Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Hadapi Pasien dengan Neuropati Perifer? Begini Edukasi Tepat dengan Strategi terapi Vitamin Neurotropik

Penulis: apt. Dra. Tresnawati (Tim Media Nasional PP IAI)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, IAINews –  Neuropati perifer merupakan masalah kesehatan kronik yang kerap tidak terdiagnosis secara tepat di masyarakat. Apoteker harus memiliki strategi komunikasi efektif, agar dapat mengedukasi pasien menggunakan vitamin neurotropik yang tepat.

‘’Sebagai salah satu fasilitas kesehatan yang pertama kali dijangkau masyarakat, apotek banyak menerima kunjungan pasien yang datang dengan keluhan ringan seperti ‘kaki sering kesemutan’ atau ‘jari terasa baal’,’’ ungkap apt. Drs Pujianto, MM, Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ).

Iklan ×

Apt. Pujianto menyampaikan hal itu sehubungan dengan rencana digelarnya webinar ‘Komunikasi Efektif dalam Manajemen Neuropati Perifer: Strategi Terapi Vitamin Neurotropik’ pada Sabtu, 5 September 2026 mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB daring melalui zoom.

‘’Banyak pasien tidak menyadari bahwa gejala tersebut bisa menjadi tanda awal neuropati perifer,’’ lanjut apt. Pujianto.

Bagi apoteker di layanan primer, miskonsepsi dan underdiagnosis merupakan realitas yang kerap ditemui di meja konseling.

‘’Ketika apoteker mampu mengenali keluhan sejak dini, kesempatan untuk memberikan edukasi, melakukan rujukan dan mencegah progesivitas penyakit menjadi jauh lebih besar,’’ paparnya lebih lanjut.

Baca Juga  Lelah Para Relawan Terkuatkan oleh Senyuman Warga Aceh Tamiang

Hal ini menegaskan bahwa apoteker sebagai tenaga kesehatan lini pertama memiliki potensi besar untuk melakukan skrining dini, edukasi yang tepat, serta membantu mengarahkan pasien pada penatalaksanaan yang sesuai sejak gejala awal muncul.

Seiring berkembangnya praktik kefarmasian yang berorientasi pada pasien, kompetensi komunikasi efektif dan konseling berbasis bukti menjadi aspek penting yang harus dikuasai apoteker.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi tersebut, webinar ‘Komunikasi Efektif dalam Manajemen Neuropati Perifer: strategi Terapi Vitamin Neurotropik’ perlu diselenggarakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari diseminasi peluncuran buku dengan judul yang sama.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam skrining, konseling serta penatalaksanaan neuropati perifer secara menyeluruh.

Dengan mengikuti webinar ini, diharapkan apoteker dapat berperan lebih besar dalam menjaga keselamatan pasien, mengoptimalkan terapi dan mencegah komplikasi jangka panjang.

Webinar akan menghadirkan Dr. apt. Lusy Noviani, M.M, dari Universitas Atma Jaya Jakarta yang juga penulis buku dengan judul yang sama.

Baca Juga  Diaplikasikan Selayaknya Obat, BPOM Cabut Ijin Edar 16 Produk Kosmetik Ini

‘’Selama 2 jam saya akan menyampaikan materi ‘Dari Skrining Dini Hingga Tindakan Tepat Waktu: Penatalaksanaan Neuropati Perifer dalam Praktik Kefarmasian’,’’ ungkap apoteker lulusan Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta ini.

Apt. Lusy Noviani akan membahas berbagai hal mencakup kondisi underdiagnosis & miskonsepsi umum pasien, dampat neuropati perifer terhadap kualitas hidup dan definisi, patofisiologi dan faktor risiko neuropati perifer.

‘’Selain itu saya akan membahas pula peran vitamin B1, B6 dan B12,’’ lanjut apt. Lusy Noviani.

Alur skrining praktis neuropati perifer di apotek juga akan menjadi bahasan penting di webinar ini.

Apt. Lusy Noviani juga akan menekankan pentingnya mengenali red flag dan kriteria rujukan ke dokter.

Bahasan lain adalah checklist konseling komprehensif vitamin neurotropik, contoh kasus komunikasi efektif dalam skrining dan edukasi neuropati periferserta integrasi layanan digital dan kolaborasi interprofesional dalam tatalaksana neuropati perifer.

Dalam webinar yang akan dipandu oleh apt. Dwi Arymbhi Sanjaya S.Farm, M.Farm-Klin ini akan dibahas pula strategi intervensi apoteker untuk neuropati perifer.

Baca Juga  DESA PERTAMA DI INDONESIA YANG JADI PELOPOR PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BIJAK

Webinar yang terbuka untuk 1.000 peserta ini diselenggarakan sebagai hasil kerjasama antara Ikatan Apoteker Indonesia, PharmaQ, Badiklat IAI, Kementerian Kesehatan RI dan P&G Health.

Peserta yang bisa mendaftar dalam webinar kali ini adalah apoteker, apoteker spesialis, tenaga vokasi farmasi baik level 5 dan 6 serta tenaga analis farmasi dan makanan.

Setelah mengikuti webinar kali ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan apoteker dan tenaga kefarmasian lainnya dalam skrining, konseling serta penatalaksanaan neuropati perifer secara menyeluruh.

Dari webinar ini pula peserta diharapkan akan mampu memahami kondisi underdiagnosis dan miskonsepsi umum pasien, juga patofisiologi neuropati perifer dan peran vitamin neurotropik.

‘’Kelas kali ini diharapkan akaan mampu meningkatkan komunikasi efektif dalam skrining dan edukasi neuropati perifer, serta bagaimana tantangan dan peluang terapi neuropati perifer,’’ tambah apt. Pujianto.

Disamping itu juga diharapkan peserta akan memahami tren masa depan dalam tatalaksana neuropati perifer dan strategi intervensi apoteker untuk neuropati perifer.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90