Sleman, IAINews – Langkah progresif diambil oleh Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Sleman dalam menjawab tantangan teknologi masa kini. Hingar bingar AI dalam dunia farmasi dibungkus dengan WEBINAR: Smart Pharmacy “Digitalisasi dan Inovasi layanan Kefarmasian di Era 5.0” yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026, PC IAI Sleman sukses membuka cakrawala baru bagi para apoteker Indonesia untuk mulai mengadopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam praktik profesional mereka.
Visi Transformasi dari Ketua PC IAI Sleman
Ketua PC IAI Sleman, apt. Deddy Setyono, M.Farm., memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme luar biasa dari para peserta. Beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi apoteker agar tetap relevan di era transformasi ini. Webinar ini dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan realitas teknologi, guna memastikan layanan kefarmasian yang lebih efisien dan berbasis data.
Sinergi Pakar: Membedah Era Society 5.0
Webinar ini menghadirkan tiga narasumber otoritatif yang mengupas tuntas transformasi digital dari berbagai sudut pandang:

- M. Lutfan Lazuardi, M.Kes., Ph.D.: Memaparkan visi strategis mengenai upaya “Mewujudkan Smart Pharmacy Ecosystem di Era 5.0″, di mana integrasi data menjadi kunci utama pelayanan kesehatan yang terpadu.
- apt. M. Tessa Ghozali, Ph.D.: Menekankan pentingnya “Transformasi Digital dalam Pendidikan & Praktik Kefarmasian Menuju Era Society 5.0”, menggaris bawahi perlunya adaptasi kurikulum yang responsif terhadap teknologi.
- Yulianto, M.P.H.: Mengulas secara mendalam mengenai “Inovasi dan Tantangan Digitalisasi dalam Upaya Optimalisasi Pelayanan Kefarmasian”. Romo Sukir, sapaan akrab beliau, menyoroti bagaimana teknologi digital dapat menjadi solusi sekaligus tantangan dalam menjaga kualitas pelayanan utamanya dalam praktik farmasi klinis di ruang public atau promosi kesehatan.

Strategi “KATA”: Mengubah Gemini Menjadi Asisten Apoteker
Satu poin yang menjadi highlight utama adalah saat Romo Sukir memperkenalkan penggunaan Gemini Google sebagai asisten pribadi cerdas bagi apoteker. Beliau menegaskan bahwa efektivitas AI sangat bergantung pada cara manusia memberikan instruksi atau prompt. Untuk itu, Romo memperkenalkan formula “KATA” sebagai panduan penyusunan perintah yang presisi:
- K (Konteks): Memberikan latar belakang situasi yang jelas kepada AI.
- A (Aksi): Menentukan tugas spesifik yang harus dikerjakan AI.
- T (Tujuan): Menetapkan target atau hasil akhir yang ingin dicapai.
- A (Aturan): Menentukan batasan, gaya bahasa, atau format yang harus dipatuhi.
Seni Bertanya: Membedah Bad Prompt vs Good Prompt
Perbedaan hasil yang diberikan oleh Gemini sangat bergantung pada kualitas instruksi atau prompt yang diberikan oleh pengguna. Bad Prompt biasanya bersifat terlalu singkat, ambigu, dan tanpa arahan, sehingga AI cenderung memberikan jawaban yang generatif namun dangkal. Sebaliknya, Good Prompt yang disusun dengan formula KATA akan menghasilkan jawaban yang spesifik, profesional, dan siap pakai.
Contoh, alih-alih hanya menuliskan “Buat edukasi resistensi antibiotik” (Bad Prompt), seorang apoteker harus menggunakan formula KATA:
- K (Konteks): “Anda adalah seorang Apoteker yang sedang bertugas di apotek komunitas.”
- A (Aksi): “Buatlah pesan edukasi singkat untuk dibagikan di grup WhatsApp pasien.”
- T (Tujuan): “Tujuannya agar pasien paham mengapa mereka tidak boleh membeli antibiotik tanpa resep dan harus menghabiskannya demi mencegah resistensi.”
- A (Aturan): “Gunakan bahasa yang santai namun tegas, hindari istilah medis yang terlalu rumit, dan batasi maksimal 3 paragraf.”
Buktikan sendiri hasil yang akan dimunculkan gemini, sebagai asisten pribadi apoteker
Antusiasme Tinggi dan Diskusi Interaktif

Event ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai penjuru yang menyimak materi dengan seksama sejak awal hingga akhir acara. Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis dan diskusi dinamis yang muncul dalam sesi tanya jawab. Para peserta aktif mengeksplorasi bagaimana implementasi AI dapat membantu pekerjaan administratif hingga edukasi pasien, menandakan kesiapan para apoteker Indonesia untuk bertransformasi.
Apresiasi Atas Inovasi Panitia

Keberhasilan webinar ini tidak lepas dari dedikasi panitia PC IAI Sleman yang visioner dalam menyusun agenda Smart Pharmacy ini. Upaya mereka dalam menyediakan platform diskusi kelas dunia bagi apoteker daerah patut diacungi jempol sebagai komitmen nyata untuk terus berinovasi dan memberikan kemanfaatan di tengah gempuran era Society 5.0.



















