Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Optimalkan Layanan Disfungsi Ereksi, Apoteker Bedah Peran Strategis Tadalafil dalam Praktik Kefarmasian

Penulis: apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,M.Si (Tim Media Nasional IAI/ PD IAI SULSEL).Editor: apt. Busman Nur
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA IAI News — Disfungsi Ereksi kembali menjadi sorotan dalam diskusi ilmiah yang digelar oleh Sejawat Indonesia melalui webinar bertajuk “Optimizing Erectile Dysfunction Management: The Role of Tadalafil in Pharmacy Practice”, yang mengangkat tema optimalisasi layanan serta membedah peran strategis Tadalafil dalam praktik kefarmasian, sehingga para tenaga kesehatan diajak mendalami tata laksana terkini kesehatan reproduksi pria pada Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menghadirkan kolaborasi antara pakar andrologi dan praktisi kefarmasian guna memberikan pemahaman komprehensif bagi tenaga medis, khususnya para apoteker di seluruh Indonesia.

Iklan ×
Diskusi Interaktif oleh Para pemateri yang dipandu oleh moderator dr. Alizha Rochana

Sesi pertama dibuka oleh dr. Androniko, Sp.And, yang memaparkan berbagai tantangan klinis dalam manajemen disfungsi ereksi. Ia menekankan bahwa pemilihan terapi yang tepat, termasuk penggunaan Tadalafil, harus didasarkan pada kondisi spesifik pasien agar hasil terapi optimal dan tetap aman. Tadalafil sebagai salah satu golongan penghambat PDE5 memiliki keunggulan pada durasi kerja yang lebih panjang sehingga memberikan fleksibilitas bagi pasien.

Baca Juga  Aplikasi Pengingat Minum Obat : Teman Setia Pasien di Tahun 2026

Melengkapi perspektif klinis, apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm., M.Si., membawakan materi berjudul “From Prescription to Patient: The Pharmacist’s Role in Optimizing Tadalafil”. Dalam pemaparannya, apt. Yuri menegaskan bahwa tugas apoteker tidak berhenti pada penyerahan obat semata.

“Apoteker memiliki peran krusial dalam memastikan efikasi dan keamanan terapi. Mulai dari edukasi cara penggunaan yang benar, pemantauan interaksi obat, hingga pemberian konseling yang empatik mengingat isu DE seringkali dianggap tabu oleh pasien,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut, apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm., M.Si. membedah secara komprehensif peran krusial apoteker dalam manajemen terapi Tadalafil. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab apoteker dimulai dari ketelitian dalam melakukan verifikasi resep untuk memastikan legalitas serta kesesuaian dosis, baik untuk penggunaan sesuai kebutuhan maupun harian. Lebih dari sekadar menyerahkan obat, apoteker berperan sebagai edukator utama yang menjelaskan cara pakai secara tepat, termasuk pemahaman mengenai onset kerja obat dan pentingnya stimulasi seksual guna memastikan efikasi terapi yang maksimal.

Baca Juga  BBPOM SunMorFe 2025 : Gaungkan Perlawanan Terhadap Resistensi Antimikroba dan Kampanye Buang Sampah Obat dengan Benar di Bandar Lampung

Selanjutnya, apt. Yuri menyoroti pentingnya monitoring interaksi obat dan aspek keamanan di fasilitas pelayanan kesehatan. Apoteker wajib mewaspadai potensi interaksi berbahaya, terutama pada pasien yang juga mengonsumsi obat golongan nitrat atau alpha-blockers, untuk mencegah efek samping sistemik seperti hipotensi berat. Untuk mendukung keberhasilan terapi jangka panjang, ia memaparkan strategi konseling yang mengedepankan pendekatan empatik serta menjaga privasi pasien. Strategi ini dirancang untuk membangun kepercayaan dan membantu pasien mengatasi hambatan psikologis sehingga kepatuhan penggunaan obat tetap terjaga dan keamanan terapi Tadalafil dapat terjamin secara optimal.

Webinar yang dipandu oleh dr. Alizha Rochana sebagai moderator berlangsung dinamis dan interaktif. Peserta aktif menggali aspek praktis pemberian Tadalafil di apotek, termasuk cara menangani kekhawatiran pasien terkait efek samping serta pemilihan dosis yang tepat sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga  Peran Strategis Bahasa Indonesia dalam Penulisan Ilmiah Farmasi: Etika, Profesionalisme, dan Tantangan

Melalui kegiatan ini, Sejawat Indonesia berharap para tenaga kesehatan semakin percaya diri dalam memberikan layanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu mengikis stigma negatif seputar gangguan kesehatan pria dan menggantinya dengan pendekatan medis yang saintifik, rasional, dan terukur.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90