MAKASSAR IAINews — Universitas Almarisah Madani (UNIVERAL) kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) berprestasi dan mencatatkan sejarah dalam penguatan kualitas akademik di Kota Makassar. Momentum bersejarah itu tercipta pada Sabtu, 11 April 2026, saat Aula Lantai 4 UNIVERAL menjadi saksi pengukuhan dua putra-putri terbaik bangsa yang resmi menyandang gelar Guru Besar dalam bidang Kimia Medisinal dan Kimia Farmasi Bahan Alam pada Sidang Senat Terbuka.
Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin dan visi besar Yayasan Almarisah Madani. Sebagai institusi yang tumbuh pesat, UNIVERAL memiliki keunikan karena lahir dan dibesarkan oleh tokoh-tokoh yang memiliki dedikasi panjang di dunia kefarmasian. Di bawah kepemimpinan apt. Drs. H. Sahibuddin A. Gani selaku Ketua Yayasan dan apt. Dra. Aisyah Fatmawati, M.Si. sebagai Dewan Pengawas Yayasan, UNIVERAL menjelma menjadi pusat keunggulan akademik dengan “darah” farmasi yang kuat.
Latar belakang pemilik yayasan yang merupakan praktisi sekaligus tokoh apoteker senior menghadirkan sentuhan profesionalisme yang khas. “Sinergi Akademik” dan “Marwah Kefarmasian” menjadi komitmen dalam memajukan pendidikan kesehatan, yang terwujud melalui lahirnya Prof. Dr. Nursamsiar, S.Si., M.Si. (Pakar Kimia Medisinal) dan Prof. Dr. Syamsu Nur, S.Farm., M.Sc. (Pakar Kimia Farmasi Bahan Alam).
“Pengukuhan ini adalah buah dari konsistensi kami dalam menjaga kualitas. Sebagai insan farmasi, kami memahami bahwa riset dan ilmu pengetahuan adalah kunci untuk memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat,” ungkap pihak yayasan dalam suasana penuh syukur.

Gelar Riset: Dari Pengobatan Degeneratif hingga Kosmetik Antiaging
Prosesi pengukuhan dimulai pukul 08.30 WITA, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UNIVERAL, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kedua profesor menyampaikan pidato orasi ilmiah di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan.
Prof. Dr. Nursamsiar, S.Si., M.Si. dalam pidatonya yang berjudul “Eksplorasi Tanaman Lokal Makassar Untuk Pengobatan Penyakit Degeneratif” menyoroti kekayaan hayati Sulawesi Selatan yang memiliki potensi besar dalam dunia medis. Risetnya berfokus pada pemanfaatan senyawa aktif tanaman lokal untuk mengatasi penyakit tidak menular yang kian meningkat di masyarakat.
Prof. Dr. Syamsu Nur, S.Farm., M.Sc. membawakan orasi berjudul “Kimia Farmasi Bahan Alam: Validasi Ilmiah Tanaman Lokal Indonesia Untuk Kosmetik Antiaging”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana sains mampu mengubah persepsi tradisional menjadi produk kecantikan modern yang aman dan teruji secara klinis melalui validasi ilmiah yang ketat.

Apresiasi dari Yayasan dan LLDIKTI
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penerimaan jabatan profesor. Ketua Yayasan Almarisah Madani yang diwakili oleh dr. Ahmad Asy’ Arie menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut dan berharap momentum ini menjadi pemantik semangat riset bagi dosen-dosen muda.
Senada dengan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX SULTANBATARA, Dr. Andi Lukman, M.Si., menekankan bahwa kehadiran dua profesor baru ini menjadi energi segar bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur.
“Pengukuhan ini bukan sekadar gelar akademik, melainkan tanggung jawab besar untuk terus memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan,” ujar perwakilan keluarga dalam suasana haru.
Suasana semakin khidmat saat lagu Bagimu Negeri berkumandang, disusul pembacaan doa sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara. Agenda pengukuhan ditutup secara resmi sebelum dilanjutkan dengan sesi ramah tamah bersama seluruh sivitas akademika dan tamu undangan.
Dengan bertambahnya dua guru besar tersebut, Universitas Almarisah Madani semakin memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan unggul dalam riset berbasis bahan alam dan kimia farmasi di Indonesia.













