Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Best Practice Pembimbingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Kegiatan Kemahasiswaan

Penulis: Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc Tim Media Nasional PP IAI/ PD IAI KaltimEditor: apt. Agus Purnomo, MM
banner 120x600
banner 468x60

Medan, IAINews – Universitas Tjut Nyak Dhien menjadi tuan rumah kegiatan bertajuk “Best Practice Pembimbingan PKM & Kegiatan Kemahasiswaan” pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked. (PA)., Sp.PA, dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yang dikenal sebagai dosen pendamping dengan jumlah judul PKM didanai terbanyak di tingkat nasional pada tahun 2025.

Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Tjut Nyak Dhien beserta jajaran, termasuk Dr. apt. Eva Sartika Dasopang, M.Si. serta mendapatkan perhatian serius dari jajaran pimpinan STIKSAM yang hadir dengan rombongan lengkap.

Iklan ×

Delegasi STIKSAM dipimpin langsung oleh Ketua STIKSAM apt. Supomo, M.Si., didampingi Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, Sekretaris Prodi S1 Farmasi apt. Novi Milasari, M.Farm., serta Sekretaris Prodi D3 Farmasi apt. Ghina Adhila, M.Farm.

Kehadiran unsur pimpinan ini menunjukkan keseriusan STIKSAM dalam mengadopsi praktik terbaik dari institusi kesehatan ternama di Sumatera Utara untuk meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan di lingkungan kampusnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Humairah membagikan sejumlah strategi kunci yang telah membawa UMSU meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif Klaster II. Ia menekankan pentingnya penyiapan tim dosen dan mahasiswa secara dini, jauh-jauh hari sebelum pembukaan PKM.

Baca Juga  STIKSAM Gelar Kuliah Pakar, Bahas Peran Bioinformatika dan HKSA dalam Pengembangan Obat Modern

Tim dibentuk dan dilatih untuk mengerjakan literatur review sebagai persiapan awal pengajuan proposal. Pembimbing dan tim juga diwajibkan membaca serta memahami seluruh regulasi dan panduan PKM terbaru agar tidak terjadi kesalahan prosedural yang dapat menggugurkan proposal di tahap awal.

Narasumber juga memaparkan sistem seleksi proposal yang ketat dan terstruktur di UMSU, dimulai dari pengumuman pembukaan penerimaan judul proposal di mana judul yang tidak layak akan dikembalikan. Setelah penyusunan proposal oleh tim beranggotakan 5 mahasiswa dan 1 dosen pendamping, dilakukan seleksi di tingkat fakultas dengan penilaian minimal oleh 3 orang untuk menjaga objektivitas. Proposal yang lolos kemudian melanjutkan ke seleksi tingkat institusi sebelum akhirnya masuk dalam kuota pendaftaran nasional, memastikan hanya proposal-proposal terbaik yang dikirimkan ke tingkat pusat.

Dr. Humairah secara khusus menyoroti pentingnya inovasi yang melampaui batas-batas konvensional untuk setiap skema PKM. Untuk PKM-Kewirausahaan, ia menekankan agar mahasiswa berpikir “out of the box” dan menghindari produk makanan dan minuman yang itu-itu saja, dengan memberikan contoh inovatif seperti “jas lab anti air” dari bidang farmasi. Sementara itu, PKM-Pengabdian Masyarakat harus melibatkan mitra non-profit seperti karang taruna atau PKK, sedangkan PKM-Penerapan IPTEK menyasar mitra profit seperti petani dan UMKM.

Baca Juga  IAI MENOLAK RUU KESEHATAN OMNIBUSLAW YANG IZINKAN PENJUALAN OBAT DI LUAR FASILITAS KEFARMASIAN

Untuk PKM-Karya Inovatif, wajib telah melalui proses review etik dan kekayaan intelektual serta memiliki unsur keberlanjutan tim dari berbagai angkatan, sedangkan PKM-Video Gagasan Konstruktif memanfaatkan skill mahasiswa dalam membuat konten bertema keprihatinan bangsa.

Aspek teknis dan administratif juga menjadi perhatian serius dalam pemaparan. Narasumber mengingatkan bahwa penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan “et al.” dan harus mengikuti gaya Harvard dengan mencantumkan seluruh nama penulis.

Judul proposal harus menggambarkan secara gamblang ide dan metode penelitian, dengan bidang ilmu ketua tim wajib sesuai dengan tema PKM yang dipilih. Terkait pendanaan, kampus dapat membantu pembuatan kuitansi dengan stempel resmi sebagai bukti RAB, dan bantuan pendanaan dari perguruan tinggi wajib ada dengan nilai maksimal 2 juta rupiah. Artikel ilmiah yang dihasilkan boleh disubmit namun tidak boleh menggunakan dana dari Belmawa.

Mengenai penilaian dan reward, Dr. Humairah menjelaskan bahwa penilaian aspek sosial media tidak berfokus pada jumlah pengikut, like, atau komentar, melainkan pada ketepatan waktu unggah dan isi konten yang berkualitas. Semua anggota tim berhak mendapatkan reward yang setara, seperti kebijakan pembebasan tugas akhir bagi mahasiswa yang lolos sebagai finalis PKM—bukan hanya yang mendapatkan pendanaan.

Ia juga menekankan pentingnya menjalin komunikasi dengan akun operator dan institusi menyurati Belmawa untuk mendapatkan hasil review, serta membentuk tim dosen pendamping yang solid dan dipersiapkan jauh hari sebelum pembukaan PKM.

Baca Juga  Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Tentang GGAPA dan Obat Sirup

Diskusi juga memperluas cakupan ke Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa), yang memiliki skala lebih luas dibandingkan PKM pada umumnya. Program ini dilaksanakan di tingkat desa dengan cakupan pemberdayaan masyarakat yang lebih luas, melibatkan semua elemen organisasi di masyarakat, dan dapat menjalankan hingga 10 program sekaligus.

PPK Ormawa dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan dan memiliki potensi nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, menjadikannya program unggulan bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi langsung pada pembangunan komunitas.

Kegiatan Best Practice ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh perguruan tinggi di Medan, khususnya STIKSAM dan Universitas Tjut Nyak Dhien, untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan.

Dengan mengadopsi strategi dan praktik terbaik dari UMSU, diharapkan akan lahir lebih banyak proposal PKM yang inovatif dan kompetitif di tingkat nasional. Kolaborasi antarinstitusi ini juga memperkuat sinergi di antara perguruan tinggi di Sumatera Utara dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kreatif dan berdaya saing tinggi (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.)

 

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90