BARRU, IAINews — Sinergi lintas sektor antara akademisi, organisasi profesi, dan pelaku usaha kembali menorehkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Kewirausahaan dan Edukasi Pemakaian Tabir Surya dengan Bahan Alam”, ratusan warga mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai pentingnya perlindungan kulit sekaligus peluang bisnis di sektor kosmetik berbasis potensi lokal.
Kegiatan kolaboratif ini diinisiasi oleh Himpunan Apoteker Kosmetik (HIASKOS) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD Sulawesi Selatan, dan Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Acara berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 13.00 WITA di Aula Pertemuan Warga, Jalan Poros Makassar, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Untuk memastikan materi tersampaikan secara akurat, baik dari sisi sains kosmetik maupun strategi bisnis, kegiatan ini menghadirkan empat fasilitator yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes., Ketua DPD IWAPI Sulawesi Selatan sekaligus Ketua HIASKOS PD IAI Sulawesi Selatan; Dra. Hj. Dewi Talli, S.P.Si., M.M., Wakil Ketua Umum I DPD IWAPI Sulawesi Selatan; apt. Yuyun Sri Wahyuni, S.Si., M.Si., Dosen FKIK Unismuh Makassar sekaligus Pengurus HIASKOS PD IAI Sulawesi Selatan; serta apt. Rahmadani, S.Farm., M.M., Dosen FKIK Unismuh Makassar.
Pada sesi pertama, tim apoteker dan akademisi mengedukasi warga mengenai pentingnya melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), mengingat letak geografis Kabupaten Barru yang berada di pesisir barat Sulawesi Selatan. Materi edukasi dikupas secara mendalam, mulai dari pengenalan tabir surya (sunscreen) dan alasan mengapa produk tersebut penting digunakan setiap hari, perbedaan antara SPF sebagai pelindung dari sinar UVB penyebab kulit terbakar dan PA sebagai pelindung dari sinar UVA penyebab penuaan dini, hingga cara membaca label produk serta mengenali jenis-jenis tabir surya yang beredar di pasaran.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai aturan penggunaan tabir surya yang benar, meliputi takaran ideal menggunakan metode dua jari (two-finger rule), waktu terbaik mengaplikasikan tabir surya sebelum beraktivitas, serta pentingnya melakukan aplikasi ulang (re-apply) setiap dua hingga tiga jam agar perlindungan kulit tetap optimal. Selain itu, para apoteker meluruskan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat seputar penggunaan kosmetik pelindung surya, sekaligus memaparkan kriteria komposisi tabir surya yang ideal, berbahan alami, ramah di kulit, dan memiliki risiko iritasi yang lebih rendah.
Tidak hanya berhenti pada edukasi kesehatan, sesi berikutnya yang dipandu oleh jajaran pengurus IWAPI Sulawesi Selatan membuka wawasan masyarakat mengenai potensi ekonomi dari tren green cosmetics atau kosmetik berbahan alam. Produk kosmetik berbasis bahan alami kini semakin diminati dan memiliki prospek yang menjanjikan sebagai salah satu sektor usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun pelaku UMKM.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan tahapan merintis usaha kosmetik yang aman, legal, dan sesuai regulasi, simulasi kebutuhan modal awal untuk skala rumah tangga maupun UMKM, serta strategi menentukan segmentasi pasar agar produk kosmetik herbal yang dihasilkan mampu bersaing di pasaran. Materi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan potensi bahan alam lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi HIASKOS PD IAI Sulawesi Selatan, IWAPI DPD Sulawesi Selatan, dan FKIK Unismuh Makassar berharap dapat mewujudkan konsep “Satu Desa Satu Produk Kosmetik Alami” yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Desa Kupa secara berkelanjutan. Antusiasme warga terlihat dari aktifnya diskusi mengenai pemanfaatan bahan-bahan alam di sekitar lingkungan mereka sebagai bahan baku produk perawatan kulit. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan contoh produk tabir surya kepada para peserta dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus menghadirkan edukasi kesehatan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.













