut dan mudah lumer. Kue ini menginspirasi tentang kelembutan dan mudah dicerna. Konseling yang dilakukan apoteker hendaknya juga lembut (ramah) dan informasinya mudah dicerna (Bahasa awam nir istilah medis), mampu melumerkan kekhawatiran konsumen
- Putu Mayang: Berasal dari tepung beras, bentuknya seperti benang/mie yang terjalin, disajikan kuah manis. Wadai ini melambangkan karakter merekat dan fleksibel. Bentuknya yang terjalin melambangkan kemampuan merekatkan (memperkuat) hubungan dengan pasien. Tekstur yang fleksibel melambangkan kemampuan Apoteker beradaptasi pada gaya komunikasi pasien.
- Kuah Gula Merah Santan, cair manis dan menyiram keseluruhan kue di atas laksana Kehangatan dan Full Attention. Kuah manis melambangkan Kehangatan dan Empati yang harus menyelimuti seluruh interaksi konseling, membuat pasien merasa dihargai.
Konseling yang Manis dan Melekat
Apoteker pendamping pasien yang sukses adalah mereka yang, seperti Wadai Banjar, mampu menyajikan Kompetensi Klinis (Rasa Asli Kue) dengan Kehangatan dan Empati (Siraman Kuah Manis).

Jika Anda berkunjung ke Banjarbaru, rasakan pengalaman di Waroeng Bandjar atau Warung ISAU. Temukan sendiri bahwa kue tradisional ini mengajarkan: Semakin lembut dan manis penyampaian Anda, semakin kuat dan melekat hubungan Anda dengan pasien.



















