Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Bangun Sinergi Profesi Kesehatan, FKIK Universitas Jambi Bekali Dosen dengan Pelatihan IPE

Penulis: apt. Yuliawati, M.Farm (Tim Media Nasional IAI/PD IAI Jambi)Editor: apt. Dra Tresnawati
Sambutan Dekan FKIK Universitas Jambi, Dr dr Humaryanto, Sp.OT, M.Kes
banner 120x600
banner 468x60

JAMBI,  IAINews – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antarprofesi kesehatan melalui pendidikan yang kolaboratif dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Sambutan Dekan FKIK Universitas Jambi, Dr dr Humaryanto, Sp.OT, M.Kes

Pada Senin, 28 Juli 2025, FKIK UNJA menyelenggarakan pelatihan bertajuk Interprofessional Education (IPE) for Collaborative Practice in Health Care yang melibatkan dosen pembimbing dari berbagai program studi, mulai dari kedokteran, keperawatan, psikologi, farmasi, hingga kesehatan masyarakat.

Iklan ×

Kegiatan ini juga melibatkan puskesmas dan rumah sakit yang ada di kota Jambi.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan para dosen sebagai fasilitator yang mampu membimbing mahasiswa dalam praktik kolaboratif lintas profesi, khususnya di lingkungan komunitas.

IPE sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang profesi kesehatan untuk belajar bersama, saling memahami peran, serta membentuk keterampilan kolaboratif sejak dini.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (FKIK UNJA), Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kolaborasi dan komunikasi lintas profesi sejak masa pendidikan.

Baca Juga  Rumah Singgah Kanker Kabupaten Bungo: Mimpi Yang Menjadi Nyata, Dari Dukungan Menjadi Cinta

“Dosen pembimbing memiliki peran strategis dalam membentuk budaya kerja tim. Mereka harus mampu menjadi penggerak kolaborasi yang efektif di lapangan. Apalagi, pemateri hari ini sudah sangat sesuai dengan bidang kepakarannya di pendidikan,” ujar Humaryanto.

Hal senada disampaikan oleh ketua panitia kegiatan, Dr. dr. Erny Kusdiyah, M.Kes., yang berharap pelatihan ini dapat memperkuat peran dosen dalam membimbing mahasiswa secara holistik, sekaligus mempererat hubungan antara institusi pendidikan dengan masyarakat.

“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya kompeten secara individu, tetapi juga siap bekerja sama dalam tim interprofesi di lapangan,” ungkap Erny Kusdiyah.

Pemaparan materi oleh Dr Amelia Dwi Fitri, M.Med.Ed

Dalam salah satu sesi utama, Dr. Amelia Dwi Fitri, M.Med.Ed., memaparkan pentingnya peran dosen sebagai fasilitator dalam implementasi IPE.

Ia menekankan bahwa fasilitator bukan sekadar pengajar, melainkan pencipta ruang belajar yang aman, penggerak diskusi kritis, dan teladan profesional yang mampu menumbuhkan semangat kolaborasi.

Baca Juga  Apoteker Muda Jambi Ikuti 7th AYPG Leadership Summit 2025 di Lombok

“Kompetensi fasilitator IPE mencakup kemampuan memahami identitas interprofesional, mengelola dinamika kelompok, memberi umpan balik konstruktif, dan menangani konflik antarprofesi,” jelas Amelia Dwi Fitri.

Amelia Dwi Fitri juga menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas dosen melalui pelatihan berkelanjutan yang didukung penuh oleh institusi, serta integrasi materi IPE dalam kurikulum yang mengacu pada kerangka WHO dan model pelatihan internasional.

Selanjutnya, dr. Nyimas Natasha Ayu Shafira, M.Pd.Ked., menyampaikan sesi terkait metode evaluasi pembelajaran IPE berbasis komunitas.

Menurut Nyimas Natasha, evaluasi formatif dan sumatif, termasuk penilaian dari keluarga binaan dan rekan sejawat, dinilai sebagai instrumen penting dalam menilai keterampilan kolaboratif mahasiswa.

Dari perspektif farmasi, apt. Nurul Kamilah Sadli, S. Farm., M.Farm.Klin., staf pengajar Prodi Farmasi FKIK UNJA, menyampaikan pandangannya.

Apt. Nurul Kamilah menilai pelatihan ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan yang selama ini ada antarprofesi kesehatan.

Baca Juga  Transformasi Profesi Apoteker, Menuju Era Apoteker Spesialis di Indonesia

“Mahasiswa biasanya hanya mendalami aspek klinis dari sudut pandang profesinya masing-masing,’’ urai apt. Nurul Kamilah.

‘’Padahal, di dunia nyata, mereka akan bekerja dalam tim interprofesi. IPE melatih mahasiswa untuk memahami peran masing-masing, membangun komunikasi efektif, serta mendesain intervensi kolaboratif yang lebih berdampak,” ujar apt. Nurul Kamilah lebih lanjut.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan diskusi terbuka yang dipandu oleh dr. Wahyu Indah Dewi Aurora, M.K.M.

Antusiasme para dosen peserta terlihat sangat tinggi. Para dosen yang hadir menyatakan kesiapannya untuk menjadi fasilitator IPE dan mendampingi mahasiswa dalam pembelajaran kolaboratif di lapangan.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, FKIK UNJA semakin menegaskan visinya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang adaptif dan visioner, tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dalam kerja sama lintas profesi demi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90