Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Narkoba dan Generasi Muda, Akibatkan 50 Kematian Per Hari di Indonesia

Penulis: apt. Aulia Yahya, S.Farm (Tim Media Nasional IAI/PD IAI Sulawesi Selatan)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

DATA Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat 3,3 juta orang Indonesia usia 15–64 tahun menyalahgunakan narkoba, dengan rata-rata 50 kematian per hari.

Ancaman itu tidak hanya soal hukum, melainkan krisis kesehatan yang menjangkau otak remaja, produktivitas kerja, keamanan warga, hingga ketahanan sosial.

Iklan ×

Pemakaian Zat sintetis seperti Synthetic Cannabinoid sebagaimana yang terungkap pada kandungan liquid vape beberapa waktu terakhir ini, tentu menjadi perhatian sekaligus mengundang keprihatinan.

Bagaimana tidak, zat berbahaya tersebut dapat mengganggu fungsi kognitif, memori, serta memicu psikosis, kecemasan, dan depresi pada remaja yang otaknya masih berkembang.

Efek akut meliputi serangan jantung, stroke, kerusakan ginjal-hati, dan penurunan kesadaran yang meningkatkan risiko cedera saat sakau.

Baca Juga  Jamu Beras Kencur: Obat Alami untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Dampak pada SDM

Akibat penggunaan narkotika ini, pengguna kesulitan belajar dan berkonsentrasi, berpotensi putus sekolah dan kehilangan pekerjaan layak.

BNN memperkirakan nilai transaksi narkoba nasional mencapai Rp524 triliun per tahun, sementara rantai biaya perawatan dan hilangnya produktivitas menggerus keluarga muda miskin lebih dalam.

Disamping mengakibatkan hilangnya produktivitas dan biaya perawatan kesehatan yang sangat mahal, narkoba juga memicu tindak kriminalitas.

Kebutuhan dana untuk kebiasaan berulang mendorong pencurian, perampokan, hingga keterlibatan dalam jaringan edar.

BNN bahkan menemukan, saat ini lingkaran narkoba pun telah bergeser ke media sosial dengan menggunakan kode, simbol, dan akun palsu agar lolos dari pengawasan.

Skala Global dan Lokal

Baca Juga  Apoteker : Tahun Baru Bawa Semangat Baru

PBB mencatat 292 juta orang di dunia kecanduan narkoba, angka tersebut menununjukan kenaikan sebesar 20 persen dalam sepuluh tahun.

Di Indonesia, zat jenis baru disamarkan dalam produk populer seperti liquid vape, menarget pelajar yang penasaran dan terpengaruh teman sebaya.

Ahli kesehatan masyarakat menekankan dilakukannya pencegahan melalui deteksi dini perubahan perilaku, literasi digital agar remaja tak terjebak tawaran daring, dan layanan konseling sekolah.

Penegakan hukum penting, namun tanpa edukasi dan dukungan kesehatan jiwa, generasi muda tetap rentan menjadi beban sosial ketimbang aset bangsa.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90