BANDAR LAMPUNG, IAINews – Tim pengabdian masyarakat Program Studi Farmasi FK Unila (Fakultas Kedokteran Universitas Lampung) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat di Kelurahan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung.

Kegiatan yang mengusung tema “Bijak Konsumsi Antibiotik, Cegah Resistensi” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menghadapi ancaman resistensi antibiotik.
Ketua Tim Pengabdi, apt. Ihsanti Dwi Rahayu, M.S.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya kebiasaan masyarakat menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.
“Banyak warga yang menghentikan konsumsi antibiotik saat gejala berkurang atau menyimpan sisa obat untuk digunakan kembali di lain waktu. Praktik ini sangat berisiko memicu resistensi bakteri,” ungkap apt. Ihsanti.
Resistensi antibiotik sendiri merupakan kondisi di mana bakteri menjadi kebal terhadap obat, sehingga infeksi menjadi lebih sulit diobati, meningkatkan risiko komplikasi, hingga beban biaya kesehatan.
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari program KKN Berdampak Unila 2026 ini, tim memberikan edukasi melalui metode ceramah dan diskusi interaktif. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai beberapa hal seperti pengertian dan fungsi antibiotik yang hanya efektif untuk infeksi bakteri, bukan virus.
Tim pengabdian juga menjelaskan terkait aturan pakai yang benar, termasuk pentingnya menghabiskan dosis sesuai anjuran meskipun tubuh terasa sudah sehat.
“Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya resistensi, serta langkah-langkah pencegahannya agar efektivitas obat tetap terjaga bagi kesehatan di masa depan” lanjut apt. Ihsanti.
Selain penyuluhan, tim juga membagikan media edukasi berupa buku panduan dan poster untuk memperkuat pemahaman warga. Kegiatan ini melibatkan tujuh orang dosen ahli yang merupakan Apoteker yaitu: apt. Ihsanti Dwi Rahayu, M.S.Farm; apt. Dwi Aulia Ramdini, M.Farm; apt. Citra Yuliyanda P., M.Farm; apt. Made Laksmi Meiliana, M.Farm.Klin; apt. Syaripah Ulandari, M.Farm; apt. Denny Ardhianto, M.Farm.Klin; apt. Okta Puspita, M.Clin.Pharm, serta didampingi oleh mahasiswa Jurusan Farmasi FK Unila.
Pihak Kelurahan Bumi Waras menyambut baik inisiatif ini, mengingat sebelumnya belum pernah dilakukan edukasi serupa di wilayah tersebut.
Warga juga diberikan panduan mengenai aturan pakai yang benar, terutama kewajiban menghabiskan dosis sesuai anjuran dokter meskipun kondisi tubuh sudah terasa pulih.
“Kami ingin masyarakat paham bahwa kedisiplinan mengonsumsi obat bukan sekadar untuk sembuh saat ini, tapi juga menjaga efektivitas obat tersebut bagi kesehatan di masa depan,” tambah apt. Ihsanti.
Kehadiran para Apoteker yang juga dosen farmasi ini disambut antusias oleh warga setempat. Ibu Sumiati, salah satu peserta, mengaku baru menyadari bahwa kebiasaannya selama ini salah.
“Jujur saya baru tahu kalau antibiotik harus habis walaupun sudah enak badan. Biasanya kalau sudah tidak demam ya saya simpan buat kalau sakit lagi nanti. Setelah ikut acara ini, saya jadi takut sendiri kalau nanti obatnya malah tidak mempan lagi di badan saya,” tutur Sumiati.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat Bumi Waras dapat lebih bijak dalam mengonsumsi obat dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran bakteri kebal di lingkungan mereka.***



















