Site icon IAI NEWS

Pasar Bayar dengan Doa: Apoteker di Cilegon Hadirkan Sembako Gratis bagi Warga Prasejahtera

Cilegon IAINews — Kampung Cidangdang, Kelurahan Rawa Arum, Kota Cilegon, tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu pagi, 1 Maret 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, warga mulai berdatangan ke halaman masjid setempat. Ada yang berjalan kaki, mengendarai sepeda motor, bahkan ada yang menggunakan tongkat sebagai alat bantu berjalan.

Di halaman masjid, tim apoteker berseragam kaus kompak tampak sibuk menata meja-meja berisi aneka bahan pangan. Mereka tengah mempersiapkan sebuah kegiatan sosial bertajuk Pasar Bayar Dengan Doa (BDD), sebuah pasar yang menyediakan kebutuhan pokok bagi warga prasejahtera tanpa transaksi uang.

“Nong, pasarnya di sini?” tanya seorang ibu berkerudung cokelat kepada panitia.
“Iya, Bu. Tapi nanti kita ikut penyuluhan dulu ya,” jawab apt. Ayu sambil mengajaknya masuk ke dalam masjid.

Pagi itu, sebanyak 35 apoteker turun langsung menggelar Pasar BDD. Puluhan meja ditata rapi berisi beras, minyak goreng, gula, tepung, telur, kornet, tahu, tempe, sayur-mayur, aneka bawang, biskuit, pisang, sirup hingga bumbu dapur. Warga prasejahtera yang berbelanja tidak perlu membayar dengan uang, melainkan cukup dengan doa.

Edukasi Sebelum Berbelanja

Sebelum memasuki area pasar, warga terlebih dahulu mengikuti penyuluhan kesehatan di dalam masjid. Para apoteker memberikan edukasi mengenai cara menyimpan dan membuang obat dengan benar, sekaligus penjelasan tentang bahan pangan bergizi yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan rumah.

Warga yang hadir berasal dari empat wilayah, yakni Kampung Cidangdang, Tegal Wangi, Bujang Gadung, dan Keserangan di wilayah Kelurahan Rawa Arum.

Sesi tanya jawab berlangsung antusias. Warga menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari masa penyimpanan obat tetes mata, penggunaan obat puyer untuk anak, hingga fungsi berbagai obat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana Pasar BDD- dokumentasi: PC IAI Cilegon

Belanja Sambil Belajar

Setelah penyuluhan selesai, warga diarahkan menuju 16 stan Pasar BDD. Setiap warga yang telah terdaftar menerima satu keranjang sebagai wadah belanja. Penggunaan keranjang ini juga menjadi bagian dari edukasi sederhana untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Di setiap stan, para apoteker tidak hanya melayani pengambilan bahan pangan, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai kandungan gizi dan manfaatnya. Misalnya, telur dijelaskan sebagai sumber protein hewani yang penting untuk pertumbuhan. Di stan lain, apoteker juga meluruskan mitos bahwa sayuran hijau dapat menyebabkan asam urat.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Cilegon, Apt. Dewi Arfianti. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian apoteker terhadap masyarakat, tidak hanya melalui bantuan bahan pangan tetapi juga melalui edukasi kesehatan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Apt. Ammi, berharap Pasar Bayar Dengan Doa tidak hanya menjadi ajang berbagi sembako, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

Menjelang pukul 11.00 WIB, kegiatan pasar resmi ditutup. Keranjang belanja warga telah terisi penuh dengan berbagai bahan pangan. Selain itu, warga juga menerima perlengkapan kebersihan dan peralatan memasak sebagai tambahan manfaat dari kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, senang sekali. Biasanya harus menghitung-hitung uang dulu kalau belanja. Hari ini bisa bawa pulang banyak, cukup dengan doa,” ujar Latifah, salah satu warga penerima manfaat.

Sebanyak 100 warga merasakan langsung manfaat dari kegiatan ini. Doa-doa pun terpanjat untuk keselamatan dan keberkahan bersama.

“Kalau bisa jangan hanya saat Ramadan saja, sering-sering bikin pasar seperti ini,” ujar Pak Juhri, Ketua DKM setempat, yang langsung diamini oleh warga peserta Pasar BDD.

Ketua PC IAI Cilegon dan Rumah Zakat Cilegon bersama warga- dokumentasi PC IAI Cilegon.

Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Rumah Zakat Cilegon dalam menentukan wilayah penerima manfaat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, sekaligus mendukung penyediaan beberapa bahan pangan.

Melalui kegiatan Pasar Bayar Dengan Doa, para apoteker di Cilegon menunjukkan bahwa peran tenaga kefarmasian di masyarakat tidak hanya terbatas pada pelayanan obat, tetapi juga sebagai edukator, komunikator, sekaligus mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Ramadan menjadi momentum berbagi, namun semangat pengabdian kepada masyarakat diharapkan terus hidup sepanjang waktu. (TR)

Exit mobile version