MAKASSAR, IAI News – Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Luwu Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat apoteker masih dalam rangka pelaksanaan Rakernas dan PIT IAI 2025 di Makassar.
Ketentuan dari pengabdian ini, diantaranya dapat melakukan pengabdian di daerah atau pengurus cabang masing – masing kabupaten/kota tiap pengurus daerah. Sehingga PC IAI Luwu Timur melaksanakan di Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan dilakukan pada 4 titik wilayah yaitu Bundaran Batara Guru Malili, lapangan sepak bola Wotu, lapangan sepak bola Mangkutana dan anjungan danau Matano, Sorowako. Para peserta pengabdian terdiri dari para anggota apoteker yang telah mengikuti atau sebagai peserta Rakernas & PIT IAI pada tanggal 27 – 30 Agustus 2025.
Pengabdian ini merupakan sebuah bentuk nyata peran nyata profesi apoteker yang bertujuan untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, pelayanan kesehatan, serta kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kegiatan pengabdian di PC IAI Luwu Timur sering dilakukan, ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga wujud komitmen kita untuk mengamalkan ilmu, menjaga kesehatan masyarakat, dan menumbuhkan kesadaran pentingnya penggunaan obat yang bijak, aman, serta rasional.
Edukasi dan Penyuluhan DAGUSIBU
Para apoteker menerangkan ‘Dagusibu’ yang merupakan kependekan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar. Ini adalah program edukasi yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.
Sebagai ujung tombak pelayanan kefarmasian, apoteker memegang peran sentral dalam penyuluhan Dagusibu.
- DA: Dapatkan Obat dengan Benar. Apoteker mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendapatkan obat dari tempat yang legal dan terjamin mutunya, seperti apotek, puskesmas, atau instalasi farmasi rumah sakit.
- GU: Gunakan Obat dengan Benar. Bagian ini adalah inti dari edukasi apoteker, karena kesalahan dalam penggunaan obat bisa berakibat fatal.
Aturan Pakai: Apoteker menjelaskan cara penggunaan obat yang tepat sesuai dengan bentuk sediaannya (misalnya, tablet, sirup, salep, tetes mata, atau inhaler). Mereka juga memberikan informasi tentang dosis yang tepat, frekuensi minum obat (misalnya, 3 kali sehari), dan waktu penggunaan (sebelum atau sesudah makan). Serta menjelaskan Mencegah Penggunaan yang Tidak Rasional dan Efek Samping dan Interaksi Obat.
- SI: Simpan Obat dengan Benar
Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa cara penyimpanan yang salah dapat merusak obat. Apoteker berperan penting dalam memberikan panduan ini.
Tempat Penyimpanan: Apoteker menyarankan untuk menyimpan obat di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau kelembapan. Mereka juga mengedukasi tentang jenis obat yang memerlukan penyimpanan khusus, seperti di lemari pendingin (bukan freezer). Kemudian menjelaskan Wadah dan Jangkauan Anak-Anak: Apoteker menganjurkan agar obat disimpan dalam kemasan aslinya dan jauh dari jangkauan anak-anak untuk mencegah keracunan. Serta Periksa Tanggal Kedaluwarsa dan Tanda Kerusakan.
- BU: Buang Obat dengan Benar. Tahap ini seringkali diabaikan, padahal pembuangan obat yang salah dapat mencemari lingkungan.
Prosedur Pembuangan yang Aman: Apoteker menjelaskan cara membuang obat yang aman, yaitu dengan mengeluarkan obat dari kemasan, menghancurkannya, dan mencampurkannya dengan bahan yang tidak menarik (seperti ampas kopi atau tanah) sebelum dibuang ke tempat sampah.
Selain itu apoteker yang lain melakukan penyuluhan tentang edukasi Diabetes Melitus dan Hipertensi Diabetes melitus dan kepatuhan penggunaan obatnya serta hipertensi.
Memahami Diabetes Melitus (DM)
- Apa itu DM? Penyakit kronis di mana kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi. Ini terjadi karena tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
- Penyebab: Kombinasi faktor genetik, gaya hidup, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas.
- Tanda dan Gejala: Sering merasa haus dan lapar, sering buang air kecil (terutama malam hari), penurunan berat badan tanpa sebab jelas, luka sulit sembuh, dan kelelahan.
Pentingnya Kepatuhan Penggunaan Obat
Kepatuhan minum obat adalah kunci keberhasilan terapi DM. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol, yang meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti:
- Komplikasi Jangka Pendek: : Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah terlalu tinggi).
- Komplikasi Jangka Panjang: Kerusakan saraf (neuropati), penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan mata (retinopati), dan infeksi kulit.
Mengenal Hipertensi: “Pembunuh Senyap”
Penyuluhan dimulai dengan pengenalan yang mudah dipahami. Jelaskan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah di dalam pembuluh darah meningkat secara kronis. Sebutkan bahwa kondisi ini sering disebut “pembunuh senyap” karena jarang menunjukkan gejala awal yang jelas, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal jika tidak dikelola dengan baik.
Pengelolaan Hipertensi: Kombinasi Obat dan Gaya Hidup Sehat
Apoteker menjelaskan bahwa pengelolaan hipertensi terdiri dari dua pilar utama yang harus berjalan beriringan: penggunaan obat yang tepat dan perubahan gaya hidup sehat.
Dengan penyuluhan yang komprehensif, apoteker dapat membantu pasien mengendalikan hipertensi, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan sejawat apoteker yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Tak lupa juga apresiasi kepada masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi,” ungkap Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm
’’Harapanya, semoga kegiatan ini membawa manfaat, mempererat hubungan antara apoteker dan masyarakat, serta menjadi amal jariyah bagi kita semua. Insya Allah kegiatan ini akan rutin kami lakukan setiap akhir pekan di kegiatan Jalan Sehat Sabtu Juara,” tutupnya.***
