Ababi, Karangasem, IAInews – Meskipun Provinsi Bali mencatatkan angka prevalensi stunting terendah secara nasional, disparitas antar wilayah masih menjadi tantangan nyata. Data menunjukkan Kabupaten Karangasem menjadi salah satu wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang memerlukan perhatian khusus dibanding kabupaten lainnya di Bali. Kondisi inilah yang mendorong penetapan Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem sebagai lokasi fokus pengabdian masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Farmasi Universitas Bali Internasional (UNBI) bertindak sebagai ketua pelaksana, berkolaborasi dengan dosen Keperawatan STIKes Wira Medika Bali sebagai tim pendukung, menggelar aksi intervensi kesehatan terpadu pada Selasa (4/8/2026) di Desa Ababi.
Adapun kegiatan ini merupakan implementasi kegiatan yang terlaksana berkat dukungan pendanaan melalui skema Hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Kombinasi inovasi herbal lokal dan pemantauan digital menjadi modal utama yang solutif komprehensif bagi kesehatan bayi dan ibu.
Tim Farmasi UNBI memperkenalkan formulasi inovatif berupa minyak pijat bayi “Wangi Usadha”. Produk suplemen luar (topical) ini memanfaatkan kekayaan bahan herbal lokal Desa Ababi yang diracik khusus untuk merangsang nafsu makan, meningkatkan kualitas tidur balita, serta melancarkan sirkulasi darah demi mendukung tumbuh kembang optimal.
“Pendekatan kefarmasian tidak hanya berfokus pada suplemen oral, tetapi juga bagaimana formulasi herbal lokal seperti minyak Wangi Usadha ini dapat memberikan efek relaksasi dan stimulasi pertumbuhan balita secara fisik,” ujar Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. apt. I Gusti Ayu Rai Widowati.
Sesi khusus yang dipandu oleh apt. Dewa Ayu Putu Satrya Dewi, S.Farm., M.Sc. mengedukasi masyarakat mengenai tata cara pembuatan minyak Wangi Usadha dan memperagakan proses destilasi. Untuk menjamin keberlanjutan, tim Farmasi UNBI juga menyerahkan hibah alat destilasi sederhana dan tanaman obat keluarga (TOGA) agar warga dapat memproduksi bahan baku herbal secara mandiri.
Untuk memperkuat efektivitas program di lapangan, dosen dan peneliti STIKes Wira Medika Bali, Ns. Ni Made Nopitawati, S.Kep., M.Kep., juga turut melakukan pendampingan langsung secara klinis dan digital.
Ns. Nopitawati memimpin demo pijat bayi berbasis teknik infant massage yang aman menggunakan minyak Wangi Usadha, sekaligus mengenalkan platform Aplikasi Sipenting (Sistem Informasi Pencegahan Stunting).
Lewat Aplikasi Sipenting, para ibu dan kader posyandu dilatih untuk melakukan pelaporan grafik tumbuh kembang anak secara mandiri, memantau risiko stunting, serta mengakses edukasi gizi secara real-time. Demo pijat bayi yang dipraktikkan langsung juga terbukti membantu meningkatkan ikatan batin (bonding) antara ibu dan anak serta menstimulasi hormon pertumbuhan bayi.
Sinergi ini diharapkan memberikan dampak langsung dan terukur bagi masyarakat sasaran, sekaligus menjadi model percontohan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi interprofesi kesehatan di Bali. Melalui perpaduan ini, tercipta model penanganan stunting yang modern, terintegrasi, dan berbasis kearifan lokal. ***

