Site icon IAI NEWS

Tembus Ombak demi Generasi Bebas Stunting: Mengintip Riset Farmakoekonomi Doktoral apt. Rahmah Mustarin di Pulau Barrang Lompo

MAKASSAR, IAI News – Penanganan stunting tidak hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga tentang efisiensi dan efektivitas intervensi kesehatan yang diberikan. Sudut pandang baru inilah yang tengah digali oleh apt. Rahmah Mustarin, S.Farm., M.PH, melalui penelitian Program Doktor (S3) di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam penelitiannya, ia menyoroti penanggulangan stunting dari perspektif farmakoekonomi, sebuah disiplin ilmu yang mengukur nilai, biaya, dan luaran (outcome) dari suatu terapi maupun intervensi kesehatan.

Guna mengumpulkan data riil di lapangan, apt. Rahmah Mustarin bersama tim peneliti melakukan aksi jemput bola ke wilayah kepulauan Kota Makassar. Pada Selasa (30/6/2026), tim peneliti menginjakkan kaki di Puskesmas Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar.

Di pulau tersebut, tercatat sebanyak 30 anak mengalami stunting berdasarkan data Puskesmas Barrang Lompo. Jumlah tersebut menjadi subjek utama dalam pengambilan data komprehensif terkait efektivitas biaya (cost-effectiveness) dari program penanganan stunting yang selama ini telah berjalan.

Letak geografis lokasi penelitian yang berada di seberang lautan menghadirkan cerita tersendiri bagi tim peneliti. Salah satu tantangan terbesar sekaligus paling berkesan dalam riset ini adalah keharusan menyeberangi Selat Makassar menggunakan kapal cepat (jet boat). Perjalanan membelah ombak tersebut justru menjadi penyemangat sekaligus pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim dalam upaya memperoleh data yang valid.

Setibanya di lokasi, proses pengambilan data dilakukan secara langsung melalui pengisian kuesioner stunting. Untuk memastikan data yang diperoleh akurat, proses pengisian kuesioner dipandu dan didampingi langsung oleh apt. Rahmah Mustarin, dengan dukungan aktif tim peneliti Fakultas Farmasi Unhas serta kerja sama yang baik dari tim Puskesmas Barrang Lompo.

apt. Rahmah Mustarin memberikan arahan dan pendampingan langsung pada pengambilan data penelitian stunting di Puskesmas Pulau Barrang Lompo.

Penelitian ini juga menyoroti peran strategis apoteker dalam ranah kesehatan masyarakat (public health). Sebagai calon doktor, apt. Rahmah Mustarin ingin menunjukkan bahwa apoteker memiliki kontribusi penting dalam menganalisis kelayakan ekonomi berbagai intervensi kesehatan, mulai dari pemberian suplemen, vitamin, makanan tambahan, hingga obat-obatan yang didistribusikan kepada anak dengan stunting.

Melalui pendekatan farmakoekonomi, penelitian ini akan menganalisis apakah anggaran yang dikeluarkan pemerintah maupun fasilitas pelayanan kesehatan telah menghasilkan luaran klinis berupa perbaikan status gizi dan pertumbuhan anak secara optimal, sekaligus memberikan nilai yang cost-effective. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai efektivitas program penanganan stunting, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan pelayanan kesehatan yang berbeda dengan wilayah daratan.

Menutup rangkaian pengambilan data di Pulau Barrang Lompo, apt. Rahmah Mustarin menyampaikan harapannya agar penelitian doktoral ini tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat.

“Harapan kami, data yang diperoleh dari 30 anak di Pulau Barrang Lompo ini dapat memberikan manfaat yang nyata. Kami ingin hasil analisis farmakoekonomi ini nantinya dapat menjadi rekomendasi ilmiah bagi para pembuat kebijakan, khususnya Dinas Kesehatan Kota Makassar, dalam menyusun strategi intervensi stunting yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi masyarakat kepulauan,” ujar apt. Rahmah.

Exit mobile version