NTT, IAI News — Saat Pulau Flores berduka akibat gempa yang terus mengguncang, solidaritas para apoteker dari berbagai penjuru Indonesia ikut menguat. Tim Apoteker Tanggap Bencana (ATB) PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat membantu masyarakat terdampak dengan menyalurkan obat-obatan dan kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah terdampak.
Ketua ATB NTT, Apt. Agung, mengatakan tim mulai bergerak sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026. Koordinasi langsung dilakukan dengan sejawat apoteker dan tenaga kesehatan di berbagai daerah untuk memetakan kebutuhan obat-obatan di puskesmas yang terdampak.
“Mulai tanggal 15 Agustus, saat mulai terjadinya gempa, kami langsung menanyakan kepada TS di masing-masing daerah untuk mengondisikan obat-obatan apa saja yang diperlukan di puskesmas yang terdampak,” ujar Apt. Agung.
Setelah mendapatkan informasi kebutuhan dari lapangan, sejak 16 Agustus 2026 tim ATB mulai menyalurkan obat-obatan yang sangat dibutuhkan oleh puskesmas dan masyarakat terdampak.
“Ketika mendapat informasi, tanggal 16 Agustus sampai hari ini kami mulai langsung menyalurkan obat-obatan yang sangat dibutuhkan di puskesmas terdampak, untuk membantu saudara-saudari kita yang terdampak,” jelasnya.
Seluruh Tim ATB Daerah Bergerak
Gerakan kemanusiaan ini melibatkan tim ATB dan para apoteker dari berbagai wilayah di NTT. Tim ATB Flotim, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai bergerak bersama dengan koordinasi yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Semua apoteker di tiap daerah bergerak. Tim ATB Flotim, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur dan Manggarai, semua menjadi satu dan saling koordinasi,” ungkap Apt. Agung.
Solidaritas tersebut menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, para apoteker tidak hanya hadir sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat.
Bantuan Menjangkau Sejumlah Wilayah
Sejumlah lokasi menjadi sasaran penyaluran bantuan, antara lain Pulau Palue dan Puskesmas Magepanda di Kabupaten Sikka, Aesesa/Mbay di Kabupaten Nagekeo, Puskesmas Maronggela, Puskesmas Riung dan Puskesmas Lengkosambi di Kabupaten Ngada, Puskesmas Reo di Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.
Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan terutama obat-obatan yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.
Warga Masih Bertahan di Tenda Darurat
Di tengah upaya penyaluran bantuan, kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak masih diliputi kekhawatiran. Gempa susulan yang terus terjadi membuat banyak warga memilih untuk tidak tinggal di dalam rumah.
“Masyarakat lebih banyak membuat tenda-tenda darurat di luar rumah karena takut tinggal di dalam rumah, takut roboh karena gempa susulan berlangsung terus-menerus,” kata Apt. Agung.
Warga memilih bertahan di tenda-tenda darurat sebagai langkah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
Hingga saat ini, bantuan ATB telah menjangkau ratusan warga di masing-masing kabupaten yang menjadi wilayah penyaluran.
Terima Kasih untuk Apoteker di Seluruh Indonesia
Di tengah situasi bencana tersebut, Apt. Agung menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh sejawat apoteker di Indonesia yang telah menunjukkan kepedulian dan solidaritas dengan menyalurkan donasi melalui PD IAI NTT.
“Atas nama Tim ATB NTT dan masyarakat yang terdampak, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sejawat apoteker di Indonesia yang telah menyalurkan donasinya melalui PD IAI NTT,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan dan kepercayaan dari para sejawat menjadi kekuatan bagi tim di lapangan untuk terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga setiap bantuan dan donasi yang diberikan menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa. Kami akan berupaya menyalurkan amanah ini sebaik-baiknya kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” tambahnya.
Gerakan ATB PD IAI NTT menjadi wujud nyata solidaritas profesi apoteker dalam menghadapi bencana. Di tengah ketakutan dan ketidakpastian yang dirasakan masyarakat Flores, para apoteker hadir membawa lebih dari sekadar obat dan bantuan.
Mereka membawa kepedulian, harapan, dan pesan bahwa saudara-saudara di Flores tidak sendiri.
Solidaritas yang mengalir dari para apoteker di seluruh Indonesia menjadi kekuatan kemanusiaan yang menyatukan profesi untuk hadir dan membantu mereka yang sedang menghadapi masa sulit.

