Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Sang Apoteker Kembali ke Rektorat: Jejak Inspiratif Prof. Subehan Mengemban Amanah sebagai Wakil Rektor II Unhas

Penulis: apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,M.Si (Tim Media Nasional IAI/ PD IAI SULSEL).
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, IAI News — Seorang apoteker kembali dipercaya mengemban amanah strategis di jajaran pimpinan Universitas Hasanuddin. Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt., resmi dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan (WR II) Universitas Hasanuddin periode 2026–2030 pada Selasa, 7 Juli 2026.

Pelantikan ini bukan sekadar penugasan struktural, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi profesi apoteker. Dari laboratorium tempat meracik ilmu dan inovasi hingga ruang rektorat tempat merumuskan kebijakan strategis, Prof. Subehan membuktikan bahwa kompetensi seorang apoteker mampu memberikan kontribusi nyata dalam memimpin salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Iklan ×

Lahir di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, perjalanan Prof. Subehan merupakan potret ketekunan yang melampaui batas geografis. Saat menempuh pendidikan doktor di Universitas Toyama, Jepang, ia menjalani kehidupan akademik yang penuh disiplin. Hari-harinya diisi dengan aktivitas penelitian di laboratorium, sementara perannya sebagai asisten laboratorium menjadi ruang untuk memperdalam ilmu sekaligus membimbing mahasiswa lain.

Dedikasi yang ditunjukkannya sejak masa studi membuat kompetensinya diakui bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan. Berbagai tawaran menjadi dosen dari sejumlah perguruan tinggi telah datang menghampiri sebelum ia resmi meraih gelar doktor.

Baca Juga  Apakah Apoteker Hanya Bertugas di Apotek?

Kecintaan Prof. Subehan terhadap ilmu kefarmasian tumbuh sejak masa kecil di lingkungan pedesaan yang masih memegang kuat tradisi pengobatan herbal. Pengalaman tersebut menanamkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dan layak dikembangkan sebagai sumber obat masa depan.

Keyakinan itu kemudian menjadi fondasi perjalanan akademiknya. Sejak menjadi mahasiswa, ia menaruh perhatian besar pada penelitian obat tradisional dan tanaman obat Indonesia. Konsistensi dalam bidang tersebut membawanya dikenal di tingkat nasional maupun internasional sebagai peneliti yang aktif memperkenalkan potensi biodiversitas Indonesia melalui berbagai forum ilmiah di berbagai negara.

Sebelum dipercaya menjadi Wakil Rektor II, Prof. Subehan telah menorehkan rekam jejak kepemimpinan yang kuat, mulai dari tingkat jurusan hingga menjabat sebagai Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengemban amanah baru mengelola bidang perencanaan, pengembangan, dan keuangan universitas.

Dalam perannya sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan (WR II) Universitas Hasanuddin, Prof. Subehan membawa visi untuk memperkuat tata kelola Universitas Hasanuddin melalui sistem perencanaan yang lebih terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada masa depan. Ia berkomitmen membangun pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, serta mampu mendukung pengembangan seluruh kawasan kampus Unhas, mulai dari Tamalanrea, Barayya, hingga Gowa.

Baca Juga  Ketika Kurma di Antara Buah Sunnah, Teknologi Pangan, dan Titik Kritis Kehalalan

Di balik berbagai capaian tersebut tersimpan kisah perjuangan yang tidak ringan. Meninggalkan kampung halaman demi mengejar pendidikan merupakan salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya. Namun, prestasi akademik yang telah diraih sejak bangku sekolah, ditambah doa serta dukungan keluarga dan sahabat, menjadi kekuatan yang terus mengiringi setiap langkahnya.

Prinsip hidup yang selalu dipegangnya pun sederhana, namun sarat makna: memanfaatkan setiap peluang dengan sepenuh hati, tidak terjebak dalam kegagalan, dan mencintai setiap pekerjaan yang dijalani. Baginya, ketika seseorang mencintai apa yang dikerjakannya, maka pekerjaan seberat apa pun akan berubah menjadi ladang pengabdian, bukan beban kehidupan.

Pada kesempatan pelantikan tersebut, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), menegaskan bahwa pelantikan para wakil rektor menjadi momentum untuk memperkuat semangat, komitmen, serta dukungan moral dan spiritual dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Baca Juga  Rahasia Kehangatan Apoteker Banjar: Belajar dari Kelembutan Wadai dan Filosofi Kuliner Otentik Banjarbaru

Prof. JJ mengajak seluruh jajaran pimpinan universitas untuk bersama-sama mengawal transformasi Universitas Hasanuddin pada periode kepemimpinan keduanya, sehingga mampu terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi, masyarakat, dan bangsa.

Bagi seorang apoteker, meracik bukan sekadar mencampurkan bahan menjadi obat. Di dalamnya terdapat ketelitian, kehati-hatian, integritas, dan tanggung jawab besar terhadap kehidupan manusia.

Nilai-nilai itulah yang kini dibawa Prof. Subehan ke ruang-ruang kebijakan Universitas Hasanuddin. Jika dahulu ia meracik formula penyembuh di laboratorium, kini ia dipercaya merancang formula pembangunan institusi melalui perencanaan yang matang, pengelolaan keuangan yang transparan, serta kebijakan yang berpihak pada kemajuan akademik.

Selamat mengemban amanah, Prof. Subehan.

Semoga setiap kebijakan yang lahir senantiasa dirancang dengan kebijaksanaan, setiap anggaran dikelola dengan integritas, dan setiap langkah kepemimpinan menjadi ikhtiar menghadirkan Universitas Hasanuddin yang semakin unggul, berdaya saing global, serta memberi manfaat luas bagi Indonesia.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90