Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Sinergi Lintas Sektor di Unhas: Menggugah Jiwa Relawan Lewat Seminar Kebencanaan dan Aksi Kemanusiaan

Penulis: apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm., M.Si., C.Herbs (Tim Media Nasional IAI/PD IAI SULSEL)Editor: apt. Busman Nur
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, IAI News — Indonesia sebagai negara yang rawan bencana membutuhkan kesiapsiagaan yang matang serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana. Menjawab tantangan tersebut, sinergi kemanusiaan yang strategis terwujud melalui Seminar Kebencanaan Nasional yang digelar di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Mengusung tema “Relawan Kemanusiaan dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia”, kegiatan yang berlangsung pada Kamis (11/6/2026) ini menjadi ruang diskusi yang interaktif dan edukatif sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai. Tidak hanya berfokus pada pembahasan teoritis, seminar ini juga dirangkaikan dengan aksi nyata kemanusiaan melalui kegiatan donor darah bertajuk “Setetes Darah Anda, Menyelamatkan Sesama.”

Iklan ×

Kegiatan Seminar Kebencanaan dibuka oleh moderator Ibu Maya Alkhaerat

Seminar yang dipandu oleh Maya Alkhaerat selaku moderator menghadirkan tiga narasumber berkompeten dari berbagai instansi. Ketiganya mengulas secara komprehensif tentang mitigasi bencana, peta risiko, hingga manajemen penyelamatan dari berbagai perspektif.

Baca Juga  Pacu Publikasi Kelas Dunia, LLDIKTI IX Gembleng 59 Dosen, Termasuk Apoteker

Peta Risiko dan Kesiapsiagaan Sulawesi Selatan

Sesi materi pertama dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Amson Padolo, S.Sos., M.Si. Melalui materi berjudul “BPBD: Indeks Risiko Bencana Sulawesi Selatan Tahun 2026”, beliau memaparkan data penting mengenai wilayah-wilayah rawan bencana serta strategi kebijakan pemerintah daerah dalam menekan angka risiko bencana di Sulawesi Selatan.

Perspektif akademik dan saintifik kemudian disampaikan oleh Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Ilham Alimuddin, S.T., M.GIS., Ph.D. Dalam paparannya yang berjudul “Pusat Studi Kebencanaan: Kegempaan di Sulawesi dan Upaya Mitigasinya”, ia menjelaskan kondisi tektonik Pulau Sulawesi serta pentingnya mitigasi berbasis riset geospasial untuk meminimalkan dampak terhadap korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Baca Juga  PC IAI dan IDI Cabang Luwu Timur berkolaborasi bersama JuBer

Sesi seminar ditutup oleh perwakilan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar (Basarnas), Nurfajri Mursalin, S.I.Kom. Melalui materi “Kantor SAR: Penanganan Bencana Alam dan Peran Potensi Organisasi SAR Mahasiswa”, ia menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dan mahasiswa sebagai potensi SAR yang terlatih dan responsif dalam situasi tanggap darurat.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Aksi Nyata Kemanusiaan

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah transfer pengetahuan, tetapi juga momentum memperkuat jejaring relawan kemanusiaan. Salah satu elemen penting yang turut berkolaborasi aktif adalah Apoteker Tanggap Bencana (ATB) PD IAI Sulawesi Selatan.

Kehadiran ATB Sulsel mempertegas bahwa penanggulangan bencana dari sektor kesehatan, khususnya manajemen logistik obat, edukasi kesehatan, serta pemulihan trauma pascabencana, merupakan bagian yang sangat krusial dalam rantai penyelamatan korban.

Kolaborasi Apoteker Tanggap Bencana PD IAI SULSEL pada Kegiatan Seminar Kebencanaan.

Tim ATB Sulsel pada kegiatan ini diwakili oleh apt. Yuri Pratiwi Utami, apt. Fajrinah, dan apt. Rusmin. Keterlibatan para apoteker ini menjadi bukti nyata bahwa profesi apoteker memiliki peran strategis dalam mendukung respons kebencanaan yang cepat, tepat, dan terintegrasi.

Baca Juga  Antusiasme Apoteker Samarinda Ikut Pecahkan Rekor MURI BPOM, Ikrar Pengendalian Resistensi Antimikroba

Sejalan dengan jalannya seminar, antusiasme peserta juga terlihat pada kegiatan donor darah. Ratusan kantong darah berhasil dikumpulkan dari peserta, mahasiswa, dan relawan yang hadir. Aksi ini menjadi implementasi nyata dari semangat kerelawanan, membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar.

Melalui sinergi antara pemerintah (BPBD), akademisi (Pusat Studi Kebencanaan Unhas), otoritas penyelamat (Basarnas), organisasi profesi (ATB PD IAI Sulsel), dan mahasiswa, seminar ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis serta memperkuat barisan relawan kemanusiaan yang tangguh di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90