KETUMBAR (Coriandrum sativum) merupakan tumbuhan rempah-rempah yang populer. Memiliki buah yang kecil, pengolahannya dikeringkan untuk diperdagangkan, dalam bentuk biji utuh maupun sudah digerus dalam bentuk bubuk.

Bentuk yang tidak digerus mirip dengan lada, seperti biji kecil-kecil berdiameter 1–2 mm. Ketumbar mempunyai aroma yang khas.
Aroma ini disebabkan oleh komponen kimia yang terdapat dalam minyak atsiri ketumbar. Komponen utama minyak atsiri ketumbar adalah linalool, dengan komponen pendukung lainnya seperti geraniol, geranil asetat, dan camphor.
Dalam perdagangan obat ketumbar dinamakan fructus coriandri.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai coriander dan di Amerika Latin dikenal sebagai cilantro. Tumbuhan ini berasal dari Eropa Selatan dan sekitar Laut Kaspia.
Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu ketumbar untuk mendapatkan rasa dan aroma khas.
Tak hanya bijinya saja yang sering digunakan dalam masakan, daunnya yang majemuk seperti seledri sering diiris tipis dan dijadikan taburan dalam masakan.
Salah satu fakta menarik lainnya dari ketumbar adalah khasiatnya dalam menjaga kesehatan jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa ketumbar dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), serta menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sehingga mampu menurunkan risiko terkena penyakit jantung, termasuk keluhan jantung sering berdebar.
Selain itu, bahkan ketumbar juga dipercaya bisa menurunkan risiko aterosklerosis, yang menjadi penyebab umum penyakit jantung koroner.
Manfaat ketumbar untuk jantung ini diduga kuat berkat adanya kandungan vitamin K di dalamnya.
Sebagaimana diketahui vitamin K ampuh mencegah kekakuan pada pembuluh darah yang dapat memicu aterosklerosis.
Manfaat ketumbar lainnya yang berhubungan dengan jantung, yaitu mengontrol atau menurunkan tekanan darah sehingga turut menurunkan risiko terkena hipertensi dan jantung.
Lagi-lagi karena bumbu dapur ini memiliki sifat diuretik, yang umum terdapat pada obat antihipertensi. Diuretik bekerja dengan cara membuang kelebihan air dan natrium melalui urine, sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
Guna mendapatkan manfaat ketumbar, selain memasukkan rempah ini ke dalam makanan yang biasa dikonsumsi, secara tersendiri dapat dibuat menjadi ramuan khusus dengan cara masak kurang lebih 1 liter air, kemudian masukkan 2 sendok makan biji ketumbar.
Biarkan mendidih selama sekitar 15 menit. Setelah itu saring air rebusan dan biarkan dingin. Ramuan air rebusan ketumbar siap untuk dikonsumsi.
Selain manfaat ketumbar untuk jantung, khasiat lain dari ketumbar untuk kesehatan diantaranya :
- Meningkatkan imunitas tubuh
Ketumbar dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh, sebab mengandung vitamin C dan antioksidan di dalamnya.
Antioksidan diketahui berperan penting dalam melawan radikal bebas, salah satu penyebab kerusakan sel tubuh.
- Meningkatkan kesehatan pencernaan
Ketumbar diketahui bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa ketumbar bisa meredakan sakit perut dan perut kembung yang dialami penderita sindrom iritasi usus besar (IBS)
- Menjaga kesehatan otak
Manfaat ketumbar lainnya yang sayang untuk dilewatkan adalah menjaga kesehatan otak. Manfaat ini dapat diperoleh berkat kandungan antiradang di dalamnya.
Menurut sebuah penelitian, senyawa aktif antiradang bisa memperbaiki kerusakan sel saraf di otak dan meningkatkan fungsi otak.
- Meningkatkan kesehatan mata
Selain kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin K, ketumbar juga mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah mata dari penyakit tertentu, seperti katarak dan degenerasi makula.
Manfaat lain dari ketumbar selain yang disebut diatas selanjutnya adalah dapat menurunkan kadar gula darah, menjaga kesehatan tulang, meredakan gatal dan ruam, hingga mencegah penuaan kulit.
Demikian berbagai manfaat ketumbar untuk kesehatan. Tentu saja masih perlu diteliti lebih lanjut. Sehingga, konsumsi ketumbar secara bijak dan tetap konsultasikan dengan para ahli.
Sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter dan apoteker secara rutin agar penyakit yang diderita dan terapi obat bisa terkontrol dengan baik.***













