Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Meminum Obat di Bulan Ramadan: Kesehatan Tetap Prioritas

Penulis: apt. Aulia Rahim, M.Farm (Tim Media Nasional IAI/PD IAI Kalimantan SelatanEditor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

DI sebuah kota kecil yang ramai dengan aktivitas, tinggal seorang pria bernama Amir. Di bulan Ramadan tahun ini, Amir sangat antusias menyambut bulan suci ini.

Namun, di balik semangatnya, Amir juga memiliki tantangan tersendiri. Sejak beberapa tahun terakhir, ia harus rutin mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darahnya.

Iklan ×

Dengan datangnya bulan Ramadan, ia pun bingung bagaimana cara mengatur waktu untuk minum obat agar tetap bisa menjalankan puasa dengan baik.

Suatu pagi, sebelum sahur, Amir duduk bersama keluarganya untuk berbincang. Istrinya, Lina, memperhatikan raut wajah Amir. “Mengapa terlihat khawatir?” tanya Lina.

Amir pun menceritakan kebingungannya tentang mengatur jadwal minum obatnya selama bulan puasa.

“Tenang saja, Sayang,” kata Lina dengan lembut, “Kita cari tahu bersama aturan minum obat di bulan Ramadan agar kamu tetap sehat dan bisa menjalankan puasa”.

Baca Juga  Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Apoteker Rumah Sakit, HISFARSI PD IAI Kalimantan Timur Gelar Workshop Dispensing Sediaan Steril

Ketika mereka duduk bersama, mereka mulai menggali informasi penting yang bisa membantu Amir. Mereka belajar bahwa aturan pakai obat saat Ramadan sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, asalkan mereka menerapkan beberapa langkah yang tepat.

Berikut adalah beberapa tips :

Pertama, konsultasikan dengan apoteker. Langkah pertama yang sangat penting adalah berbicara dengan apoteker.

Amir menjadwalkan waktu untuk bertemu apoteker dan mendiskusikan cara terbaik meminum obat saat puasa.

Dengan bantuan apoteker, Amir dapat mengetahui apakah ada obat yang bisa dijadwalkan ulang atau bahkan dosis yang bisa disesuaikan.

Kedua, atur jadwal minum obat, Amir dan apoteker sepakat untuk mengatur jadwal minum obat sesuai dengan waktu sahur dan berbuka.

Mereka memutuskan agar Amir meminum obatnya setelah sahur selagi ada makanan dan minuman di lambung dan setelah berbuka, jadi kebutuhan medisnya tetap terpenuhi tanpa menggangu puasa.

Baca Juga  Perdana, Munas Seminat Dilaksanakan Bersama

Ketiga, perhatikan jenis obat. Tidak semua obat bisa diminum dengan cara yang sama. Amir belajar bahwa ada jenis obat yang harus diminum saat makan dan ada juga yang bisa dikonsumsi tanpa harus mengikuti pola makan.

Jika obatnya bersifat ekstra, apoteker mungkin merekomendasikan untuk minum pada waktu yang tepat agar efeknya optimal.

Keempat, pastikan cukup cairan. Penting bagi Amir untuk tetap terhidrasi setelah berbuka hingga waktu sahur.

Memastikan cukup asupan cairan akan membantu menjaga kesehatan dan efektivitas obat yang diminumnya.

Amir berusaha minum air putih secara teratur sejak berbuka hingga menjelang sahur.

Kelima, dengarkan tubuh. Amir juga belajar untuk memperhatikan sinyal dari tubuhnya. Jika merasa tidak sehat setelah minum obat, dia dapat berkonsultasi dengan apoteker untuk mencari solusi terbaik.

Komunikasi yang baik antara Amir dan apoteker akan membantu menyesuaikan pengobatan agar tetap aman dan efektif selama Ramadan.

Baca Juga  Obat Halal? Tanya Dulu ke Apotekermu!

Setelah mempelajari semua ini, Amir merasa lebih tenang dan siap untuk menjalani bulan puasa ini. Ia memberitahu Lina tentang rencananya dan keduanya sepakat untuk menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran, menjaga kesehatan sambil tetap beribadah.

Dengan keteraturan dan perhatian yang tepat, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan.

Bulan Ramadan adalah waktu untuk memperkuat iman, tetapi juga penting untuk memastikan kita menjaga kesehatan tubuh.

Seperti Amir yang belajar beradaptasi, kita semua bisa menemukan cara untuk menjalani bulan suci ini dengan bijak tetap beribadah dan menjaga kesehatan dalam satu waktu.

Dengan begitu, langkah Amir menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk selalu memprioritaskan kesehatan, bahkan di tengah kesibukan beribadah.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90