Site icon IAI NEWS

Pengabdian Masyarakat Program Studi Farmasi FMIPA UNTAD “Gerakan Bijak Antibiotik: Upaya Peningkatan Literasi Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik Rasional Guna Mencegah Resistens” di Kelurahan Duyu

Palu, IAINews – Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (UNTAD) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Gerakan Bijak Antibiotik: Upaya Peningkatan Literasi Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotik Rasional Guna Mencegah Resistensi” di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan ini menyasar ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Duyu sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, rasional, dan bertanggung jawab.

Kegiatan dipimpin oleh apt. Recky Patala, S.Farm., M.Farm., selaku ketua tim pengabdian, bersama anggota tim yang terdiri atas Dr. apt. Yuliet, S.Si., M.Si.; apt. Khildah Khaerati, S.Si., M.Si.; apt. Ihwan, S.Si., M.Si.; dan apt. Andi Atirah Masyita, S.Farm., M.Si. Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung oleh dua mahasiswa yang membantu kegiatan di lapangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua PKK Kelurahan Duyu, Iyan Elisyanti, bersama para peserta dari kelompok ibu-ibu PKK setempat.

Edukasi Penggunaan Antibiotik secara Bijak

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan antibiotik secara bijak dan rasional. Materi disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang antibiotik, penggunaannya, serta dampak penggunaan yang tidak tepat terhadap munculnya resistensi antibiotik.

Peserta diberikan pemahaman bahwa antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, bukan untuk mengobati penyakit akibat virus, seperti flu atau pilek. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menggunakan antibiotik berdasarkan anjuran dokter serta tidak menggunakan, menyimpan, atau memberikan antibiotik kepada orang lain secara sembarangan.

Materi juga menekankan pentingnya mengikuti aturan penggunaan antibiotik, termasuk memperhatikan dosis, frekuensi, waktu, dan lama penggunaan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami keluhan kesehatan yang tidak memerlukan antibiotik. Dalam hal ini, apoteker dapat berperan memberikan informasi, membantu merekomendasikan obat bebas yang sesuai untuk meringankan gejala, serta memberikan edukasi mengenai kondisi yang memerlukan konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim pengabdian membagikan leaflet edukasi tentang penggunaan antibiotik secara bijak. Leaflet tersebut memuat informasi mengenai pengertian antibiotik, perbedaan infeksi bakteri dan virus, penggunaan antibiotik yang tepat, aturan pemakaian, penyebab resistensi antibiotik, serta langkah-langkah pencegahannya.

Melalui media tersebut, peserta diharapkan dapat membaca kembali materi setelah kegiatan berlangsung dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar.

Pemeriksaan Gula Darah Gratis dan Evaluasi Pengetahuan

Selain edukasi, kegiatan pengabdian dilengkapi dengan pemeriksaan gula darah gratis bagi peserta. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan kesehatan sederhana sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengetahui kondisi kesehatan secara berkala.

Pemeriksaan dilakukan secara langsung dengan melibatkan tim pengabdian dan mahasiswa yang membantu proses pelayanan kepada peserta.

Untuk mengevaluasi efektivitas edukasi, tim pengabdian juga melaksanakan pre-test dan post-test. Pre-test diberikan sebelum penyampaian materi untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai antibiotik dan penggunaannya.

Setelah sosialisasi dan edukasi selesai, post-test dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan. Kedua tes tersebut menjadi instrumen evaluasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan sebagai salah satu indikator keberhasilan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman terkait penggunaan antibiotik dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama diskusi. Sebagai bentuk apresiasi, tim pengabdian memberikan doorprize kepada peserta yang aktif berpartisipasi. Pemberian hadiah ini juga bertujuan menciptakan suasana edukasi yang lebih interaktif dan menyenangkan serta mendorong partisipasi masyarakat.

Membangun Kesadaran Masyarakat untuk Mencegah Resistensi Antibiotik

Melalui program “Gerakan Bijak Antibiotik”, Program Studi Farmasi FMIPA UNTAD berupaya mengambil peran dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai penggunaan antibiotik secara rasional.

 

Edukasi kepada ibu-ibu PKK dinilai penting karena keluarga merupakan salah satu lingkungan utama dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan terbentuk kebiasaan yang lebih baik, seperti tidak membeli antibiotik tanpa resep, tidak menggunakannya untuk penyakit akibat virus, tidak memberikannya kepada orang lain, serta mengikuti petunjuk tenaga kesehatan dalam penggunaannya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan mengurangi risiko resistensi antibiotik. Selain itu, program ini memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Exit mobile version