Jambi, IAINews – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Harapan Ibu Jambi melaksanakan diseminasi hasil penelitian Kajian SIMBA tentang pola asuh berbasis budaya dan kaitannya dengan perkembangan emosi anak sekolah dasar. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Aula SDIT Ash-Shiddiiqi Kota Jambi dengan melibatkan guru dan orang tua siswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang memperoleh dukungan pendanaan melalui program hibah penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Diseminasi dilaksanakan sebagai bentuk penyampaian hasil penelitian kepada pihak-pihak yang memiliki peran langsung dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Penelitian berjudul “Kajian Rancangan SIMBA: Prediktor Pola Asuh Berbasis Budaya terhadap Perkembangan Emosi Anak Sekolah Dasar” tersebut dilaksanakan di SDIT Ash-Shiddiiqi Kota Jambi. Fokus kajiannya adalah pola asuh berbasis sosial dan budaya serta hubungannya dengan perkembangan emosi anak usia sekolah dasar.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berupaya memahami pola pengasuhan secara lebih kontekstual dengan memperhatikan lingkungan keluarga dan sosial budaya tempat anak tumbuh dan berkembang.
SIMBA merupakan akronim dari Socio-cultural Parenting Norms, Interaction Pattern, Meaning of Emotion, Behavioural Modelling, dan Affective Development. Kelima aspek tersebut mencakup norma pola asuh berbasis sosial budaya, pola interaksi orang tua dan anak, pemaknaan emosi, pemberian teladan perilaku, serta perkembangan afektif anak.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti melakukan pengumpulan dan penilaian data menggunakan instrumen yang telah dikembangkan. Tahapan tersebut bertujuan melihat kesesuaian instrumen Kajian SIMBA dengan karakteristik anak sekolah dasar serta konteks pengasuhan di lingkungan keluarga.
Data penelitian yang telah dikumpulkan dan dianalisis kemudian disampaikan kepada guru dan orang tua melalui kegiatan diseminasi. Penyampaian hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi mengenai pentingnya penerapan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Kajian SIMBA di Aula SDIT Ash-Shiddiiqi Kota Jambi.
Ketua peneliti, Ns. Marthalisa Wirahandayani, M.Kep., menyampaikan bahwa guru dan orang tua memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan emosi anak. Menurutnya, pemahaman mengenai pola asuh perlu dibangun secara bersama karena anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Pola asuh dan perkembangan emosi anak merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan keluarga dan sekolah. Karena itu, hasil penelitian perlu disampaikan kepada guru dan orang tua agar dapat menjadi bahan refleksi dan pertimbangan dalam mendukung perkembangan emosi anak,” ujarnya.
Marthalisa juga menjelaskan bahwa pendekatan berbasis sosial dan budaya penting diperhatikan dalam memahami pola pengasuhan. Setiap keluarga memiliki nilai, kebiasaan, pola interaksi, dan cara memaknai emosi yang dapat memengaruhi perkembangan anak.
“Kami berharap Kajian SIMBA dapat memberikan perspektif bahwa pengasuhan anak perlu dipahami sesuai dengan konteks sosial dan budaya tempat anak tumbuh. Dengan demikian, pendekatan yang dikembangkan dapat lebih relevan dengan kondisi keluarga dan lingkungan anak,” tambahnya.
Diseminasi ini sekaligus menjadi bentuk hilirisasi hasil penelitian kepada masyarakat. Hasil kajian diharapkan tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan emosional anak.
Melalui penelitian tersebut, STIKes Harapan Ibu Jambi menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan penelitian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kajian ini secara khusus berkaitan dengan bidang keperawatan anak, keperawatan keluarga, pola asuh, dan perkembangan emosional anak.
Tim peneliti menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan hibah penelitian Tahun Anggaran 2026. Apresiasi juga diberikan kepada STIKes Harapan Ibu Jambi, SDIT Ash-Shiddiiqi Kota Jambi, para guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan penelitian hingga tahap diseminasi hasil.
Melalui diseminasi Kajian SIMBA, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pemahaman dan refleksi bersama bagi keluarga serta tenaga pendidik dalam menerapkan pola pengasuhan yang memperhatikan nilai sosial budaya dan kebutuhan perkembangan emosi anak.

