JAKARTA, IAINews – Terapi MPFF (MIcronized Purified Flavonoid Fraction) untuk hemoroid telah banyak digunakan, terutama untuk memperbaiki gejala dan tanda utama hemoroid. Apoteker perlu memahami lebih mendalam bagaimana MPFF dapat membantu pasien dalam mengatasi hemoroid yang dideritanya.
Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia bersama Badiklat IAI dan PharmaQ menggelar webinar ‘Elevating Haemorroid Care in Pharmacy Practice’ sebagai upaya memberikan ketrampilan kepada apoteker untuk mengedukasi pasien penderita hemoroid.
Hemoroid (wasir) saat ini merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering ditemui di masyarakat. Prevalensi hemoroid mencapai 40 persen pada populasi dewasa.
Hemoroid memiliki dampak besar pada penurunan kualitas hidup dan produktifitas, banyak pasien mereka enggan atau malu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis sejak dini.
‘’Sebagai fasilitas kesehatan garda terdepatn (first-line of defense), apotek poaling sering diakses pasien untuk mencari pertolongan pertama atau swamedikasi,’’ tutur apt. Drs Pujianto, Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) saat ditemui IAINews hari ini.
Kondisi ini menempatkan apoteker dan tenaga kefarmasian pada posisi strategis untuk memberikan intervensi yang tepat, cepat dan aman, lanjut apt. Pujianto.
Sayangnya, dalam praktik kefarmasian sehari-hari (pharmacy practice), masih terdapat tantangan nyata.
Tenaga farmasi seringkali dihadapkan pada keterbatasan pembaruan (update) klinis mengenai batas swamedikasi, efektifitas pilihan terapi modern, hingga cara berkomunikasi yang sensitif namun efektif.
‘’Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi yang komprehensif agar praktisi farmasi mampu melakukan penapisan awal secara akurat sekaligus merekomendasikan tata laksana yang berbasis bukti ilmiah (evidance-based),’’ tambah apt. Dra Tresnawati, Direktur Operasional PharmaQ.
Berangkat dari kebutuhan itulah webinar Elevating Haemorrhoid Care in Pharmaci Practice akan diselenggarakan pada Minggu, 5 Juli 2025 secara daring.
Hadir sebagai pembicara Dr. dr. Nella Suhuyanly, SpPD-KGEH yang akan membawakan topik ‘Haemorrhoids Unlocked : Modern Clinical Management Updates’.
Pada sesi ini, dokter spesialis penyakit dalam dari FKIK Universitas Kristern Krida Wacana dan RS Elang median Center (EMC) Alam Sutera, ini akan membahas secara mendalam mengenai epidemiologi dan patofisiologi vaskular pada hemoroid, sistem klasifikasi hemoroid internal dan eksternal (derajat I – IV) serta tatalaksana farmakologi dan non-farmakologi yang rasional.
Lulusan FK Unhas ini akan juga membahas pilihan terapi farmakologi berdasarkan clinical evidence yang menilai efikasi dan keamanan serta kriteris rujukan medis yang tepat.
Di sesi kedua, akan hadir Dr. apt. Lusy Noviani, M.M akan menyampaikan topik ‘Mastering the Counter Therapy Choices, MPFF, and high-impact counseling.
Pada sesi ini, apt. Lusy akan membahas protokol skrining pasien hemoroid di konter apotek, komparasi efektivitas sediaan obat vasoaktif, dan clinical evidence MPFF dalam meredakan nyeri dan pendarahan akut, serta mencegah kekambuhan.
Pada webinar yang dimoderatori oleh apt. Hilyatul Fadliyah, S.Farm, M.K.M ini, apt. Lusy Noviani juga akan menjelaskan bagaimana teknik komunikasi yang efektif, menggali informasi, edukasi gaya hidup dan instruksi obat, serta studi kasus simulasi konseling high-impact di apotek.***













