ACEH IAINews — Relawan Apoteker Tanggap Bencana (ATB) kembali hadir di tengah derita korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Sabtu, 27 Desember 2025, ATB menyalurkan donasi kemanusiaan ke Posko Pengungsian Pesantren Darul Mukhlisin, Desa Menanggini, wilayah yang hingga kini masih minim sentuhan bantuan.
Kegiatan penyerahan donasi ini melibatkan Relawan ATB Sulawesi Selatan, Apt. Nur Jannah Harahap sebagai relawan dari PD IAI Aceh dan PC IAI Aceh Tamiang, serta didampingi Ustaz Khalid, pengurus Pesantren Darul Mukhlisin.
Pesantren tersebut menjadi tempat berlindung bagi warga dari tiga desa dengan total 212 kepala keluarga yang terdampak parah banjir bandang disertai lumpur dan material pepohonan.
Relawan ATB Sulawesi Selatan, Hj. Apt. Hartati menyampaikan bahwa kondisi Desa Menanggini sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga hancur total dan tidak ada harta benda yang tersisa.
“Warga benar-benar kehilangan segalanya. Tidak ada yang bisa mereka selamatkan kecuali pakaian yang melekat di badan. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan dari kita semua,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Kesedihan mendalam juga tergambar dari ungkapan para pengungsi. Meski bersyukur masih diberi keselamatan, rasa duka dan kepasrahan tak dapat mereka sembunyikan.
“Semuanya habis. Rumah, harta, bahkan masa depan anak-anak kami,” ujar salah seorang warga dengan suara bergetar.
Ungkapan ini mencerminkan keputusasaan banyak keluarga yang kini hidup tanpa kepastian. Selain kebutuhan logistik, warga juga mengeluhkan keterbatasan layanan kesehatan. Posko kesehatan hanya berada di satu titik dan tidak bersifat mobile, sementara kondisi pengungsi tidak memungkinkan untuk berjalan jauh.
Yang mirisnya, sebagian warga terpaksa berjalan tanpa alas kaki akibat kehilangan seluruh barang milik mereka saat banjir menerjang untuk mencapai posko kesehatan.

Alasan itulah sehingga ATB memilih melakukan pelayanan dan penyaluran donasi di Pesantren Darul Muchlisin karena mendapat permintaan langsung dari warga setempat.
Menurut warga setempat, Selama ini sebagian besar bantuan terfokus di wilayah luar, sementara kawasan pesantren yang menampung ratusan pengungsi justru luput dari perhatian dan sehingga masih sangat minim donasi yang masuk.

Melalui kegiatan ini, ATB berharap kehadirannya dapat sedikit meringankan beban para pengungsi, sekaligus mengetuk kepedulian berbagai pihak untuk bersama-sama membantu warga Desa Menanggini bangkit dari bencana yang telah merenggut hampir seluruh sendi kehidupan mereka. (TMN)












