Site icon IAI NEWS

Kuliah Perdana Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker STIKES Samarinda: Perkuat Kompetensi Hadapi Era Transformasi Kesehatan

SAMARINDA, IAINews. Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Samarinda angkatan pertama resmi memulai tahun akademik baru dengan menggelar Kuliah Perdana yang berlangsung secara hybrid, Senin, 2 Maret 2026.

Acara yang digelar dari pukul 08.00 WITA hingga selesai ini menghadirkan beberapa pemateri, mulai dari Ketua Umum pengurus pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), perwakilan Balai Besar POM, hingga para praktisi farmasi.

Acara dibuka oleh MC, apt. Andi Fadilla, M.Farm, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm-Klin, serta Ketua STIKES Samarinda, apt. Supomo, S.Si., M.Si.

Ketua Umum PP IAI, apt Noffendri, S.Si memberikan materi pada kuloiah perdana PSPPA STIKES Samarinda.

Dalam sambutannya, mereka menekankan pentingnya adaptasi dan penguatan kompetensi bagi calon apoteker di tengah pesatnya transformasi layanan kesehatan.

Memasuki sesi inti, Ketua Umum Pengurus Pusat IAI, apt. Noffendri, S.Si, menyampaikan materi bertajuk ‘Penguatan Kompetensi dalam Transformasi Profesi Apoteker’.

Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menguasai ilmu kefarmasian, tetapi juga siap menghadapi perubahan peran apoteker di masa depan.

Apt. Noffendri juga mendorong para apoteker muda untuk aktif bergabung dalam Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG) sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan dan pengembangan jaringan.

“Ikuti proses berorganisasi dengan sungguh-sungguh setelah adek-adek lulus apoteker, karena IAI hadir untuk memperjuangkan hak-hak profesi apoteker di Indonesia,” ujarnya.

Sesi berikutnya diisi oleh apt. Genta Nila Hadi, S.Si., MM dari Balai Besar POM di Samarinda yang membawakan materi ‘Peran Ekosistem Dalam Pengawasan Obat, Kosmetik, dan Makanan’.

Peserta diajak memahami pentingnya sinergi antara apoteker, industri, dan pemerintah dalam menjaga keamanan produk yang beredar di masyarakat.

Apt. Genta Nila Hadi juga menyoroti tantangan era digital, di mana peredaran produk melalui platform daring semakin masif, sehingga membutuhkan adaptasi strategi pengawasan yang lebih cermat dan responsif.

Tak kalah menarik, Kepala Puskesmas Makroman apt. Sandra Annisa, M.Farm, memaparkan topik ‘Membangun Apoteker Klinis Unggul dalam Layanan Kesehatan Primer’, menekankan peran strategis apoteker di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Apt. Sandra menjelaskan bahwa apoteker klinis tidak hanya bertugas mengelola obat, tetapi juga berkontribusi dalam pengambilan keputusan terapi, pemantauan efek samping obat, serta edukasi pasien.

Menurutnya, penguatan kompetensi apoteker di layanan primer sangat penting untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai cakupan kesehatan semesta.

Usai istirahat, rangkaian materi berlanjut dengan paparan dari praktisi apoteker rumah sakit, apt. Mokhamad Haryadi Saputro, S.Farm., M.Fharm, yang membahas ‘Apoteker Rumah Sakit: Pilar Farmasi Klinis Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan’.

Sesi ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang ingin mendalami karier di lingkungan rumah sakit.

Dalam pemaparannya, apt. Mokhamad Haryadi Saputro, M.Sc menekankan bahwa peran apoteker saat ini telah bergeser dari sekadar pengelola obat menjadi bagian integral dari tim pelayanan kesehatan.

Ia menjelaskan secara rinci bagaimana apoteker berkontribusi dalam pengambilan keputusan terapi, pemantauan efek samping obat, hingga memberikan edukasi kepada pasien.

“Seorang apoteker rumah sakit harus mampu berkolaborasi dengan dokter dan perawat untuk memastikan pasien mendapatkan efek terapi yang optimal,” ujarnya.

Memasuki sesi berikutnya, apt. Nurlina Mualiani, M.Farm, memberikan wawasan tentang ‘Pharmapreneur: Apoteker sebagai Inovator, Peluang dan Tantangan Bisnis’.

Apt Nurlina Mualiani menginspirasi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pekerja tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Materi terakhir disampaikan oleh apt. Norhayati, S.Farm., M.Si, dengan judul ‘Profesionalisme dan Inovasi Pelayanan Apotek di Era Digital’, yang menekankan pemanfaatan teknologi dalam praktik kefarmasian.

Setiap sesi materi diikuti dengan diskusi panel yang dipandu oleh MC, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdialog langsung dengan para narasumber.

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia, menandai dimulainya perjalanan akademik mahasiswa profesi apoteker STIKES Samarinda.

“Kuliah perdana ini sangat membuka wawasan kami tentang peran apoteker yang begitu luas. Kami jadi lebih termotivasi untuk belajar dan berkontribusi nyata di masyarakat,” ujar M. Ikhsan Al Azhar salah satu mahasiswa PSPPA.

Dengan terselenggaranya kuliah perdana ini, PSPPA STIKES Samarinda berkomitmen mencetak apoteker yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan inovasi di era digital.

Exit mobile version