Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Hidupkan Ruang Demokrasi Kampus, Sosok Apoteker Inspiratif Prof. Nilawati Uly Tampung Keluh Kesah Mahasiswa UMB Palopo

Penulis: apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,M.Si (Tim Media Nasional IAI/ PD IAI SULSEL).Editor: apt. Busman Nur
banner 120x600
banner 468x60

PALOPO, IAI News — Universitas Mega Buana (UMB) Palopo kembali membuktikan komitmennya dalam menghidupkan ruang demokrasi dan keterbukaan di lingkungan kampus. Melalui program unggulan “Rektor Menyapa”, pihak universitas membuka jalur komunikasi langsung tanpa sekat antara pimpinan dan sivitas akademika.

Kali ini, kegiatan dikemas dalam bentuk dialog interaktif yang mempertemukan ratusan mahasiswa Fakultas Kesehatan dengan Rektor UMB Palopo, Prof. Dr. apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes., CIPA. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus 3 UMB Palopo, Jalan Ahmad Razak, Kota Palopo, pada Sabtu (11/7/2026).

Iklan ×
Sambutan Rektor Prof. Dr. apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes., CIPA. Pada Program “ Rektor Menyapa”.

Esensi utama program “Rektor Menyapa” adalah mendengarkan, membahas, serta menampung seluruh aspirasi, masukan, hingga keluh kesah mahasiswa terkait proses perkuliahan dan arah pengembangan kampus ke depan.

“Harapan kita semua, mahasiswa bisa memanfaatkan masa perkuliahan ini dengan sebaik-baiknya. UMB Palopo akan senantiasa memperhatikan sarana belajar kalian agar proses perkuliahan dan pembelajaran dapat berjalan optimal,” ujar Prof. Nilawati Uly di hadapan ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Baca Juga  Waspada “The Great Imitator”: Kenali Gejala Campak Sebelum Terlambat

Suasana dialog yang berlangsung hangat semakin semarak ketika Prof. Nilawati membuka sesi kuis interaktif. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, beliau memberikan hadiah berupa beasiswa kepada mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat.

Tidak hanya menampung aspirasi, Prof. Nilawati juga membagikan kiat sukses sekaligus membangkitkan semangat mahasiswa agar memanfaatkan masa studi secara produktif. Ia menekankan pentingnya aktif belajar, baik di dalam ruang kelas maupun melalui berbagai organisasi kemahasiswaan.

Menurutnya, tantangan dunia kerja di masa depan, khususnya di bidang kesehatan, menuntut kesiapan yang menyeluruh. Mahasiswa UMB Palopo tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan (skill) yang mumpuni, tetapi juga harus menjunjung tinggi etika profesi (attitude) sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Program ini diharapkan terus mempererat hubungan emosional dan profesional antara mahasiswa dan pengelola kampus, sehingga mampu membawa UMB Palopo menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswanya.

Baca Juga  Perspektif : Kajian Filsafat Islam Terhadap Riset Agen Antikanker Payudara Dari Sumber Daya Alam Laut
Suasana yang antusias pada program ”Rektor Menyapa”, berlangsung secara interaktif Rektor dan Mahasiswa.

Menjadi seorang pemimpin di institusi pendidikan tinggi membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik. Seorang pemimpin juga dituntut memiliki kepekaan, ketepatan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan mendengarkan dengan penuh empati. Karakteristik tersebut tercermin kuat dalam sosok Prof. Dr. apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes., CIPA.

Latar belakangnya sebagai seorang apoteker bukan sekadar gelar profesi, melainkan juga menjadi bekal kompetensi yang membentuk gaya kepemimpinannya. Dalam dunia kefarmasian, seorang apoteker dididik untuk memiliki ketelitian, kemampuan menganalisis kebutuhan, serta keterampilan komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui program “Rektor Menyapa”, Prof. Nilawati mengimplementasikan nilai-nilai profesi apoteker ke dalam kepemimpinan universitas. Seperti seorang apoteker yang mendengarkan keluhan pasien sebelum memberikan edukasi dan solusi, beliau memilih duduk bersama mahasiswa untuk mendengar secara langsung berbagai aspirasi dan permasalahan yang mereka hadapi. Setiap masukan dipahami secara cermat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga  Fenomena Penjualan Antibiotik

Selain itu, beliau juga menanamkan pentingnya keseimbangan antara kompetensi (skill) dan karakter (attitude). Sebagaimana seorang apoteker memastikan manfaat terapi berjalan seiring dengan aspek keamanan, Prof. Nilawati menegaskan bahwa lulusan bidang kesehatan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus dibekali integritas, etika, dan sikap profesional.

Kepemimpinan Prof. Nilawati Uly menunjukkan bahwa ketegasan seorang rektor dapat berpadu harmonis dengan kepedulian dan empati seorang apoteker. Perpaduan tersebut melahirkan sosok pemimpin yang humanis, demokratis, dan inspiratif dalam membangun budaya akademik yang sehat serta mencetak generasi tenaga kesehatan yang unggul.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90