Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

LLDikti Wilayah IX Gelar Bimtek Penulisan Proposal Abdimas

Penulis: apt. Yuri Pratiwi Utami, ,S.Farm.,M.Si.,C.Herb ( Tim Media Nasional IAI /PD IAI Sulawesi Selatan)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

MAKASSAR, IAI News – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Proposal Pengabdian Masyarakat di Universitas Megarezky, Kamis-Jumat, 13–14 November 2025 lalu.

Bimtek ini digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas dan relevansi program pengabdian kepada masyarakat (abdimas) di lingkungan Perguruan Tinggi Swasta, LLDikti IX Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat. Bimtek diikuti oleh 145 dosen PTS lingkup LLDikti IX.

Iklan ×
Sambutan Rektor Universitas Megarezky saat membuka bimtek.

“Bimtek ini adalah sarana penting bagi dosen, termasuk dosen apoteker, untuk menyusun proposal yang tidak hanya memenuhi kriteria administratif, tetapi juga memiliki inovasi dan kebermanfaatan nyata,” ujar Prof.  Dr. Anwar Ramli.,SE., M.Si, Rektor Universitas Megarezky, saat membuka acara.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari  ini menjadi sorotan karena tingginya partisipasi dari kalangan dosen yang juga berprofesi sebagai apoteker diantaranya apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,M.Si,C.Herbs (UMB), apt. Nur Alfiah Irfayanti., S.Si.,M.Si, (UIM), apt. Fhahri Mubarak.,S.Farm.,M.Si (Univeral) dan apt. Andi Ardiansyah.,S.Si.,M.Si (Univeral).

Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan keahlian kefarmasian dan kesehatan ke dalam program-program pengabdian yang berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga  Relawan ATB Didampingi Tim PD IAI Sumut Lakukan Pelayanan Kesehatan di Hutanabolon, Tapanuli Tengah

Salah satu peserta, apt. Yuri Pratiwi Utami, menyampaikan bahwa bimtek ini sangat membantu dalam menjembatani ide-ide pengabdian yang berbasis keilmuan kefarmasian dengan format proposal yang disyaratkan oleh LLDikti maupun kementerian.

Tujuan utama Bimtek ini adalah memberikan panduan praktis dan mendalam mengenai tata cara penulisan proposal, strategi lolos seleksi pendanaan, serta penyusunan anggaran yang efektif dan efisien.

Di hari pertama disampaikan materi antara lain ’Mengidentifikasi Kebutuhan Masyarakat  dan Mendesain Kegiatan Pengabdian  kepada Masyarakat’ oleh Prof. Dr. Ir. A. Muhibuddin, MP.

Berikutnya materi ’Menyusun RAB dan Kisi-Kisi Penilaian  Skema Pengabdian kepada Masyarakat’ disampaikan oleh Prof. Apriana Toding, ST,  MEngSc, Ph.D.

Sementara materi ’Strategi penulisan Proposal Pengabdian  kepada Masyarakat yang Berkualitas’ diberikan oleh Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes.

Hari pertama diakhiri dengan  materi ’Strategi Luaran dan Keberlanjutan Program Pengabdian Kepada Masyarakat’ oleh Dr. Hasanuddin Remmang  SE. M.Si.

Baca Juga  PKM Kolaborasi Nasional di Pariaman Hadirkan Edukasi Obat dan Herbal untuk Masyarakat Desa Talago Sariak

Peran Dosen Apoteker Pada Bimtek LLDIKTI IX

Peran tersebut bukan hanya sebagai dosen atau peserta bimtek biasa, tetapi sebagai profesional kesehatan dengan keahlian spesifik yang dibawa ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

  1. Peran Sebagai Inovator Program Abdimas (Penulis Proposal)
  • Integrasi Keahlian Kefarmasian: Apoteker membawa pengetahuan mendalam tentang obat, kosmetik, alat kesehatan, dan farmasi komunitas. Ini berarti proposal Abdimas yang mereka tulis akan berfokus pada isu-isu kesehatan masyarakat yang spesifik dan berbasis bukti.
  • Pengembangan Topik Relevan: Mereka memiliki peran untuk mengidentifikasi masalah di masyarakat yang berkaitan dengan obat dan kesehatan. Contoh topik yang mungkin mereka ajukan meliputi: Edukasi penggunaan obat rasional (DAGUSIBU), sosialisasi anti-biotik yang benar, pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk kesehatan. dan pengelolaan limbah obat rumah tangga.
  1. Peran Sebagai Agen Peningkatan Kesehatan Publik (Pelaksana Abdimas)
  • Penyedia Informasi Obat yang Akurat: Setelah proposal didanai, apoteker berperan langsung dalam memberikan penyuluhan dan intervensi yang meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait obat.
  • Peningkatan Kesadaran Kesehatan: Mereka menjadi pelaksana yang memastikan masyarakat memahami cara penyimpanan, dosis, dan efek samping obat, sehingga meminimalkan risiko penggunaan obat yang salah.
  1. Peran Sebagai Peserta Aktif Bimtek
  • Membawa Perspektif Keilmuan: Mereka mengikuti Bimtek untuk mempelajari cara mengemas ide-ide kefarmasian yang kompleks menjadi proposal yang mudah dipahami, terukur, dan memenuhi standar pendanaan LLDikti.
  • Sinergi Keahlian dan Metodologi: Peran mereka di Bimtek adalah mensinergikan keahlian farmasi dengan metodologi penelitian dan pengabdian yang diajarkan oleh narasumber.
Baca Juga  Kolaborasi Keperawatan dan Himpunan Mahasiswa Keperawatan UNJA Gelar Edukasi Bullying dan Latihan Koping bagi Remaja Muaro Jambi

Secara ringkas, peran apoteker di sini adalah sebagai subjek aktif yang memperkaya kualitas dan konten proposal pengabdian masyarakat di LLDikti IX dengan perspektif dan solusi berbasis keilmuan kefarmasian.

Dengan mengasah kemampuan penulisan proposal, para dosen apoteker diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Proposal yang lolos pendanaan kelak akan menjadi wujud nyata sinergi antara Tridharma Perguruan Tinggi.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90