SAMARINDA, IAINews– Meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian melalui pencegahan kesalahan pengobatan (Medication Error) menjadi fokus utama dalam webinar edukatif yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI) wilayah Kalimantan, Minggu, 23 November 2025.
Kegiatan bertajuk 4K Resolution: “Medication Safety: Strategies for Reducing Errors” ini digelar secara daring, menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan profesi kesehatan.
Acara yang dipandu oleh MC Septi ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 15.30 WITA.
Dalam sambutannya, Ketua ISMAFARSI Kalimantan, Andi Fatir Rahmaniar, menekankan pentingnya acara ini sebagai upaya menambah wawasan dan membangun sistem yang kuat untuk mencegah, mendeteksi, dan memitigasi kesalahan pengobatan di fasilitas pelayanan kefarmasian.
“Pemahaman yang komprehensif tentang manajemen risiko obat adalah kunci untuk mencapai pelayanan yang lebih aman bagi pasien,” ujarnya.
Webinar menghadirkan dua materi utama yang dibawakan oleh pakar di bidangnya.
Sesi pertama disampaikan oleh Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., yang mengupas tuntas strategi Root Cause Analysis (RCA) dan penanganan obat LASA (Look-Alike Sound-Alike) sebagai langkah preventif menuju target Zero Error dalam pemberian obat.
“Pendekatan sistematis melalui RCA dan kewaspadaan tinggi terhadap obat-obat LASA merupakan fondasi kritis dalam membangun budaya keselamatan pasien,” papar Dr. Eka dalam paparannya.
Sesi kedua, yang dibawakan oleh Marvel Ramadhani Amarel, S.Farm, mengalihkan fokus pada transformasi digital.
Narasumber menyoroti peran krusial teknologi informasi dalam sistem pelayanan kefarmasian modern untuk mencegah Medication Error secara efektif.
“Implementasi teknologi digital, seperti sistem resep elektronik dan barcoding, bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk meningkatkan akurasi dan keamanan proses penggunaan obat,” jelas Marvel.
Kedua sesi yang dipandu dengan apik oleh moderator M. Arif Novriyan Nur dan Arundina Khalsya Erzha ini berlangsung interaktif, diikuti dengan diskusi dan tanya jawab yang hidup dari peserta.
Peserta yang terdiri dari mahasiswa farmasi, Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), dan Apoteker terlihat antusias menyimak dan berbagi pengalaman.
Secara keseluruhan, webinar 4K Resolution dinilai berjalan lancar dan mencapai tujuannya.
Acara ini tidak hanya memberikan edukasi strategis dan terkini, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas dan keamanan pelayanan kesehatan, khususnya dalam aspek keselamatan pengobatan (Medication Safety) di Indonesia.***
