KUTAI TIMUR, IAI News – Pengurus Cabang (PC) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bekerjasama dengan Pengurus Cabang (PC) Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Kutai Timur menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Aula RSUD Kudungga, pada Sabtu, 18 November 2023.
Konfercab tersebut dirangkai dengan talkshow Kefarmasian dengan tema : Farmasis Sebagai Garda Terdepan dalam Meningkatkan Patient Safety” di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur pada Minggu, 19 November 2023.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. H. Bahrani, M.AP dan Ketua PD IAI Kalimantan Timur (Kaltim), Dr. apt. Arsyik Ibrahim, S.Si., M.Si, Sekretaris PD PAFI Kaltim Mahfuz Jaya, A.Md.Farm., SKM, dengan beberapa tamu undangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Kabupaten Kutai Timur.
Ketua PC IAI Kutai Timur apt Hasnawati, S.Si, M.A.P menyampaikan bahwa jumlah peserta yang hadir sekitar 200 orang dengan mendatangkan narasumber apt. Rahmat Hidayat, S.Farm, M.Sc atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Mr. Matt, peraih predikat Putra Farmasi Indonesia pertama di Indonesia pada tahun 2014 dan sekaligus CEO Farma Master Class.
“Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian merupakan tenaga kesehatan yang harus terus belajar meningkatkan ilmu kefarmasiannya, meningkatkan kompetensinya dan juga mengupdate ilmu dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang kuat dan sehat” ujar Hasnawati
Ketua PD IAI Kalimantan Timur Dr. apt. Arsyik Ibrahim, S.Si, M.Si menyampaikan apresiasi pada PC IAI Kutim dan PC PAFI Kutim pada penyelenggaraan kegiatan ini.
Harapannya peserta terus meng-update ilmu sehingga kualitas pelayanan kefarmasian baik Apoteker maupun TTK (tenaga teknis kefarmasian) terus meningkat di masyarakat
“Bahwasanya Apoteker harus terus meningkatkan kualitas pelayanan yang baik ke customer, menyiapkan dan menyediakan obat yang dibutuhkan disertai informasi obat dengan harga yang bersaing yang pasti dengan sendirinya omset kita akan naik juga,” ujar Arsyik Ibrahim.
Talkshow Kefarmasian dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur dr. H Bahrani.
Bahrani menuturkan, Dinkes Kabupaten Kutai Timur mendukung kegiatan talkshow kefarmasian ini.
Peran apoteker dan tenaga teknis kefarmasian sangat penting dalam proses pengobatan penyakit.
Selain menyiapkan obat pasien dengan dosis yang tepat, apoteker juga harus bisa menyampaikan informasi terkait obat yang akan dikonsumsi oleh pasien.
Dengan kata lain apoteker yang dibantu dengan TTK menjadi rujukan utama masyarakat soal obat-obatan, termasuk juga melakukan swamedikasi.
“Kalau bicara pengobatan termasuk upaya swamedikasi harus komprehensif, teliti dan akurat, artinya dosis tidak boleh lebih atau tidak boleh kurang. Di sinilah salah satu peran penting dari apoteker itu, di samping sebagai sumber informasi masyarakat soal obat,” ujar kepala Dinkes Kutim.
Sementara itu, Mr. Matt adalah apoteker dengan 260 ribu followers Instagram dan 1.607 followers pada akun Tiktok.
Mr. Matt juga alumnus Master Farmasi dari Alberta University Canada yang menguasai 8 bahasa asing, juga pembicara nasional dan internasional.
Materi sesi pertama yang disampaikan oleh Mr. Matt adalah terkait Swamedikasi Penanganan ISPA, Nyeri, dan Alergi. Sementara untuk materi sesi kedua Farmakoterapi Hipertensi.
Mr. Matt menjelaskan terkait permasalahan penyakit ISPA cenderung meningkat pada beberapa dekade terakhir baik secara global maupun nasional.
ISPA menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun di negara berkembang.
Mr. Matt juga menjelaskan penggolongan obat serta mekanisme obat ditinjau dari aspek farmakologi molekuler obat termasuk dosis dan aturan pakainya.
Diakhir kegiatan, Ketua IAI PC Kutai Timur Hasnawati juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak.
“Semoga apa yang sudah kami putuskan bersama pada rapat kerja cabang maupun kegiatan talkshow kefarmasian dapat membawa Apoteker di Kutai Timur semakin solid dan maju, serta terus upgrade pengetahuan terkait farmakologi obat. Tak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada Panitia Pelaksana serta sponsorship yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan ini”, Ungkap Hasnawati. (Eka Siswanto Syamsul Tim Media Nasional PP IAI/ PD IAI Kaltim)



















