Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

UNJA Perkuat Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Organik dan Budidaya Maggot

Penulis: apt. Yuliawati, M.Farm
banner 120x600
banner 468x60

JAMBI IAINews — Upaya pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan melalui pengobatan, tetapi juga dapat dimulai dari lingkungan yang bersih serta pemeliharaan ternak yang sehat. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim Universitas Jambi (UNJA) di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Melalui program “Implementasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) Berbasis Magobox Terintegrasi Budidaya Bebek sebagai Upaya Mitigasi Penyakit Berbasis Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Organik”, tim UNJA mengajak masyarakat menerapkan pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan budidaya maggot dan pemeliharaan bebek.

Iklan ×
Pemaparan Materi Pemeliharaan Bebek.

Program tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi melalui skema PNBP serta melibatkan dosen lintas disiplin dan mahasiswa.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada 19 Juli 2026 dengan fokus edukasi mengenai pemeliharaan bebek sehat kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sipin Danau Sejahtera.

Baca Juga  Akselerasi Karir Guru Besar: LLDIKTI IX Gelar BIMTEK, Dosen Apoteker Siapkan Riset Aplikatif Tembus Jurnal Internasional

Materi disampaikan oleh drh. Sarwo Edy Wibowo, M.Sc., dokter hewan sekaligus dosen, yang menjelaskan berbagai aspek pemeliharaan bebek, mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, sanitasi kandang, hingga pencegahan penyakit melalui manajemen pemeliharaan yang baik.

Sebagai tindak lanjut, tim kembali melaksanakan kegiatan pengabdian dengan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistem budidaya yang terintegrasi. Kegiatan ini tidak hanya membahas kesehatan ternak, tetapi juga keterkaitan antara kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

Materi pertama disampaikan oleh apt. Santi Perawati, S.Farm., M.Farm., mengenai pemanfaatan herbal untuk membantu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh bebek.

Pemanfaatan herbal diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemeliharaan kesehatan ternak sekaligus mendukung penggunaan antibiotik secara bijak dan rasional, sehingga antibiotik tidak digunakan tanpa indikasi yang tepat.

Materi berikutnya disampaikan oleh Arnild Augina Mekarisce, S.K.M., M.K.M., mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Baca Juga  Darurat Campak 2026 dan Krisis Kepercayaan pada Vaksin
Pemaparan materi sanitasi lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah organik yang baik dapat membantu mengurangi bau, pencemaran lingkungan, serta potensi berkembangnya berbagai sumber penyakit di sekitar permukiman.

Sementara itu, materi mengenai budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) berbasis Magobox disampaikan oleh Yuliawati, S.Farm., M.Farm., Apt.

Pemaparan materi dengan magobox.

Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Maggot yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber protein dalam pakan bebek, sehingga terbentuk siklus pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

“Ketiga materi ini saling melengkapi. Sampah organik dikelola agar tidak menjadi sumber penyakit, maggot dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan, sedangkan kesehatan bebek dipertahankan melalui pemeliharaan yang baik dan pemanfaatan herbal. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh hewan ternak, tetapi juga oleh lingkungan dan masyarakat,” ujar Yuliawati.

Baca Juga  KENALKAN ANTIBIOTIK SEJAK DINI! ‘KARINA’ JADI PRIMADONA PARA BOCIL

Sebagai bagian dari pendampingan, tim UNJA juga menyerahkan bantuan berupa bibit bebek, peralatan pemeliharaan bebek, serta Magobox untuk mendukung budidaya maggot kepada KWT.

Peserta kemudian diajak mempraktikkan pemberian pakan berbasis maggot serta teknik pemeliharaan bebek yang baik dan benar.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan, terutama terkait kesehatan ternak, pemanfaatan herbal, pengelolaan kandang, pemberian pakan, serta pengolahan sampah organik rumah tangga.

Foto bersama Mitra dan tim Pengabdian UNJA

Melalui kegiatan pengabdian tersebut, Universitas Jambi berharap masyarakat dapat menerapkan sistem pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan budidaya maggot dan pemeliharaan bebek sehat.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit secara preventif, tetapi juga mendorong penggunaan antibiotik secara rasional serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90