Agam, Sumatera Barat, IAINews – Apoteker Tanggap Bencana (ATB) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam aksi kemanusiaan melalui kegiatan Giat Apoteker Tanggap Bencana Peduli Bencana Sumatera yang dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat profesi apoteker terhadap dampak bencana yang masih dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Tim ATB Respon Sumbar yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah lima orang, terdiri dari tiga apoteker ATB asal Jawa Tengah dan dua apoteker ATB asal Jambi.
Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, tim difokuskan pada satu titik lokasi utama dengan rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan, pengelolaan logistik obat, hingga aksi sosial langsung ke masyarakat terdampak.
Kegiatan pelayanan kesehatan dilaksanakan di Puskesmas Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Tim ATB bersinergi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Koto Alam dalam memberikan pelayanan kesehatan serta melakukan pengelolaan logistik bantuan obat.
Tim ATB yang bertugas terdiri dari apt. Paramon (Jawa Tengah), apt. Turistanto (Jawa Tengah), apt. Charis (Jawa Tengah), apt. Faizah (Jambi), dan apt. Solpiah (Jambi).
Dalam pelayanan tersebut, tercatat sebanyak 25 pasien mendapatkan layanan kesehatan, terdiri dari 24 pasien dewasa dan 1 pasien anak. Adapun lima penyakit terbanyak yang ditemukan adalah diabetes melitus (DM), infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, serta keluhan penyakit kulit berupa gatal-gatal. Selain pelayanan langsung kepada pasien, tim juga melakukan pengelolaan dan penataan awal logistik obat bantuan.
Salah satu kendala yang dihadapi di lokasi adalah belum tersedianya rak obat khusus untuk menyimpan obat bantuan. Sebagai solusi sementara, tim ATB mengusulkan optimalisasi lemari kosong yang tersedia untuk penyimpanan antibiotik dan obat tetes mata, serta pembuatan rak obat darurat menggunakan kardus.
Selain itu, proses stok opname di puskesmas telah mencapai sekitar 60 persen dan direkomendasikan untuk dipercepat bersamaan dengan percepatan input data melalui sistem E-Puskesmas.
Usai kegiatan pelayanan kesehatan, tim ATB melanjutkan aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak di wilayah terisolir. Pada pukul 12.10 hingga 13.30 WIB, tim menyalurkan sebanyak 70 paket bantuan berisi alat kebersihan badan dan deterjen, popok bayi, minyak telon, biskuit, serta suplemen dan herbal kepada warga Jorong Kampung Tanah Barat Subarang Aia Hilir, Nagari Salareh Timur. Lokasi tersebut hanya dapat diakses melalui jembatan sementara dari bambu, sehingga penyaluran bantuan memerlukan kehati-hatian ekstra.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan layanan home care serta pemberian santunan kepada keluarga terdampak bencana pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Pemberian santunan ini, InshaAllah, dilakukan secara bertahap oleh kk apt. Emil selaku koordinator Posko ATB.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran santunan dilakukan seiring dengan pelaksanaan kegiatan home care yang telah berjalan. “Santunan kami salurkan secara bertahap karena bersamaan dengan giat home care yang sedang kami jalankan. Prioritas kami adalah memastikan korban yang baru pulang dari rumah sakit maupun yang masih dalam tahap pemulihan tetap mendapatkan pendampingan,” ujar apt. Emil.
Penerima santunan merupakan korban terdampak bencana yang telah pulang dari rumah sakit maupun yang masih berada dalam tahap penyembuhan akibat luka-luka yang diperoleh saat peristiwa banjir galodo.
Santunan disalurkan di wilayah Padang Koto Gadang kepada Ibu Itis, yang rumahnya hancur dan masih menjalani proses pemulihan pascaoperasi ketiga, serta kepada Ibu Iah yang mengalami luka robek dan patah tulang pipi, kehilangan tiga anggota keluarga, dan rumahnya mengalami kerusakan berat.
Melalui kegiatan ini, ATB berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak serta memperkuat peran apoteker dalam respon bencana, tidak hanya melalui pelayanan kefarmasian, tetapi juga melalui aksi sosial dan pendampingan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Dilaporkan oleh: Tim ATB Respon Sumbar












