Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

IAI Rumah Besar Apoteker: Noffendri Ajak Seluruh Kader IAI Bersatu di Kongres XXII

Penulis: Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc Tim Media Nasional PP IAI/ PD IAI KaltimEditor: apt. Agus Purnomo, MM
banner 120x600
banner 468x60

Medan, IAINews – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), apt. Noffendri Roestam, S.Si, secara resmi membuka Kongres XXII IAI dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2026 yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 4–5 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen organisasi untuk tetap melaksanakan agenda nasional ini di Medan, meskipun sempat muncul usulan pemindahan lokasi ke Jakarta.

Iklan ×

Noffendri mengungkapkan bahwa keputusan untuk tetap menggelar kongres di Medan diambil setelah melalui rapat internal Pengurus Harian pasca kepulangannya dari ibadah haji.

Ia menyebutkan bahwa usulan pemindahan lokasi yang diajukan oleh sejumlah pengurus daerah dengan surat bertanggal sama, 15 Juni 2026, telah direspons secara bijak. “Keputusan ini bukanlah hal yang mudah, namun kami memandang bahwa Sumatera Utara layak menjadi tuan rumah dan ini adalah bagian dari pemerataan penyelenggaraan kegiatan nasional,” ujarnya.

Baca Juga  dr. Putri Tresnasari, Sp.Ok Pimpin ILUNI UI Kaltim Periode 2025-2028

Kongres kali ini dihadiri oleh 300 peserta yang hadir secara luring dan daring, terdiri dari pengurus pusat, daerah, cabang, serta 1.200 peserta PIT. Hal ini, menurut Noffendri, membuktikan bahwa soliditas dan antusiasme anggota IAI tetap tinggi, sekaligus menepis keraguan sejumlah pihak terhadap partisipasi dalam kongres.

Dalam sambutannya, Noffendri juga menyoroti sikap IAI terhadap Peraturan Kepala BPOM Nomor 5 Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa IAI tidak menolak mekanisme judicial review, namun memilih jalur audiensi dan komunikasi intensif dengan Dirjen Farmalkes dan Kepala BPOM sebagai langkah preventif dan diplomatis. Hasil audiensi tersebut dinilai positif dan telah dituangkan dalam Surat Edaran Nomor B2-0045/PP.IAI/2026/VII/2026 tertanggal 27 Juli 2026.

“Kami memilih kehati-hatian demi menjaga kepentingan 117 ribu anggota IAI yang berpraktik di berbagai bidang. Ini bukan tentang ketakutan, tetapi tanggung jawab moral dan profesional,” tegas Noffendri.

Baca Juga  Sekda NTB: Apoteker Kunci Integrasi Ilmu Farmasi dalam Kesehatan Global di Rakernas IAI 2024

Noffendri juga memaparkan berbagai program transformasi yang telah dan sedang dijalankan IAI pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Beberapa inisiatif strategis yang disebutkan antara lain:

Pertama, pembentukan Badan Diklat IAI sebagai pusat pendidikan berkelanjutan bagi apoteker, yang telah menyusun sembilan kurikulum pelatihan dan bekerja sama dengan BPOM serta Kolegium Farmasi.

Kedua, Pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) IAI yang sedang dalam proses akreditasi nasional. Ketiga, Peluncuran Program Fellowship bekerja sama dengan FAPA-CP (Federation of Asian Pharmaceutical Associations), yang telah meluluskan 35 apoteker dengan gelar FACP pada batch pertama, dan sedang menjalani seleksi batch kedua.

Keempat, Peningkatan Aplikasi SIAp ke versi Next Generation dengan fitur baru bernama Pharma-360, yang tidak hanya melayani anggota, tetapi juga membuka akses bagi pihak eksternal seperti perguruan tinggi dan perusahaan farmasi.

Kelima, Peluncuran Platform Pharma Career sebagai pusat informasi lowongan kerja bagi apoteker, serta program lainnya seperti layanan Hotline IAI melalui WhatsApp untuk membantu kebutuhan anggota.

Baca Juga  Rakerda IAI Jawa Tengah 2025 di Tegal: Kolaborasi Tenaga Kesehatan dan Medis Menuju Indonesia Emas

Menutup sambutannya, Noffendri mengajak seluruh elemen IAI untuk menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Ia menyebut bahwa meskipun terdapat dinamika dan tantangan pasca UU Kesehatan, IAI tetap kokoh sebagai rumah besar profesi kefarmasian.

“Mari kita jaga IAI sebagai rumah bersama. Saya mengajak semua kader terbaik dari Sabang sampai Merauke untuk terus berkarya. Kongres ini adalah bukti bahwa kita mampu bersatu dan berjuang untuk kemajuan profesi serta kesejahteraan apoteker Indonesia,” ujar Noffendri

Kongres XXII IAI mengusung tema “IAI Rumah Besar Profesi Kefarmasian: Pilar Asta Cita untuk Kesehatan Rakyat yang Berkeadilan” dan diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi di tengah perubahan regulasi dan tantangan profesi ke depan.

 

 

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90