Site icon IAI NEWS

Sehat Bersama Apoteker: Saat Ratusan Apoteker DIY Menggelorakan ABSO di Peringatan Hari Apoteker Sedunia 2025

Ketua PD IAI DIY apt Hendy Ristiono MPH bersama Ka BBPOM DIY apt Bagus Heri Purnomo, S.Si menunjukkan Drop Box yang akan diletakkan di apotek-apotek sebagai tempat penitipan pembuangan obat

Sleman, IAINews – Lapangan Pemda Kabupaten Sleman pada Minggu, 28 September 2025, menjadi saksi bersatunya semangat Apoteker DIY dalam menterjemahkan tema World Pharmacists Day “Think Health, Think Pharmacist”, menjadi sebuah aksi nyata melindungi kesehatan masyarakat. Fokus perlindungan yang dilakukan adalah mencegah dampak berbahaya obat kedaluwarsa dan rusak melalui program ABSO (Ayo Buang Sampah Obat) dengan slogan “Sehat Bersama Apoteker, Kelola Obat dengan Tepat.” Acara ini dikemas dengan senam sehat bersama, edukasi dan kampanye membuang obat dengan benar.

Apoteker: Penjaga Kesehatan Masyarakat di Tengah Komunitas

Acara yang diikuti sekitar 200 Apoteker dari kota Yogyakarta dan 4 kabupaten, Sleman, Bantul, Gunungkkidul dan Kulonprogo ini dibuka oleh Ketua PD IAI DIY, apt. Hendy Ristiono, MPH. Beliau memimpin sesi edukasi yang langsung menyentuh kekhawatiran masyarakat: bahaya obat kedaluwarsa atau obat rusak. apt. Hendy menyampaikan dengan tegas bahwa obat yang rusak telah kehilangan potensi manfaatnya, beracun, hingga dapat terkontaminasi bakteri yang membahayakan kesehatan dan mengancam nyawa.

Pesan kunci yang dibagikan adalah perlunya kewaspadaan melalui pemeriksaan organoleptis—mengenali perubahan bentuk, warna, bau, dan rasa sebagai indikator utama kerusakan obat. Setelah sesi senam bersama yang meriah, fokus utama acara beralih: dari kesehatan tubuh, ke kesehatan lingkungan, melalui kampanye ABSO.

Komitmen Konkret IAI DIY

Aksi di WPD 2025 ini adalah tindak lanjut nyata dari komitmen PD IAI DIY dalam mendukung program ABSO BBPOM DIY. Dalam acara rebranding ABSO sebelumnya, komitmen IAI yang disampaikan oleh Wakil Ketua PD IAI DIY, Apt. Arifianti Piskana Susilawati, M.Clin.Pharm, meliputi empat pilar utama: Pemberian Informasi dan Edukasi berkelanjutan, Integrasi program dalam perayaan WPD, Menyediakan Drop Box di apotek-apotek mitra, dan Memusnahkan obat sesuai regulasi yang berlaku.

Dukungan Penuh dari Regulator dan Pemerintah

Antusiasme acara ini dikuatkan oleh dukungan lintas sektor. Kepala Balai Besar POM DIY, apt. Bagus Heri Purnomo, S.Si., turut hadir dan menguatkan kampanye ABSO. Beliau menegaskan kembali kepada masyarakat bahwa institusinya telah bekerja sama erat dengan PD IAI DIY dan berbagai apotek di wilayah DIY untuk menyediakan drop box.

“Dengan ABSO, kita tidak hanya melindungi diri, tetapi juga menjaga lingkungan,” ujar apt. Bagus, memotivasi masyarakat untuk menitipkan obat rusak atau kedaluwarsa ke apotek mitra.

Pengurus PD IAI DIY bersama para ketua PC dan tamu undangan membentangkan poster-poster edukasi pengelolaan obat kedaluwarsa

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan DIY. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Agus Priyanto, SKM, secara terbuka menyampaikan bahwa berkat kinerja IAI dan para Apoteker, DIY telah berhasil menjadi contoh dan rujukan nasional dalam pelayanan maupun edukasi kefarmasian.

Menggelorakan DAGUSIBU dari Lapangan Pemda

Puncak acara setelah sesi ramah tamah yang dihadiri oleh pengurus PD IAI DIY dan pengurus cabang dari seluruh kabupaten/kota, para peserta Apoteker langsung menyebar. Mereka terjun langsung menemui masyarakat di sekitar Lapangan Pemda, memberikan informasi vital: bahaya obat kedaluwarsa, cara mengenali obat rusak, dan panduan pembuangan yang benar.

Aksi nyata ini adalah wujud dari komitmen profesi. melalui interaksi tatap muka yang edukatif dan diselingi puluhan doorprize menarik, para Apoteker DIY terus menggelorakan slogan legendaris DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan Benar) sebagai panduan utuh pengelolaan obat rumah tangga.

Antusiasme warga masyarakat yang bergabung bersama apoteker merayakan WPD 2025 dengan senam sehat

Acara yang diikuti tidak hanya oleh Apoteker tetapi juga masyarakat umum ini membuktikan bahwa “Thinking Health” berarti juga “Thinking Environment.” Apoteker DIY telah menempatkan diri mereka sebagai Agen Perubahan yang bertanggung jawab atas kesehatan manusia dan keberlanjutan planet.

Exit mobile version