Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Perhatikan Dosis, Frekuensi dan Waktu Mengonsumsi Obat

Penulis: apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm, M.Si, C,Herb (Tim Media Nasional PP IAI/PD IAI Sulawesi Selatan)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, IAINews – Menggunakan obat dengan benar adalah kunci agar pengobatan berjalan efektif dan aman. Perhatian dosis, frekuensi dan waktu mengonsumsi obat sebagai panduan saat harus menjalani pengobatan.

Demikian disampaikan para apoteker yang tergabung dalam Hisfarsi PD IAI Sulawesi Selatan, saat memberikan edukasi mengenai Dagusibu kepada masyarakat yang sedang menikmati car free day Sudirman, Minggu, 20 Juli 2025 lalu.

Iklan ×

Ketua Panitia kegiatan, apt Megawati, M.Farm menyampaikan, selain edukasi, kegiatan pengabdian masyarakat juga diisi dengan cek kesehatan gratis dan senam bersama.

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat harus memahami betul panduan pengobatan yang sedang ia jalani.

Berikut beberapa panduan yang harus dipahami masyarakat dalam menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan baik dan benar.

Dalam hal menggunakan obat, hal-hal ini harus diperhatikan :

  1. Dosis Obat

Pastikan Anda selalu mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter atau yang tertera pada label.

Jangan pernah mengurangi atau menambah dosis sendiri, karena hal ini dapat mengurangi efektivitas obat atau bahkan menimbulkan efek samping yang berbahaya.

  1. Frekuensi Minum Obat

Bila disebutkan obat diminum 1 kali sehari itu artinya obat diminum setiap 24 jam, 2 kali sehari berarti obat diminum setiap 12 jam (misalnya, pagi dan malam), bila obat harus 3 kali sehari maka obat diminum setiap 8 jam dan 4 kali sehari artinya obat diminum setiap 6 jam.

Patuhi jadwal ini agar kadar obat dalam darah tetap stabil dan optimal.

  1. Waktu Mengonsumsi Obat

Waktu mengkomsumsi obat yakni sesudah makan, sebelum makan atau Bersama makanan.

Bila obat diminum sesudah makan, sebaiknya diminum setelah Anda makan untuk mengurangi iritasi pada lambung.

Bila tertera sebelum makan, maka obat ini perlu diminum saat perut kosong, biasanya 30-60 menit sebelum makan, agar penyerapannya lebih maksimal.

Baca Juga  PD IAI Jambi Gelar Kunjungan Lapangan Peringati World Pharmacists Day 2025

Apabila disebutkan bersama makanan, maka obat diminum saat Anda sedang makan.

Cara Menyimpan Obat

Obat harus disimpan dengan cara yang tepat, agar khasiat obat tetap terjaga dengan baik.

Panduan tentang kondisi penyimpanan yang ideal (misalnya, suhu ruangan, jauh dari sinar matahari langsung) untuk menjaga kualitas dan efektivitas obat, adalah sebagai berikut :

  1. Perhatikan Suhu Penyimpanan

Sebagian besar obat harus disimpan pada suhu ruangan (sekitar 20-25°C).

Hindari tempat yang terlalu panas (seperti di dalam mobil yang terjemur) atau terlalu dingin (seperti di dalam kulkas), kecuali ada petunjuk khusus.

Sedangkan beberapa jenis obat, seperti insulin, harus disimpan di dalam kulkas.

Pastikan Anda tidak menyimpannya di bagian freezer karena suhu beku dapat merusak obat.

  1. Jauhkan dari Cahaya dan Kelembaban

Jangan letakkan obat di tempat yang terkena sinar matahari langsung, seperti di dekat jendela.

Cahaya dapat merusak kandungan kimia obat. Hindari menyimpan obat di tempat yang lembab, seperti kamar mandi.

Uap air dapat menyebabkan obat menjadi rusak atau menggumpal.

  1. Simpan di Tempat yang Aman.

Jauhkan obat dari anak-anak dan hewan peliharaan, selalu simpan obat di tempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak dan hewan peliharaan, seperti di dalam lemari yang terkunci atau di rak yang tinggi.

Gunakan wadah atau kemasan asli saat menyimpan obat. Wadah asli biasanya dirancang khusus untuk melindungi obat dari faktor luar dan memiliki informasi penting seperti tanggal kedaluwarsa.

Jangan campur beberapa jenis obat dalam satu wadah.

Cara Membuang Limbah Obat

Hal lain yang tidak kalah penting dalam pengelolaan obat di rumah, adalah cara membuang limbah obat yang baik dan benar.

Berikut cara yang aman dan benar untuk membuang obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak terpakai, guna mencegah penyalahgunaan dan pencemaran lingkungan.

  1. Pisahkan Obat dari Kemasan Asli
Baca Juga  Ramadhan Bersama Apoteker (RABA) PC IAI Kabupaten Tanah Bumbu

Keluarkan obat dari kemasan aslinya (blister, botol, atau kotak). Hal ini penting untuk menghilangkan informasi pribadi dan mencegah orang lain mengambilnya.

  1. Rusak Obat

Hancurkan pil atau kapsul menjadi bubuk, lalu campurkan dengan bahan yang tidak menarik bagi orang lain atau hewan, seperti ampas kopi, tanah, atau kotoran kucing.

Untuk obat berbentuk cairan atau salep, campurkan cairan atau salep dengan bahan yang sama seperti ampas kopi atau kotoran kucing.

Tujuannya adalah untuk membuat obat tidak bisa dikenali dan tidak bisa lagi digunakan.

  1. Masukkan ke Wadah Tertutup

Masukkan campuran obat yang sudah dihancurkan ke dalam wadah tertutup, seperti kantong plastik yang dapat disegel atau botol bekas.

Hal ini mencegah obat bocor atau tercecer ke lingkungan.

  1. Buang ke Tempat Sampah

Buang wadah yang sudah tersegel ke tempat sampah rumah tangga.

Pastikan wadah tersebut terbuang di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau oleh anak-anak atau hewan.

  1. Buang Jarum Suntik dengan Aman

Jarum suntik dan benda tajam lainnya harus dibuang dalam wadah khusus (misalnya, botol plastik tebal yang tidak tembus).

Pastikan wadah tertutup rapat dan buang ke fasilitas pembuangan limbah medis jika tersedia. Jangan pernah membuang jarum suntik ke tempat sampah biasa.

Penggunaan Obat Khusus

Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan obat di rumah, tim pengabdian masyarakat Hisfarsi PD IAI Sulawesi Selatan juga memberikan penyuluhan spesifik mengenai obat-obatan untuk kondisi medis umum seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), DM (diabetes mellitus), dan asam urat.

Penyakit-penyakit ini memerlukan pengobatan jangka panjang, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat menentukan keberhasilan terapi.

Baca Juga  Menjelang Pemilihan Nakes Teladan 2025, Putri Maya Sari Ungkap Tips Sukses Jadi Apoteker Teladan Kota Jambi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Tujuan Pengobatan: Menjaga tekanan darah tetap stabil dalam batas normal (biasanya di bawah 140/90 mmHg) untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke dan serangan jantung.

Patuhi Jadwal: Obat hipertensi sering kali harus diminum setiap hari pada waktu yang sama.

Jika dosis terlewat, jangan menggandakan dosis berikutnya.

Jangan Berhenti Tiba-Tiba: Menghentikan obat tanpa konsultasi dokter bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah yang berbahaya.

Perubahan Gaya Hidup: Obat paling efektif jika disertai dengan pola makan rendah garam, olahraga teratur, dan pengelolaan stres.

  1. DM (Diabetes Melitus)

Tujuan Pengobatan: Mengontrol kadar gula darah agar tetap normal dan mencegah komplikasi jangka panjang seperti kerusakan saraf, ginjal, dan mata.

Obat Oral: Minum obat sesuai anjuran dokter, baik itu sebelum atau sesudah makan.

Insulin: Jika menggunakan insulin, pelajari cara menyuntikkan dengan benar, jadwal penyuntikan, dan cara menyimpan insulin di kulkas.

Pantau Gula Darah: Lakukan pengecekan gula darah secara rutin sesuai jadwal yang ditetapkan dokter untuk memantau efektivitas pengobatan.

  1. Asam Urat

Tujuan Pengobatan: Menurunkan kadar asam urat dalam darah untuk mencegah serangan nyeri sendi (gout) dan kerusakan sendi.

Pengobatan Jangka Panjang: Beberapa obat asam urat, seperti Allopurinol, digunakan untuk pengobatan jangka panjang dan harus diminum setiap hari, bahkan saat tidak ada serangan gout.

Obat Pereda Nyeri: Gunakan obat pereda nyeri (seperti kolkisin atau anti-inflamasi) hanya saat terjadi serangan gout dan sesuai anjuran dokter.

Hindari Makanan Pemicu: Batasi konsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, dan minuman beralkohol, untuk membantu mengendalikan kadar asam urat.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90