Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Olahan Daun Kelor Jadi Puding dan Cokelat Warnai Edukasi Pencegahan Stunting

Penulis: apt. Yuliawati, M.Farm (Tim Media Nasional PP IAI/PD IAI Jambi)Editor: apt. Dra Tresnawati
Foto bersama tim pengabdian masyarakat FKIK UNJA
banner 120x600
banner 468x60

JAMBI, IAINews — Tim dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi menghadirkan penyuluhan bertema “Diversifikasi Produk Herbal Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting”.

Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Cempaka 3, RT 02 Desa Olak Kemang, pada Selasa, 12 Agustus 2025 ini memadukan edukasi gizi dengan inspirasi kuliner sehat berbahan dasar daun kelor.

Iklan ×
Sambutan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKIK UNJA

Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Fathnur Sani K., S.Farm., M.Farm., Apt. Kegiatan tersebut turut melibatkan tim dosen yang terdiri dari Dr. Indri Maharini, S.Far., M.Sc., Apt., Apt. Maimum, M.Sc., Dr. Fitrianingsih, S.Farm., Apt., Apt. Vina Neldi, S.Farm., M.Farm.Klin., Apt. Novia Tri Astuti, S.Farm., M.Pharm.Sci., dan Apt. Santi Perawati, S.Farm., M.Farm.

Ketua pengabdian menegaskan bahwa keluarga memiliki peran besar dalam pencegahan stunting. “Pangan lokal yang kaya gizi adalah solusi yang mudah, murah, dan bisa kita tanam sendiri di pekarangan. Kalau dimulai dari rumah, dampaknya akan terasa sampai ke masa depan anak-anak kita,” ujar Fathnur Sani dalam sambutannya.

Baca Juga  Peringati HKN ke-60, PC IAI Pare-Pare Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah dan Kampus

Berkat dukungan dana PNBP Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tim pengabdian pun menyampaikan apresiasi mendalam, karena dukungan tersebut menjadi jembatan hadirnya inovasi bermanfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

Materi pertama disampaikan oleh Silvia Mawarti Perdana, S.Gz., M.Si., yang memaparkan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Ia menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar soal tinggi badan.

“Stunting bisa memengaruhi kecerdasan, metabolisme, bahkan peluang anak untuk hidup produktif saat dewasa,” jelasnya.

Silvia juga mengingatkan adanya faktor risiko yang sering terabaikan, seperti menikah terlalu muda, jarak kelahiran yang terlalu dekat, jumlah anak yang banyak, serta kurangnya sanitasi dan air bersih.

Baca Juga  IAI Kota Jambi Tebar Kepedulian Lewat “Apoteker Bertamu di Bumi Angso Duo”

“Intervensi pencegahan harus dimulai sedini mungkin, bahkan sebelum kehamilan. Kita harus memastikan generasi mendatang tumbuh optimal sejak dari rahim,” tambahnya.

apt. Santi Perawati menyampaikan materi tentang tumbuhan bernilai gizi tinggi untuk mencegah stunting.

Sesi kedua diisi oleh apt. Santi Perawati, M.Farm., yang membahas beragam tumbuhan bergizi tinggi yang mudah dijumpai di sekitar rumah. Ia menyebut daun kelor, jagung, labu kuning, tempe, kacang hijau, ubi jalar ungu, bayam, dan daun singkong sebagai contoh pangan lokal yang kaya vitamin, mineral, dan serat.

“Kalau kita kreatif, bahan-bahan ini bisa menjadi menu lezat yang disukai anak-anak,” katanya.

Apt. Santi memberikan tips praktis untuk menjaga kandungan gizi saat mengolah bahan pangan nabati, seperti tidak memasak terlalu lama, membuat variasi menu, dan mengombinasikannya dengan protein hewani seperti telur atau ikan.

Ia mencontohkan olahan daun kelor menjadi puding kelor dan Choco Mori (cokelat kelor). “Kelor itu superfood kita. Kalau diolah jadi puding atau cokelat, anak-anak tidak akan sadar sedang makan makanan super sehat,” ujarnya sambil tersenyum.

Baca Juga  Menuju 80 Tahun Merdeka Lawan Stunting Hari Ini, Wujudkan Generasi Sehat 2045!

Sebagai bentuk apresiasi dan contoh nyata, tim pengabdian menyiapkan puding kelor dan Choco Mori yang telah dibuat sebelumnya untuk dibagikan kepada seluruh peserta. Bingkisan ini diharapkan dapat memotivasi warga mencoba resep tersebut di rumah, sehingga edukasi yang diperoleh dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Foto bersama tim pengabdian masyarakat FKIK UNJA

Melalui kegiatan ini, warga Desa Olak Kemang diharapkan semakin percaya diri mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan sehat dan menarik. Edukasi yang disampaikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong kebiasaan baru yang lebih sehat.

Langkah sederhana di Posyandu Cempaka 3 ini diyakini menjadi pijakan penting menuju generasi yang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90