Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Cegah Hipertensi dan Resistensi Antibiotika, Mahasiswa KKN STIKSAM Gelar Penyuluhan dan Demo Pembuatan Jus di Desa Jembayan

Penulis: Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc Tim Media Nasional PP IAI/ PD IAI KaltimEditor: apt. Agus Purnomo, MM
banner 120x600
banner 468x60

Kutai Kartanegara, IAI News. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, dosen Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Abdillah, Aldi, Dwi, Syelda, Sofa, dan Rosalina dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKSAM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Iklan ×

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 tersebut dihadiri sekitar 100 warga dari tujuh RT dan bertempat di Aula Kantor Desa Jembayan. Kegiatan ini difokuskan pada edukasi mengenai penggunaan antibiotika secara rasional serta pemahaman tentang obat antihipertensi yang banyak digunakan masyarakat.

Dalam penyuluhan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya penggunaan antibiotika yang tidak tepat, termasuk penggunaan tanpa indikasi, dosis yang tidak sesuai, maupun tidak mengikuti aturan penggunaan. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antimikroba.

Baca Juga  Inovasi Pijat Bayi Hingga Digitalisasi: Tim Farmasi UNBI Luncurkan Minyak ‘Wangi Usadha’ dan Aplikasi Sipenting untuk Cegah Stunting

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai hipertensi, pentingnya mengontrol tekanan darah, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta mengenali efek samping obat antihipertensi. Para pemateri menekankan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Ketua Kader Posyandu Desa Jembayan, Sri Mariatun, yang didampingi sejumlah kader lainnya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada tim STIKSAM yang telah memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan pelayanan Posyandu rutin yang diikuti oleh ibu hamil, ibu balita, dan para kader Posyandu.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga diisi dengan demonstrasi pembuatan jus berbahan dasar pangan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, seperti mentimun, seledri, dan tomat. Demonstrasi ini bertujuan memperkenalkan pilihan pola konsumsi yang mendukung gaya hidup sehat dalam upaya menjaga tekanan darah.

Baca Juga  Mencetak Agen Perubahan Kesehatan: Bagaimana Kampus Membentuk Apoteker Handal untuk Revolusi Diet DASH!

Penyuluhan disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga peserta antusias mengikuti kegiatan. Sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Warga berkesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan, termasuk mengenai efek samping obat dan pengelolaan hipertensi pada ibu hamil. Pertanyaan tersebut dijawab oleh tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensi dan informasi medis yang tepat.

Melalui kegiatan ini, tim STIKSAM berharap pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional, pencegahan resistensi antibiotika, serta pengelolaan hipertensi dapat semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat.

“Ke depannya, Posyandu berkomitmen untuk terus mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal,” ujar Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90