Bengkulu, IAINews – Ribuan orang tumpah ruah di Sport Center Pantai Panjang, Bengkulu, meramaikan peringatan World Pharmacist Day (WPD) 2025, Minggu lalu (21/09/2025). Puncak acara bertajuk Senam Obat Sehat ini diikuti sekitar 1.000 peserta, terdiri dari apoteker, tenaga vokasi, mahasiswa, pelajar farmasi, dan masyarakat umum.
Kegiatan yang diinisiasi Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) Sumatera 2 bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Bengkulu ini menjadi bukti nyata kedekatan profesi apoteker dengan masyarakat. Meski jumlah peserta resmi tercatat 350 orang, kehadiran publik yang membeludak membuat suasana semakin semarak. “Kehadiran masyarakat yang begitu ramai adalah bukti profesi apoteker semakin dekat dengan masyarakat. WPD bukan hanya perayaan, tetapi momentum kebersamaan dan edukasi kesehatan,” ujar Ketua Panitia, apt. Yusna Fadliyyah Apriyanti, M.Farm.

Acara dimulai dengan Senam Obat Sehat yang diikuti oleh seluruh masyarakat dengan perkiraan mencapai 1000 orang. “Hingga hari ini, peserta resmi yang terdaftar berjumlah 350 orang, terdiri dari apoteker dari berbagai bidang praktik serta Tenaga Vokasi Farmasi dari seluruh Provinsi Bengkulu. Kami juga bersyukur karena acara ini turut diramaikan oleh masyarakat dan mahasiswa, sehingga total kehadiran diperkirakan mencapai 1.000 orang” ungkap Yusna lebih lanjut.
Apoteker Hadir di Tengah Masyarakat
Senam Obat Sehat menjadi daya tarik utama. Melalui gerakan sederhana namun penuh energi, masyarakat diajak menyadari bahwa aktivitas fisik adalah obat alami terbaik. Dengan bergerak bersama, sekat antara tenaga kesehatan dan masyarakat mencair. Apoteker tampil bukan hanya sebagai penyedia obat, melainkan sahabat sehat yang hadir di tengah kehidupan masyarakat.
Senam Obat Sehat lahir dari gagasan sederhana bahwa gerak tubuh adalah “obat” alami terbaik. Sama seperti obat yang diberikan untuk menyembuhkan penyakit, senam dan aktivitas fisik teratur mampu menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan daya tahan, serta mencegah berbagai masalah kesehatan. Lebih dari itu, Senam Obat Sehat menjadi jembatan interaksi antara apoteker dan masyarakat. Melalui gerakan bersama, sekat antara tenaga kesehatan dan publik semakin cair, sehingga tercipta kedekatan emosional yang memudahkan penyampaian edukasi tentang kesehatan dan penggunaan obat yang tepat.

Setelah Senam Obat Sehat, acara dibuka yang diawali sambutan kreatif yang dilakukan secara bersamaan oleh Ketua PD IAI Provinsi Bengkulu, apt. Yenni Fithriani, M.P.A, Ketua Panitia, apt. Yusna Fadliyyah Apriyanti, M.Farm, Ketua Himpunan Mahasiswa S1 Farmasi Universitas Bengkulu, Muhammad Arez dan perwakilan pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi (ISMAFARSI) Sumatera2, Cathliya Khairunnisa secara bersamaan. Dalam sambutan keempat perwakilan organisasi menyampaikan pantun pembuka:
“Jalan-jalan ke Kota Bengkulu,
Singgah sebentar membeli kopi.
Salam hangat untuk hadirin semua,
Selamat datang di acara farmasi.”
Pantun tersebut disambut tepuk tangan riuh peserta yang memenuhi area Sport Center. Kehadiran Walikota Bengkulu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala TU BPOM, Dekan FMIPA UNIB, serta perwakilan organisasi profesi semakin menegaskan dukungan lintas sektor terhadap acara ini.
Dalam sambutannya, apt. Yenni juga mengingatkan bahaya resistensi antimikroba (AMR) yang telah menyebabkan 1,27 juta kematian global pada 2019. Selanjutnya Yenni menyampaikan terimakasih atas kehadiran undangan yaitu Walikota Bengkulu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Kepala TU BPOM Provinsi Bengkulu, Dekan FMIPA UNIB, Senator apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., dan perwakilan dari seluruh organisasi profesi di Provinsi Bengkulu.

Kampanye Yenni disambut baik oleh Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M, Walikota Bengkulu dan Dr. drg. H. Edriwan Mansyur MM, Plt. Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu yang berterimakasih kepada PD IAI Bengkulu karena terus berkomitmen untuk mengkampanyekan penggunaan obat dengan baik kepada masyarakat.
Selain mempererat hubungan apoteker dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi profesi. “Apoteker bukan hanya hadir ketika pasien sakit, tetapi juga garda depan dalam edukasi, pencegahan, dan promosi kesehatan,” tegas apt. Yusna. Perwakilan mahasiswa, Muhammad Arez (Himafas) dan Cathliya Khairunnisa (ISMAFARSI), berharap kegiatan ini meninggalkan kesan positif.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa apoteker selalu hadir untuk mereka, baik melalui edukasi, pelayanan, maupun kegiatan sosial,” ungkap mereka.
Sebagai simbol pembukaan, bunyi dol khas Bengkulu menggema, menandai dimulainya rangkaian kegiatan.

Edukasi, Aksi Sosial, dan Kepedulian Lingkungan
Selain Senam Obat Sehat, WPD 2025 juga menghadirkan edukasi kesehatan. BPOM Bengkulu mengisi penyuluhan tentang cara membuang obat rusak dan kedaluwarsa dengan benar, melalui kampanye Ayo Buang Sampah Obat dengan Baik (ABSO). Selain itu, juga edukasi tentang Pengendalian Resistensi Antimikroba, yang dipandu oleh apt. Novri Fitriani, S.Farm., dan apt. Karina Primatyas, M.Pharm.Sci. Sesi tanya jawab berhadiah membuat suasana interaktif dan menarik.
Di area lain, setelah mengikuti Senam Obat Sehat masyarakat berbondong-bondong mengikuti donor darah yang digelar bersama PMI. Ratusan kantong darah terkumpul sebagai wujud nyata kepedulian. Sementara itu, stand cek kesehatan gratis dipadati warga yang ingin memeriksa tekanan darah, gula darah, hingga berkonsultasi dengan apoteker. “Saya jadi tahu gula darah saya agak tinggi. Terima kasih kepada apoteker yang memberi penjelasan,” ungkap Pak Mulyono, salah satu peserta yang tampak lega mendapat informasi tentang kondisinya.

Tidak hanya itu, panitia membuka kesempatan bagi masyarakat untuk membawa obat rusak dan kedaluwarsa dari rumah. Stand khusus yang disiapkan BPOM menerima obat-obatan tersebut untuk dimusnahkan secara aman. Program ini memberi edukasi praktis tentang bagaimana menjaga kesehatan sekaligus melestarikan lingkungan.
Meriah dengan Doorprize dan Dukungan Sponsor
Sorak-sorai semakin membahana saat pembagian doorprize. Dari perlengkapan rumah tangga hingga goodie bag sponsor, hadiah yang dibagikan membuat suasana penuh keceriaan. Anak-anak, orang tua, hingga mahasiswa terlihat antusias menunggu undian.
Kesuksesan WPD 2025 tak lepas dari dukungan 59 sponsor, mulai dari instansi pemerintah, industri farmasi, lembaga pendidikan, hingga usaha lokal. Beberapa di antaranya adalah BPOM, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, PT Phapros, STIKES Al Fattah, SMKS 16 dan 18 Farmasi, PT OGB Dexa, PT Hexapharm Jaya, Blackmores, Wardah, dan Entrasol. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor. Dukungan mereka menjadi kunci terselenggaranya acara ini dengan sukses,” tutur apt. Yusna.

Dengan semangat itu, World Pharmacist Day 2025 di Bengkulu dengan agenda utama Senam Obat Sehat tersebut meninggalkan pesan mendalam: apoteker bukan hanya tenaga kesehatan di balik meja, tetapi mitra sehat masyarakat yang hadir di setiap lini kehidupan.



















