<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yusna Fadliyyah Apriyanti &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/yusna-fadliyyah-apriyanti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Oct 2025 00:56:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/10/cropped-file_00000000bbb482079b31d77461868d89-32x32.avif</url>
	<title>Yusna Fadliyyah Apriyanti &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolaborasi Hebat 58 Sponsor dan Ratusan Apoteker Sukseskan World Pharmacist Day 2025 di Bengkulu</title>
		<link>https://iainews.net/58-sponsor-dan-ratusan-apoteker-sukseskan-wpd-bengkulu/</link>
					<comments>https://iainews.net/58-sponsor-dan-ratusan-apoteker-sukseskan-wpd-bengkulu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 16:10:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Desy Amalia]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pd iai bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[WPD 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yenni Fithriani]]></category>
		<category><![CDATA[Yusna Fadliyyah Apriyanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8848</guid>

					<description><![CDATA[Bengkulu, IAINews – Puluhan sponsor mendukung hadirnya ratusan apoteker, tenaga kesehatan, dan mahasiswa farmasi dari...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bengkulu, IAINews – Puluhan sponsor mendukung hadirnya ratusan apoteker, tenaga kesehatan, dan mahasiswa farmasi dari berbagai institusi di Bengkulu yang tumpah ruah di <em>Sport Center</em> Pantai Panjang pada Minggu, 21 September 2025. Dalam suasana penuh semangat, mereka merayakan <em>World Pharmacist Day (WPD)</em> 2025 bertema <em>“Think Health, Think Pharmacist”</em> melalui kegiatan edukatif, sosial, dan olahraga yang menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya peran apoteker dalam menjaga kesehatan.</p>
<p>Acara ini digagas oleh Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi Bengkulu bersama Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) Wilayah Sumatera 2, yang dipimpin oleh Aulia Febrian. Kolaborasi ini bermula dari inisiatif ISMAFARSI Sumatera 2 yang disampaikan kepada Ketua PD IAI Bengkulu, apt. Yenni Fithriani, M.P.A., dalam rapat daring pada 21 Agustus 2025.</p>
<p>Hanya dua hari berselang, rapat perdana dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 dan langsung membentuk kepanitiaan lintas unsur apoteker, tenaga vokasi, serta mahasiswa farmasi dari berbagai institusi. Pelaksanaan kegiatan ditetapkan pada tanggal 21 September 2025, menyesuaikan dengan Pekan <em>World Pharmacists Day</em> yang diselenggarakan secara global oleh <em>The International Pharmaceutical Federation</em> (FIP).</p>
<p><img data-dominant-color="a0978e" data-has-transparency="true" style="--dominant-color: #a0978e;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8849 has-transparency" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-1-Desy-Amalia.avif" alt="Panitia WPD Bengkulu" width="260" height="192" /></p>
<p>Waktu persiapan yang kurang dari sebulan justru menjadi pemacu semangat seluruh tim untuk bekerja ekstra keras menyiapkan agenda besar yang diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi, praktisi kesehatan, dan masyarakat umum. Setiap divisi bekerja keras penuh dedikasi, bahu-membahu mengatasi berbagai keterbatasan dan tantangan, mulai dari perizinan, logistik, hingga koordinasi lintas lembaga. Begitupun upaya untuk mencari sponsor yang akan mendukung terlaksananya acara. Berkat kerja sama dan komunikasi yang solid, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan lancar dan penuh antusiasme dari masyarakat, akademisi, serta tenaga kesehatan.</p>
<p>Dengan waktu persiapan yang sangat singkat panitia berhasil menyusun agenda besar yang mencakup kegiatan penyuluhan kesehatan, donor darah, senam bersama, pemberian vitamin gratis, hingga kampanye edukatif kepada masyarakat. Rapat perdana dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 dengan penetapan</p>
<p>“Semangat teman-teman luar biasa. Semua bekerja bukan karena paksaan, tetapi karena cinta pada profesi,” ungkap apt. Yusna Fadliyyah Apriyanti, M.Farm, Ketua Panitia WPD Bengkulu 2025 yang turut mengoordinasikan setiap divisi dengan penuh dedikasi.</p>
<p><img data-dominant-color="869ec5" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #869ec5;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8896 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-4-Desy-Amalia.png.avif" alt="" width="1066" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-4-Desy-Amalia.png.avif 1066w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-4-Desy-Amalia.png-768x1153.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-4-Desy-Amalia.png-1023x1536.avif 1023w" sizes="(max-width: 1066px) 100vw, 1066px" /></p>
<p>Peringatan <em>World Pharmacist Day</em> 2025 digelar secara terbuka di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu menyuguhkan kegiatan yang variatif dan edukatif. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang mengajak masyarakat berpartisipasi aktif menjaga kebugaran tubuh. Setelah itu, apoteker dan praktisi kefarmasian mengadakan penyuluhan interaktif “Ayo Buang Sampah Obat (ABSO)” serta kampanye DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar). Materi disampaikan dengan bahasa ringan, menjelaskan pentingnya penggunaan obat secara bijak dan cara membuang obat kedaluwarsa tanpa mencemari lingkungan.</p>
<p>Kegiatan donor darah juga menjadi magnet perhatian peserta. Bekerja sama dengan PMI Kota Bengkulu, ratusan peserta berpartisipasi untuk membantu memenuhi kebutuhan darah rumah sakit. Selain itu, panitia membuka layanan cek kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, asam urat, serta konsultasi kesehatan. Peserta tidak hanya mendapatkan layanan pemeriksaan, tetapi juga edukasi langsung dari apoteker tentang gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit.<br />
<img data-dominant-color="677492" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #677492;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8895 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-5-Desy-Amalia.png.avif" alt="WPD 2025 Bengkulu" width="960" height="1280" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-5-Desy-Amalia.png.avif 960w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-5-Desy-Amalia.png-768x1024.avif 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><br />
Sukses besar acara ini tidak terlepas dari dukungan luar biasa 58 sponsor yang berpartisipasi aktif. Sponsor adalah salah satu bagian yang paling penting untuk memastikan jalannya acara. Kontribusi yang diberikan sangat beragam, mulai dari dukungan moril, materil, penyediaan barang, hingga doorprize yang semakin menambah semarak acara.</p>
<p>Panitia menyampaikan terima kasih kepada SMKS 18 Al Yasir dan Apotek Al Yasir 1 yang telah memberikan hadiah utama <em>(grandprize)</em> untuk peserta yang beruntung. Tak lupa pula untuk PT. Phapros, Apoteker Destita – senator asal Provinsi Bengkulu-STIKES Al Fattah, SMKS 16 Farmasi Bengkulu, Apotek Sehat Bersama, Apotek Az Zikra, PT Hexapharm Jaya, PBF Seguring Kecil Sentosa, dan PBF Paten Berkah Family. Beberapa rumah sakit, klinik dan perusahaan juga ikut jadi sponsor seperti RS Ummi, RSHD Kota Bengkulu, Rumah Fisioterapi Physiohealthy, PT Pauh Mandiri Sejahtera, PT Enseval, S1 dan D3 Farmasi Universitas Bengkulu, Klinik Pratama Well.</p>
<p>Bantuan berupa dana juga diberikan oleh jaringan apotek di Bengkulu yaitu Mila Farma, Betungan, Family 24, 4R Farma, R/, Irsyad Farma, Paten Farma 2, Gianra, Saraan, Jihan, Nini Farma, Ado Farma, Baroqah, Abadi, Hero Curup, Karya Budi, Mandiri Medica, Wijaya Curup, Santi, An Nur dan AR 24.</p>
<p><img data-dominant-color="bed5dd" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #bed5dd;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8850 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Bengkulu-3-Desy-Amalia.png.avif" alt="Sponsor WPD 2025 Bengkulu" width="624" height="312" /></p>
<p>Sementara dukungan barang dan fasilitas juga datang dari BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu (UPTD Farmasi), PT. OGB Dexa, PT. Inti Medika Sentosa, Entrasol, Blackmores, PT Paragon DC Bengkulu, Amanie Salon Muslimah, Apotek Sejahtera Utama, Rabbaniyah Care, dan Yakult.</p>
<p>“Bukan hanya dari unsur pemerintah dan swasta, dukungan sponsor juga kami terima dari beberapa apotek dan puskesmas,” jelas Yusna, yang merupakan pengurus IAI Bengkulu.</p>
<p>Apotek dan Puskesmas yang ikut berpartisipasi yaitu Apotek Yenni, Madira, Nauli; dan Puskesmas Penurunan, Kuala lempuing, dan Sindang Dataran. Bantuan diberikan berupa penyediaan barang dalam kebutuhan pelaksanaan Senam Bersama, Pengecekan Kesehatan, Donor Darah, Vitamin Gratis hingga Doorprize.</p>
<p>Dukungan luas dari sponsor membuktikan bahwa sinergi antara profesi, institusi, dunia usaha, dan masyarakat dapat melahirkan gerakan nyata yang berdampak sosial dan edukatif. Panitia menegaskan bahwa keberhasilan WPD 2025 bukan hanya hasil kerja keras internal, tetapi juga buah dari kolaborasi yang erat di antara semua pihak yang peduli pada kemajuan profesi farmasi.</p>
<p>“Kami menyadari bahwa keberhasilan acara ini bukan hanya hasil kerja keras internal, melainkan juga buah dari sinergi bersama sponsor yang telah menunjukkan kepedulian dan dukungan nyata,” tutur Desy Amalia, S.Farm, M.Farm, salah satu panitia pelaksana kegiatan.</p>
<p>Peran serta para sponsor tidak hanya meringankan tugas panitia, tetapi juga menjadi motivasi penting dalam menghidupkan suasana kebersamaan dan menumbuhkan semangat profesi farmasi di tengah masyarakat.</p>
<p>“Dukungan banyaknya sponsor ini membuktikan bahwa kerja sama antara profesi, institusi, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersatu padu dalam mewujudkan sebuah kegiatan besar yang bernilai edukatif, sosial, serta memberikan dampak positif secara luas,” imbuhnya.</p>
<p>Perayaan <em>World Pharmacist Day 2025</em> di Bengkulu menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan karya besar. Dari tepi Pantai Panjang, semangat itu menggema &#8211; “<em>Think Health, Think Pharmacist</em>.” Sebuah ajakan yang mengingatkan bahwa di setiap langkah menuju kesehatan, selalu ada apoteker yang siap mendampingi dengan hati dan pengabdian.&#8211;</p>
<p>Berita terkait:</p>
<p><a href="https://iainews.net/apoteker-lebih-dari-sekadar-pemberi-obat/">https://iainews.net/apoteker-lebih-dari-sekadar-pemberi-obat/</a></p>
<p><a href="https://www.instagram.com/reel/DO3KzKAE3Zu/" target="_blank" rel="noopener">https://www.instagram.com/reel/DO3KzKAE3Zu/</a></p>
<p><a href="https://www.instagram.com/reel/DO733OnkWxr/" target="_blank" rel="noopener">https://www.instagram.com/reel/DO733OnkWxr/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/58-sponsor-dan-ratusan-apoteker-sukseskan-wpd-bengkulu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Lebih dari Sekadar Pemberi Obat, Garda Terdepan Jaga Kesehatan Masyarakat</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-lebih-dari-sekadar-pemberi-obat/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-lebih-dari-sekadar-pemberi-obat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 19:10:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Muthia Nurhidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Panjang Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[pd iai bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kesehatan gratis]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yenni Fithriani]]></category>
		<category><![CDATA[Yusna Fadliyyah Apriyanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8713</guid>

					<description><![CDATA[Bengkulu, IAINews – Peringatan Hari Apoteker Sedunia digelar Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bengkulu, IAINews – Peringatan <strong>Hari Apoteker Sedunia </strong><strong>digelar Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Kota Bengkulu,</strong> di Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu, Minggu (21/09/25). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran apoteker sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, tidak hanya dalam pemberian obat, tetapi juga dalam upaya pencegahan penyakit dan edukasi kesehatan masyarakat. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) Sumatera 2 ini digelar gratis dengan mengusung tema “<em>Think Health, Think Pharmacist</em>”.</p>
<p>Acara dimulai dengan Senam Obat Sehat dan diikuti oleh sekitar 1000 orang peserta apoteker, mahasiswa dan Masyarakat umum. “Hingga hari ini, peserta resmi yang terdaftar berjumlah 350 orang, terdiri dari apoteker dari berbagai bidang praktik serta Tenaga Vokasi Farmasi dari seluruh Provinsi Bengkulu. Kami juga bersyukur karena acara ini turut diramaikan oleh masyarakat dan mahasiswa, sehingga total kehadiran diperkirakan mencapai 1.000 orang” ungkap Ketua Panitia, apt. Yusna Fadliyyah Apriyanti, M.Farm.</p>
<p><img data-dominant-color="66777f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #66777f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8251 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-Permainan-Kreatif.avif" alt="Hari Apoteker Sedunia 2025 Bengkulu" width="657" height="438" /></p>
<p>Selain senam, kegiatan ini menjadi lebih seru dengan pembagian vitamin gratis dan edukasi yang dibalut dengan games yang menarik disertai hadiah yang melimpah. Rangkaian kegiatan berlanjut dengan aksi sosial layanan donor darah bersama PMI yang diikuti masyarakat dengan penuh antusias. Ratusan kantong darah terkumpul sebagai wujud kepedulian dan kontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa.</p>
<h3>Pemeriksaan Kesehatan Gratis</h3>
<p>Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah <strong>pemeriksaan kesehatan gratis</strong>, meliputi <strong>cek tekanan darah,  kadar asam urat, kolesterol, dan gula darah</strong>. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan antusias yang tinggi dari masyarakat yang hadir. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh para apoteker dan tenaga kesehatan menggunakan alat ukur digital dengan hasil yang dapat diketahui secara cepat dan akurat.</p>
<p><img data-dominant-color="8a8a8d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8a8a8d;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8714 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Apoteker-Lebih-Dari-Sekedar-Pemberi-Obat-1_Muthia-Nurhidayah.avif" alt="" width="617" height="459" /></p>
<p>Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, peserta memperoleh <strong>konseling kesehatan personal</strong> dari apoteker. Dalam sesi ini, masyarakat diberikan pemahaman tentang arti hasil pemeriksaan, risiko kesehatan yang mungkin dihadapi, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan melalui<strong> perubahan pola makan, gaya hidup sehat, dan penggunaan obat yang tepat.</strong></p>
<p>Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga mendapatkan edukasi langsung dari apoteker mengenai pentingnya menjaga keseimbangan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat untuk mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan metabolik lainnya.</p>
<p><img data-dominant-color="8f8586" data-has-transparency="true" style="--dominant-color: #8f8586;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8715 size-full has-transparency" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Apoteker-Lebih-Dari-Sekedar-Pemberi-Obat-4_Muthia-Nurhidayah.avif" alt="Hari Apoteker Sedunia 2025 Bengkulu" width="446" height="347" /></p>
<h3>Apoteker Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat</h3>
<p>Ketua PD IAI Bengkulu, apt. Yenni Fithriani, S.Si, MPA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen apoteker dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sesuai dengan tema Hari Apoteker Sedunia tahun ini “<em>Think Health, Think Pharmacist</em>”, apoteker menunjukkan perannya menjaga kesehatan masyarakat, tidak hanya dalam keadaan sakit, tapi juga saat masih sehat.</p>
<p>“Apoteker memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan yang menyeluruh. Melalui kegiatan ini kami ingin masyarakat semakin mengenal apoteker sebagai sahabat dan mitra dalam menjaga kesehatan sehari-hari,” ujarnya.</p>
<p><img data-dominant-color="82605b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #82605b;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8716 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Apoteker-Lebih-Dari-Sekedar-Pemberi-Obat-2_Muthia-Nurhidayah.avif" alt="" width="674" height="450" /></p>
<p>Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga disertai dengan edukasi interaktif dan pembagian materi informasi mengenai edukasi pembuangan sampah obat yang aman, upaya pencegahan resistensi antimikroba, serta penerapan Gerakan 4T.</p>
<p>Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.<br />
Melalui momentum <strong>Hari Apoteker Sedunia</strong>, diharapkan peran apoteker sebagai <strong>pelindung dan pendamping kesehatan masyarakat</strong> semakin dikenal luas dan dihargai.</p>
<p><strong>Selamat Hari Apoteker Sedunia!</strong></p>
<p><em>Apoteker: Always Caring for You</em>.</p>
<p><a href="https://iainews.net/edukasi-kesehatan-seru-dan-menghibur-wpd-2025-bengkulu/">https://iainews.net/edukasi-kesehatan-seru-dan-menghibur-wpd-2025-bengkulu/</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-lebih-dari-sekadar-pemberi-obat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edukasi Kesehatan Seru dan Menghibur di World Pharmacist Day 2025 Bengkulu</title>
		<link>https://iainews.net/edukasi-kesehatan-seru-dan-menghibur-wpd-2025-bengkulu/</link>
					<comments>https://iainews.net/edukasi-kesehatan-seru-dan-menghibur-wpd-2025-bengkulu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 14:56:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Afifah Fauziyyah]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Panjang Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[pd iai bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[WPD 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yenni Fithriani]]></category>
		<category><![CDATA[Yusna Fadliyyah Apriyanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8206</guid>

					<description><![CDATA[Bengkulu, IAINews – Pagi cerah di Sport Center Pantai Panjang disambut antusiasme ribuan masyarakat Bengkulu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bengkulu, IAINews – Pagi cerah di Sport Center Pantai Panjang disambut antusiasme ribuan masyarakat Bengkulu yang mengikuti edukasi kesehatan, Minggu, 21 September 2025. Sejak pukul 06.30 WIB, lokasi acara sudah dipadati peserta dari berbagai kalangan. Apoteker, mahasiswa, pelajar farmasi, hingga masyarakat umum hadir berbaur mengikuti Senam Obat Sehat yang menjadi pembuka peringatan World Pharmacist Day (WPD) 2025.</p>
<p><img data-dominant-color="605e67" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #605e67;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8215 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-undangan.avif" alt="WPD 2025 Bengkulu" width="883" height="498" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-undangan.avif 883w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-undangan-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-undangan-768x433.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-undangan-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 883px) 100vw, 883px" /></p>
<p>Kegiatan yang digelar gratis ini mengusung tema “<em>Think Health, Think Pharmacist</em>” dan diprakarsai Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Bengkulu bersama Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) Sumatera 2. Semangat kebersamaan begitu terasa sejak awal acara. Gerakan penuh energi yang dipandu instruktur senam bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga mencairkan jarak antara apoteker dan masyarakat.</p>
<p>“Senam ini bukan sekadar olahraga, tetapi bentuk kebersamaan kita untuk menjaga kesehatan. Apoteker ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya di balik meja pelayanan,” ujar Ketua Panitia, apt. Yusna Fadliyyah Apriyanti, M.Farm, dengan penuh semangat.</p>
<p>Selepas senam, panitia membagikan vitamin gratis kepada seluruh peserta. Program ini mendapat sambutan meriah karena dinilai bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dukungan datang dari berbagai sponsor, termasuk PT Seguring Kecil Sentosa dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.</p>
<h2>Aksi Sosial untuk Kesehatan Bersama</h2>
<p>Setelah tubuh bugar dengan senam, rangkaian kegiatan berlanjut dengan aksi sosial. PMI hadir membuka layanan donor darah yang diikuti masyarakat dengan penuh antusias. Ratusan kantong darah terkumpul sebagai wujud kepedulian dan kontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa.</p>
<p>Di sisi lain area acara, stand cek kesehatan gratis juga dipadati peserta. Apoteker memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, hingga konsultasi singkat mengenai gaya hidup sehat. Layanan ini menjadi bukti bahwa kehadiran apoteker sangat relevan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.</p>
<p><img data-dominant-color="929cad" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #929cad;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8210 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG-2.avif" alt="Cek Kesehatan Gratis" width="673" height="380" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG-2.avif 673w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG-2-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG-2-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 673px) 100vw, 673px" /></p>
<p>“Saya jadi tahu gula darah saya agak tinggi. Untung ada apoteker yang memberi saran supaya saya bisa menjaga pola makan,” ungkap Pak Mulyono, salah seorang warga yang ikut memeriksakan kesehatannya.</p>
<p>Momentum ini memperlihatkan bahwa profesi apoteker tak hanya berperan dalam pelayanan obat, tetapi juga dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.</p>
<h2>Edukasi Kesehatan dengan Cara Seru</h2>
<p>Bagian inti dari WPD 2025 Bengkulu adalah edukasi kesehatan yang dikemas dengan cara berbeda: seru dan menghibur. Di panggung utama, panitia menghadirkan penyuluhan oleh Balai POM Bengkulu BPOM Bengkulu tentang Ayo Buang Sampah Obat dengan Baik (ABSO) dan Pengendalian Resistensi Antimikroba. Acara ini dipandu oleh apt. Novri Fitriani, S.Farm., dan apt. Karina Primatyas, M.Pharm.Sci. Pesan sederhana ini disampaikan dengan cara kreatif agar lebih mudah dipahami.</p>
<p>Sesi edukasi dipadukan dengan kuis interaktif dan permainan kreatif. Lomba lempar bola dan tarik benang menjadi favorit karena setiap tantangan diselipkan pertanyaan seputar penggunaan obat yang benar. Materi yang dibahas mencakup DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang obat dengan benar), kampanye ABSO, hingga edukasi obat cacing.</p>
<figure id="attachment_8212" aria-describedby="caption-attachment-8212" style="width: 471px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="6598da" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6598da;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8212 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-Permainan-Kreatif-3.avif" alt="Edukasi Kesehatan dengan Permainan Kreatif" width="471" height="708" /><figcaption id="caption-attachment-8212" class="wp-caption-text">Edukasi Kesehatan dengan Permainan Kreatif</figcaption></figure>
<p>“Edukasi seperti ini terasa lebih mudah dipahami. Anak-anak juga senang ikut bermain sambil belajar,” ujar Rina, seorang ibu yang membawa anaknya mengikuti permainan.</p>
<p>Suasana semakin riuh ketika hadiah bingkisan dari sponsor dibagikan kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Sorak-sorai dan tawa penonton menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tidak selalu harus kaku, tetapi bisa dikemas dengan cara yang menghibur.</p>
<p>Selain menyampaikan pesan kesehatan, permainan ini juga mempererat hubungan apoteker dengan masyarakat. Apoteker tampil bukan hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli dan hadir dalam keseharian masyarakat.</p>
<p><img data-dominant-color="66777f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #66777f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8251 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-Permainan-Kreatif.avif" alt="WPD 2025 Bengkulu" width="657" height="438" /></p>
<h2>Perayaan Profesi Farmasi Penuh Makna</h2>
<p>World Pharmacist Day 2025 di Bengkulu tidak hanya berhenti pada olahraga, donor darah, atau permainan edukatif. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah pengabdian, pembelajaran, sekaligus perayaan profesi farmasi.</p>
<p>Apoteker Afifah Fauziyyah, M.Farm., menegaskan bahwa WPD adalah momentum refleksi profesi. “Apoteker harus terus meningkatkan kontribusi di masyarakat. Tidak hanya memberikan obat ketika sakit, tetapi juga melakukan edukasi, pencegahan, dan upaya promotif agar masyarakat lebih sehat,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari sponsor dan mitra. Kehadiran puluhan sponsor memungkinkan panitia menyediakan vitamin gratis, hadiah doorprize, hingga fasilitas untuk pelaksanaan acara. Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara profesi farmasi, pemerintah, dan sektor swasta dapat menghasilkan manfaat luas bagi masyarakat.</p>
<p><img data-dominant-color="68717e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #68717e;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8214 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-Pemenang-Doorprize.avif" alt="Pemenang Doorprize" width="663" height="442" /></p>
<p>Kegiatan edukasi kesehatan pada WPD 2025 di Bengkulu pun ditutup dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Dari senam massal hingga permainan edukatif, dari donor darah hingga cek kesehatan gratis, semua rangkaian kegiatan memperlihatkan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas dengan cara yang seru dan menghibur tanpa kehilangan makna.</p>
<p>World Pharmacist Day 2025 di Bengkulu sukses besar, meninggalkan pesan mendalam bahwa apoteker bukan hanya tenaga kesehatan di balik meja, tetapi juga mitra sehat masyarakat yang hadir di setiap lini kehidupan, termasuk dalam memberikan edukasi kesehatan secara terus menerus. Sesuai dengan tema WPD tahun ini, &#8220;Think Health, Think Pharmacist&#8221;.</p>
<p>Berita terkait:</p>
<p><a href="https://iainews.net/1000-peserta-senam-obat-sehat-di-wpd-2025-bengkulu/">https://iainews.net/1000-peserta-senam-obat-sehat-di-wpd-2025-bengkulu/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/edukasi-kesehatan-seru-dan-menghibur-wpd-2025-bengkulu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1.000 Peserta Meriahkan Senam Obat Sehat di World Pharmacist Day 2025 Bengkulu</title>
		<link>https://iainews.net/1000-peserta-senam-obat-sehat-di-wpd-2025-bengkulu/</link>
					<comments>https://iainews.net/1000-peserta-senam-obat-sehat-di-wpd-2025-bengkulu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Cathliya Khairunnisa]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Dedy Wahyudi]]></category>
		<category><![CDATA[donor darah]]></category>
		<category><![CDATA[Edriwan Mansyur]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Karina Primatyas]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Arez]]></category>
		<category><![CDATA[Novri Fitriani]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Panjang Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[pd iai bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Senam Obat Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yenni Fithriani]]></category>
		<category><![CDATA[Yusna Fadliyyah Apriyanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8194</guid>

					<description><![CDATA[Bengkulu, IAINews – Ribuan orang tumpah ruah di Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu, meramaikan peringatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bengkulu, IAINews – Ribuan orang tumpah ruah di Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu, meramaikan peringatan <em>World Pharmacist Day (WPD) </em>2025, Minggu lalu (21/09/2025). Puncak acara bertajuk Senam Obat Sehat ini diikuti sekitar 1.000 peserta, terdiri dari apoteker, tenaga vokasi, mahasiswa, pelajar farmasi, dan masyarakat umum.</p>
<p>Kegiatan yang diinisiasi Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) Sumatera 2 bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bengkulu ini menjadi bukti nyata kedekatan profesi apoteker dengan masyarakat. Meski jumlah peserta resmi tercatat 350 orang, kehadiran publik yang membeludak membuat suasana semakin semarak. “Kehadiran masyarakat yang begitu ramai adalah bukti profesi apoteker semakin dekat dengan masyarakat. WPD bukan hanya perayaan, tetapi momentum kebersamaan dan edukasi kesehatan,” ujar Ketua Panitia, apt. Yusna Fadliyyah Apriyanti, M.Farm.</p>
<p><img data-dominant-color="cadbe3" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #cadbe3;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8195 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu_Poster.avif" alt="Poster Senam Obat Sehat" width="472" height="668" /><br />
Acara dimulai dengan Senam Obat Sehat yang diikuti oleh seluruh masyarakat dengan perkiraan mencapai 1000 orang. “Hingga hari ini, peserta resmi yang terdaftar berjumlah 350 orang, terdiri dari apoteker dari berbagai bidang praktik serta Tenaga Vokasi Farmasi dari seluruh Provinsi Bengkulu. Kami juga bersyukur karena acara ini turut diramaikan oleh masyarakat dan mahasiswa, sehingga total kehadiran diperkirakan mencapai 1.000 orang” ungkap Yusna lebih lanjut.</p>
<h2>Apoteker Hadir di Tengah Masyarakat</h2>
<p>Senam Obat Sehat menjadi daya tarik utama. Melalui gerakan sederhana namun penuh energi, masyarakat diajak menyadari bahwa aktivitas fisik adalah obat alami terbaik. Dengan bergerak bersama, sekat antara tenaga kesehatan dan masyarakat mencair. Apoteker tampil bukan hanya sebagai penyedia obat, melainkan sahabat sehat yang hadir di tengah kehidupan masyarakat.</p>
<p>Senam Obat Sehat lahir dari gagasan sederhana bahwa gerak tubuh adalah “obat” alami terbaik. Sama seperti obat yang diberikan untuk menyembuhkan penyakit, senam dan aktivitas fisik teratur mampu menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan daya tahan, serta mencegah berbagai masalah kesehatan. Lebih dari itu, Senam Obat Sehat menjadi jembatan interaksi antara apoteker dan masyarakat. Melalui gerakan bersama, sekat antara tenaga kesehatan dan publik semakin cair, sehingga tercipta kedekatan emosional yang memudahkan penyampaian edukasi tentang kesehatan dan penggunaan obat yang tepat.</p>
<figure id="attachment_8196" aria-describedby="caption-attachment-8196" style="width: 726px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="575c62" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #575c62;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8196 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu_Senam.avif" alt="Senam Obat Sehat" width="726" height="410" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu_Senam.avif 726w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu_Senam-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu_Senam-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px" /><figcaption id="caption-attachment-8196" class="wp-caption-text">1000 peserta apoteker, mahasiswa dan masyarakat mengikuti Kegiatan Senam Obat Sehat</figcaption></figure>
<p>Setelah Senam Obat Sehat, acara dibuka yang diawali sambutan kreatif yang dilakukan secara bersamaan oleh Ketua PD IAI Provinsi Bengkulu, apt. Yenni Fithriani, M.P.A, Ketua Panitia, apt. Yusna Fadliyyah Apriyanti, M.Farm, Ketua Himpunan Mahasiswa S1 Farmasi Universitas Bengkulu, Muhammad Arez dan perwakilan pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) Sumatera2, Cathliya Khairunnisa secara bersamaan<strong>.</strong> Dalam sambutan keempat perwakilan organisasi menyampaikan pantun pembuka:</p>
<p>“Jalan-jalan ke Kota Bengkulu,<br />
Singgah sebentar membeli kopi.<br />
Salam hangat untuk hadirin semua,<br />
Selamat datang di acara farmasi.”</p>
<p>Pantun tersebut disambut tepuk tangan riuh peserta yang memenuhi area Sport Center. Kehadiran Walikota Bengkulu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala TU BPOM, Dekan FMIPA UNIB, serta perwakilan organisasi profesi semakin menegaskan dukungan lintas sektor terhadap acara ini.</p>
<p>Dalam sambutannya, apt. Yenni juga mengingatkan bahaya resistensi antimikroba (AMR) yang telah menyebabkan 1,27 juta kematian global pada 2019. Selanjutnya Yenni menyampaikan terimakasih atas kehadiran undangan yaitu Walikota Bengkulu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Kepala TU BPOM Provinsi Bengkulu, Dekan FMIPA UNIB, Senator apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., dan perwakilan dari seluruh organisasi profesi di Provinsi Bengkulu.</p>
<figure id="attachment_8197" aria-describedby="caption-attachment-8197" style="width: 831px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="5479aa" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #5479aa;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8197 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu.avif" alt="Penyelenggara WPD IAI Bengkulu 2025" width="831" height="456" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu.avif 831w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-768x421.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 831px) 100vw, 831px" /><figcaption id="caption-attachment-8197" class="wp-caption-text">Ketua PD IAI Bengkulu, Ketua Panitia, Perwakilan Ismafarsi dan Ketua Himafas1</figcaption></figure>
<p>Kampanye Yenni disambut baik oleh Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M, Walikota Bengkulu dan Dr. drg. H. Edriwan Mansyur MM, Plt. Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu yang berterimakasih kepada PD IAI Bengkulu karena terus berkomitmen untuk mengkampanyekan penggunaan obat dengan baik kepada masyarakat.</p>
<p>Selain mempererat hubungan apoteker dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi profesi. “Apoteker bukan hanya hadir ketika pasien sakit, tetapi juga garda depan dalam edukasi, pencegahan, dan promosi kesehatan,” tegas apt. Yusna. Perwakilan mahasiswa, Muhammad Arez (Himafas) dan Cathliya Khairunnisa (ISMAFARSI), berharap kegiatan ini meninggalkan kesan positif.</p>
<p>“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa apoteker selalu hadir untuk mereka, baik melalui edukasi, pelayanan, maupun kegiatan sosial,” ungkap mereka.</p>
<p>Sebagai simbol pembukaan, bunyi dol khas Bengkulu menggema, menandai dimulainya rangkaian kegiatan.</p>
<figure id="attachment_8198" aria-describedby="caption-attachment-8198" style="width: 827px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="7f757f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7f757f;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8198 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-pemukulan-dol.avif" alt="Pemukulan Dol" width="827" height="466" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-pemukulan-dol.avif 827w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-pemukulan-dol-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-pemukulan-dol-768x433.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-pemukulan-dol-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 827px) 100vw, 827px" /><figcaption id="caption-attachment-8198" class="wp-caption-text">Pembukaan secara simbolis dengan pemukulan Dol</figcaption></figure>
<h2>Edukasi, Aksi Sosial, dan Kepedulian Lingkungan</h2>
<p>Selain Senam Obat Sehat, WPD 2025 juga menghadirkan edukasi kesehatan. BPOM Bengkulu mengisi penyuluhan tentang cara membuang obat rusak dan kedaluwarsa dengan benar, melalui kampanye Ayo Buang Sampah Obat dengan Baik (ABSO). Selain itu, juga edukasi tentang Pengendalian Resistensi Antimikroba, yang dipandu oleh apt. Novri Fitriani, S.Farm., dan apt. Karina Primatyas, M.Pharm.Sci. Sesi tanya jawab berhadiah membuat suasana interaktif dan menarik.</p>
<p>Di area lain, setelah mengikuti Senam Obat Sehat masyarakat berbondong-bondong mengikuti donor darah yang digelar bersama PMI. Ratusan kantong darah terkumpul sebagai wujud nyata kepedulian. Sementara itu, stand cek kesehatan gratis dipadati warga yang ingin memeriksa tekanan darah, gula darah, hingga berkonsultasi dengan apoteker. “Saya jadi tahu gula darah saya agak tinggi. Terima kasih kepada apoteker yang memberi penjelasan,” ungkap Pak Mulyono, salah satu peserta yang tampak lega mendapat informasi tentang kondisinya.</p>
<p><img data-dominant-color="afb2af" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #afb2af;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8199 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-donor-darah.avif" alt="Mobil Donor Darah" width="798" height="531" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-donor-darah.avif 798w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-donor-darah-768x511.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 798px) 100vw, 798px" /><br />
Tidak hanya itu, panitia membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membawa obat rusak dan kedaluwarsa dari rumah. Stand khusus yang disiapkan BPOM menerima obat-obatan tersebut untuk dimusnahkan secara aman. Program ini memberi edukasi praktis tentang bagaimana menjaga kesehatan sekaligus melestarikan lingkungan.</p>
<h2>Meriah dengan Doorprize dan Dukungan Sponsor</h2>
<p>Sorak-sorai semakin membahana saat pembagian doorprize. Dari perlengkapan rumah tangga hingga goodie bag sponsor, hadiah yang dibagikan membuat suasana penuh keceriaan. Anak-anak, orang tua, hingga mahasiswa terlihat antusias menunggu undian.</p>
<p>Kesuksesan WPD 2025 tak lepas dari dukungan 59 sponsor, mulai dari instansi pemerintah, industri farmasi, lembaga pendidikan, hingga usaha lokal. Beberapa di antaranya adalah BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, PT Phapros, STIKES Al Fattah, SMKS 16 dan 18 Farmasi, PT OGB Dexa, PT Hexapharm Jaya, Blackmores, Wardah, dan Entrasol. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor. Dukungan mereka menjadi kunci terselenggaranya acara ini dengan sukses,” tutur apt. Yusna.</p>
<figure id="attachment_8200" aria-describedby="caption-attachment-8200" style="width: 653px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="757883" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #757883;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8200 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG.avif" alt="Cek Kesehatan Gratis" width="653" height="368" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG.avif 653w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025-Bengkulu-CKG-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /><figcaption id="caption-attachment-8200" class="wp-caption-text">Masyarakat Antri Melakukan Cek Kesehatan Gratis</figcaption></figure>
<p>Dengan semangat itu, World Pharmacist Day 2025 di Bengkulu dengan agenda utama Senam Obat Sehat tersebut meninggalkan pesan mendalam: apoteker bukan hanya tenaga kesehatan di balik meja, tetapi mitra sehat masyarakat yang hadir di setiap lini kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/1000-peserta-senam-obat-sehat-di-wpd-2025-bengkulu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Generik Bukan Kelas Dua: Menegaskan Mutu dalam Praktik Kefarmasian</title>
		<link>https://iainews.net/generik-bukan-kelas-dua-menegaskan-mutu-dalam-praktik-kefarmasian/</link>
					<comments>https://iainews.net/generik-bukan-kelas-dua-menegaskan-mutu-dalam-praktik-kefarmasian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 09:41:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bpom]]></category>
		<category><![CDATA[efikasi dan keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[obat generik]]></category>
		<category><![CDATA[obat paten]]></category>
		<category><![CDATA[strategi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Yusna Fadliyyah Apriyanti]]></category>
		<category><![CDATA[zat aktif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6617</guid>

					<description><![CDATA[PERSEPSI masyarakat terhadap obat masih seringkali dipengaruhi oleh merek dan harga. Banyak yang menganggap bahwa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PERSEPSI masyarakat terhadap obat masih seringkali dipengaruhi oleh merek dan harga. Banyak yang menganggap bahwa obat bermerek (sering disebut obat paten) memiliki kualitas lebih unggul dibandingkan obat generik bermerek.</p>
<p>Padahal, secara regulasi, kedua jenis obat tersebut harus memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat yang sama.</p>
<p>Ketidaktahuan ini dapat berdampak pada ketidakpercayaan pasien terhadap terapi yang diberikan, terlebih jika obat generik bermerek disubstitusikan oleh apoteker di pelayanan farmasi.</p>
<p><img data-dominant-color="b8b0ac" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b8b0ac;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6619 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/pexels-mart-production-7231802-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Istilah ‘obat paten’ dalam masyarakat sering kali tidak merujuk pada makna hukum paten sebenarnya, melainkan pada obat bermerek pertama yang beredar di pasaran.</p>
<p>Setelah masa paten berakhir, obat dengan zat aktif yang sama dapat diproduksi oleh industri farmasi lain dalam bentuk obat generik bermerek.</p>
<p>Obat generik bermerek biasanya memiliki nama dagang sendiri, tampilan kemasan yang berbeda, serta strategi pemasaran masing-masing perusahaan.</p>
<p>Di sinilah muncul variasi harga yang kadang cukup signifikan antar produk dengan kandungan zat aktif yang sama.</p>
<p>Perbedaan harga ini bukan disebabkan oleh perbedaan kualitas zat aktif, melainkan oleh faktor-faktor seperti biaya branding, pengembangan formulasi tambahan, bentuk sediaan khusus, hingga strategi promosi.</p>
<p>Hal-hal tersebut adalah strategi bisnis yang sah dan umum diterapkan dalam industri farmasi.</p>
<p>Namun, tantangan muncul ketika pasien atau tenaga kesehatan sendiri kurang memahami bahwa nilai terapeutik obat generik bermerek setara dengan produk referensinya.</p>
<p>Dalam konteks pelayanan kefarmasian, apoteker memiliki peran penting dalam menjembatani pemahaman ini.</p>
<p>Apoteker tidak hanya berperan dalam menyerahkan obat, tetapi juga memberikan edukasi dan klarifikasi kepada pasien.</p>
<p>Di Indonesia, peraturan perundangan seperti Permenkes RI No. 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek memberikan kewenangan bagi apoteker untuk melakukan substitusi obat, termasuk dalam pelayanan swamedikasi, sepanjang didasarkan pada pertimbangan ilmiah dan bertujuan untuk kepentingan pasien.</p>
<p>Penerapan substitusi obat oleh apoteker, apabila dilakukan secara bertanggung jawab, dapat mendukung aksesibilitas obat bagi masyarakat tanpa menurunkan kualitas terapi.</p>
<p>Dalam hal ini, keterbukaan informasi menjadi kunci. Pasien perlu dijelaskan bahwa substitusi dilakukan dengan produk yang telah teregistrasi dan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga tidak ada perbedaan klinis yang berarti dalam hal efikasi dan keamanan.</p>
<p>Strategi edukasi yang efektif juga harus disertai pendekatan yang komunikatif. Apoteker dapat menggunakan media visual, simulasi, hingga penyuluhan komunitas untuk menjelaskan perbedaan istilah obat paten, generik bermerek, dan generik polos.</p>
<p>Pendekatan ini sangat relevan dalam dunia pendidikan farmasi agar mahasiswa memahami peran strategis mereka di masa depan sebagai pemberi informasi dan pembela hak kesehatan masyarakat.</p>
<p>Dalam praktik bisnis apotek, apoteker juga dapat menerapkan strategi pelayanan yang berfokus pada kebutuhan pasien.</p>
<p>Meskipun margin keuntungan dari obat generik bermerek lebih rendah dibandingkan obat bermerek dagang, apoteker tetap dapat menjaga kelangsungan usaha melalui efisiensi pengelolaan stok, layanan konsultasi tambahan, dan inovasi seperti paket terapi yang ekonomis dan rasional.</p>
<p>Pelayanan yang berorientasi pada kualitas akan menciptakan loyalitas pasien.</p>
<p>Di tengah tantangan ekonomi dan kesenjangan akses obat di beberapa wilayah Indonesia, keberadaan apoteker yang mampu memberikan substitusi yang tepat menjadi aset berharga dalam sistem kesehatan.</p>
<p>Substitusi yang tepat bukan hanya tentang mengganti produk, tetapi juga menjamin keberlanjutan terapi pasien secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.</p>
<p>Upaya memperkuat persepsi positif terhadap obat generik bermerek tidak bisa hanya dilakukan oleh apoteker secara individu.</p>
<p>Perlu kolaborasi antara institusi pendidikan, asosiasi profesi, pemerintah, dan media untuk menyampaikan pesan yang konsisten dan berbasis bukti.</p>
<p>Edukasi publik yang komprehensif akan menurunkan resistensi terhadap obat generik, sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa kualitas tidak hanya ditentukan oleh harga dan merek.</p>
<p>Dengan menjunjung tinggi prinsip ilmiah, etika profesi, dan keberpihakan pada pasien, apoteker dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa setiap orang menerima terapi yang aman, efektif, dan terjangkau.</p>
<p>Membangun kepercayaan terhadap obat generik bermerek adalah bagian dari misi besar untuk menyehatkan bangsa secara berkeadilan.</p>
<p>Meluruskan persepsi tentang obat adalah langkah awal menuju sistem kesehatan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada mutu.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/generik-bukan-kelas-dua-menegaskan-mutu-dalam-praktik-kefarmasian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Punya Peran Penting dalam Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba melalui Pencegahan dan Rehabilitasi</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-memutus-rantai-peredaran-gelap-narkoba-melalui-pencegahan-dan-rehabilitasi/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-memutus-rantai-peredaran-gelap-narkoba-melalui-pencegahan-dan-rehabilitasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 09:36:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[aspek edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[HANI]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anti Narkotika Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Islandia]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan sejak dini]]></category>
		<category><![CDATA[penegakan hukum]]></category>
		<category><![CDATA[peredaran gelap narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yusna Fadliyyah Apriyanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6075</guid>

					<description><![CDATA[SETIAP 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), mengingatkan akan tantangan global dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SETIAP 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), mengingatkan akan tantangan global dan nasional dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba.</p>
<p><img data-dominant-color="5e4d41" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #5e4d41;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6076 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/pexels-rdne-6003408-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Pada tahun 2025 ini, tema HANI disampaikan oleh BNN RI dengan komitmen untuk <em>“Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkoba melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan”.</em></p>
<p>Tema ini menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan narkoba tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh tindakan strategis dalam pencegahan dan pemulihan.</p>
<p>Salah satu pendekatan penting adalah menempatkan pencegahan sebagai fondasi utama, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan, termasuk apoteker.</p>
<p>Penanaman upaya pencegahan sejak dini merupakan langkah strategis demi melindungi generasi muda dari risiko penyalahgunaan narkoba.</p>
<p>Melalui edukasi di lingkungan sekolah, kampus, dan keluarga, pemahaman tentang bahaya zat adiktif akan semakin menyebar luas.</p>
<p>Peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan petugas layanan kesehatan juga menjadi elemen penting, sementara literasi masyarakat terhadap kesehatan mental perlu diperkuat.</p>
<p>Islandia menjadi contoh negara yang sukses dalam penerapan pendekatan preventif. Dengan memperkuat komunikasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas serta mendorong remaja aktif dalam kegiatan positif, angka penggunaan alkohol dan narkoba di kalangan muda dapat ditekan secara signifikan.</p>
<p>Selain aspek edukasi, pendekatan yang berlandaskan nilai kemanusiaan terhadap pengguna narkoba juga patut dikedepankan.</p>
<p>Banyak mantan pengguna di Indonesia mengalami pengucilan sosial yang berdampak pada rendahnya partisipasi dalam program pemulihan.</p>
<p>Padahal, keberhasilan rehabilitasi sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang mendukung dan layanan yang mudah diakses serta tidak menghakimi.</p>
<p>Rehabilitasi masa kini tidak hanya berfokus pada pengeluaran zat dari tubuh, tetapi juga membangun kembali ketahanan psikologis, kepercayaan diri, dan keterampilan hidup.</p>
<p>Dengan menciptakan sistem rehabilitasi yang ramah dan inklusif, masyarakat turut berperan dalam memulihkan martabat individu dan mengurangi angka kekambuhan.</p>
<p>Pemahaman menyeluruh tentang jenis dan dampak narkoba menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.</p>
<p>Narkotika seperti heroin dan morfin dapat menekan fungsi sistem saraf pusat serta menimbulkan ketergantungan fisik yang berat.</p>
<p>Sementara itu, psikotropika seperti ekstasi dan amfetamin mengubah persepsi dan kondisi mental, sedangkan zat adiktif legal seperti alkohol dan nikotin tetap berisiko tinggi terhadap kesehatan jangka panjang.</p>
<p>Dampak narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik dan jiwa, tetapi juga merembet ke aspek sosial seperti kehilangan pendidikan, kesulitan ekonomi, hingga keterlibatan dalam tindak kriminal.</p>
<p>Penanganan narkoba yang menyeluruh idealnya dibangun di atas empat pilar utama: pencegahan, deteksi dini, rehabilitasi, dan penegakan hukum.</p>
<p>Upaya preventif yang dirancang berdasarkan kajian ilmiah perlu dijalankan secara interaktif dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.</p>
<p>Pemeriksaan rutin di institusi pendidikan dan tempat kerja merupakan langkah awal untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan.</p>
<p>Rehabilitasi yang efektif harus mencakup dukungan medis, konseling psikososial, serta keterlibatan keluarga dan komunitas sekitar.</p>
<p>Sementara itu, pemberantasan jaringan peredaran gelap tetap perlu dijalankan secara tegas namun selaras dengan prinsip pemulihan yang memanusiakan pengguna.</p>
<p>Dalam konteks pelayanan kesehatan, apoteker memiliki peran penting dalam mendukung pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan narkoba.</p>
<p>Sebagai tenaga kesehatan yang kompeten dalam pengelolaan obat, apoteker bertanggung jawab untuk memastikan penggunaan obat golongan narkotika dan psikotropika dilakukan secara rasional, aman, dan sesuai indikasi medis.</p>
<p>Melalui layanan farmasi klinik, apoteker dapat berkontribusi dalam edukasi pasien, monitoring terapi, serta mencegah penyalahgunaan resep.</p>
<p>Di tingkat komunitas, apoteker dapat menjadi agen edukatif yang menjelaskan risiko penyalahgunaan zat adiktif, termasuk melalui program penyuluhan, sosialisasi di sekolah, hingga kolaborasi dengan BNN dan tenaga kesehatan lain.</p>
<p>Kolaborasi aktif antara apoteker, tenaga medis, lembaga pendidikan, serta aparat penegak hukum merupakan kekuatan besar dalam membentuk ekosistem pelayanan kesehatan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-memutus-rantai-peredaran-gelap-narkoba-melalui-pencegahan-dan-rehabilitasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak UU No 17 tahun 2023, Apoteker Yang Tak Bergabung di Organisasi Profesi Tak Mendapatkan Perlindungan Hukum Semestinya</title>
		<link>https://iainews.net/dampak-uu-no-17-tahun-2023-apoteker-yang-tak-bergabung-di-organisasi-profesi-tak-mendapatkan-perlindungan-hukum-semestinya/</link>
					<comments>https://iainews.net/dampak-uu-no-17-tahun-2023-apoteker-yang-tak-bergabung-di-organisasi-profesi-tak-mendapatkan-perlindungan-hukum-semestinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 03:24:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Destita Khairilisani]]></category>
		<category><![CDATA[gudang farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Profesi]]></category>
		<category><![CDATA[pd iai bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Skp]]></category>
		<category><![CDATA[UU no 17 tahun 2023 tentang kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Yusna Fadliyyah Apriyanti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4859</guid>

					<description><![CDATA[BENGKULU, IAINews – Dampak yang dirasakan apoteker berkaitan dengan UU No 17 tahun 2023 tentang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BENGKULU, IAINews – Dampak yang dirasakan apoteker berkaitan dengan UU No 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, adalah tidak terlindunginya apoteker saat bermasalah dengan hukum.</p>
<p>UU No 17 tahun 2023 tentang Kesehatan tak mewajibkan apoteker untuk bergabung dengan organisasi profesi (OP), akibatnya sejumlah apoteker memilih untuk tidak menjadi anggota Ikatan Apoteker Indonesia.</p>
<p>Sejak tidak dipersyaratkan rekomendasi organisasi profesi dalam pengurusan SIP di DPMPTSP, ditemukan beberapa apoteker tidak tergabung dalam organisasi profesi setempat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4860" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-1.jpg" alt="" width="1283" height="616" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-1.jpg 1283w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-1-768x369.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1283px) 100vw, 1283px" /></p>
<p>Masalah yang timbul dari hal tersebut, ada apoteker yang berdomisili di Kalimantan tetapi SIPA-nya ada di apotek Bengkulu.</p>
<p>Ditemukan juga apoteker yang telah berpraktek, bermasalah dengan investornya, dan akhirnya tidak mendapatkan haknya sesuai perjanjian.</p>
<p>Karena apoteker tersebut tidak tergabung dalam organisasi profesi, pengurus tidak dapat memberikan advokasi terhadap yang bersangkutan.</p>
<p>‘’Jika apoteker bergabung ke organisasi profesi dari awal, pendampingan dilakukan sejak perjanjian kerjasama dengan investor sehingga hak dan kewajiban yang harus dipenuhi bisa sesuai kesepakatan,’’ ungkap Ketua PD IAI Bengkulu, apt Yenni Fithriani.</p>
<p>Demikian salah satu aspirasi yang disampaikan PD IAI Bengkulu kepada anggota DPD RI Dapil Bengkulu, apt Destita Khairilisani dalam sebuah diskusi yang berlangsung dekat dan akrab.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4861" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-2.jpg" alt="" width="810" height="411" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-2.jpg 810w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-2-768x390.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 810px) 100vw, 810px" /></p>
<p>PD IAI Bengkulu juga menyampaikan kondisi tentang SKP apoteker yang berpraktik di distribusi dan industri belum terakomodir dalam skp.kemkes.</p>
<p>Sementara apoteker yang bekerja di kedua tempat tersebut harus memiliki SIPA dalam berpraktik dan salah satu syarat untuk memperpanjang SIPA adalah kecukupan SKP.</p>
<p>Anggota DPD RI, apt Derstita Khairilisani, S.Farm, MSM, belum lama ini mengundang apoteker Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Bengkulu untuk bersilaturahmi dan berdiskusi, ditengah masa resesnya.</p>
<p>Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat Komite III DPD RI di Dapil Bengkulu tersebut dilaksanakan pada Jumat, 10 Januari 2025.</p>
<p>Senator Destita Khairilisani mengundang PD IAI Bengkulu untuk menyampaikan aspirasinya berkaitan dengan isu-isu kefarmasian di Indonesia, khususnya di wilayah Bengkulu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4862" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-3.jpg" alt="" width="742" height="445" /></p>
<p>Komite III DPD RI memiliki lingkup pengawasan atas pelaksanaan undang-undang bidang tertentu salah satunya adalah bidang kesehatan.</p>
<p>Agenda kegiatan ini membahas tiga hal, yaitu pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, khususnya program makanan bergizi gratis, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya penetapan upah minimum tahun 2025 dan isu tambahan terkait profesi kefarmasian di Provinsi Bengkulu.</p>
<p>Isu kefarmasian di provinsi Bengkulou menjadi pokok bahasan penting ketiga, mengingat Destita Khairilisani juga adalah seorang apoteker.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PD IAI Bengkulu, apt. Yenni Fithriani, S.Si., MPA dan 11 orang lainnya yang mewakili Dewan Penasehat, para Ketua Seminat serta Pengurus Cabang Kabupaten Lebong dan Seluma.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, apt Dheoziade perwakilan dari Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (Hisfarma) menyampaikan aspirasi mengenai dampak dari Undang-Undang No 17/2023 tentang Kesehatan yang memberikan celah obat dapat dijualbelikan secara bebas di sarana non kefarmasian.</p>
<p>‘’Hal lain yang menjadi keprihatinan kami, ibu senator, adalah mengenai pelayanan kefarmasian di faskes pertama, Dimana jasa layanan apoteker belum masuk dalam komponen pembiayaan dari pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional,’’ tutur apt Dheoziade.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4863" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/Senator-Destita-4.jpg" alt="" width="601" height="306" /></p>
<p>Sementara apt Intan yang mewakili Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (Hisfarsi) berharap agar  pemerintah dapat melugaskan bahwa kewenangan tentang pengadaan obat dan BMHP ada di apoteker.</p>
<p>Ia juga berharap agar DPD (Dewan Pertimbangan Daerah) dapat mendorong pejabat pengadaan yang ada di sarana milik pemerintah, untuk obat dan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai), harus berprofesi Apoteker.</p>
<p>Perwakilan apoteker yang bekerja sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara)  di Dinas Kesehatan Provinsi, memberikan gambaran terkait kondisi tenaga kefarmasian di Dinas Kesehatan.</p>
<p>Mereka mengharapkan adanya perbaikan terkait regulasi analisis beban kerja dan jabatan fungsional yang ditetapkan dari Kementerian Kesehatan.</p>
<p>Jabatan fungsional yang ada di Dinas Kesehatan hanya bisa ditempati oleh jabatan fungsional umum, seperti administrator kesehatan, pengawas dan lain-lain.</p>
<p>Sedangkan apoteker muda, apoteker pratama dan apoteker madya adalah jabatan fungsional yang ditempatkan di pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit atau UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Farmasi.</p>
<p>SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kelola) Provinsi Bengkulu menempatkan pelayanan Gudang Farmasi berada didalam seksi farmasi, yang secara struktural diisi oleh fungsional umum.</p>
<p>Akibatnya, tidak ada apoteker yang melaksanakan pekerjaan kefarmasian seperti perencanaan obat, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan pengelolaan obat lainnya di seksi farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu.</p>
<p>Senator Destita Khairilisani menerima dengan antusias dan sangat bersemangat untuk mengangkat isu kefarmasian ini agar dapat disampaikan untuk mendapatkan solusi dan perbaikan.</p>
<p>Ia juga sangat terbuka untuk kerjasama di kemudian hari dan mengharapkan komunikasi yang berlanjut kedepannya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dampak-uu-no-17-tahun-2023-apoteker-yang-tak-bergabung-di-organisasi-profesi-tak-mendapatkan-perlindungan-hukum-semestinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
