Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Formula Of Influence di SMK Nasional Surakarta: Workshop Personal Branding bagi Gen Z untuk memasuki dunia kerja dan Pendidikan Tinggi

Lima Langkah formulasi diri sebagai navigasi karier alumni farmasi di tengah dinamika regulasi dan perkembangan informasi serta teknologi

Penulis: apt. Yulianto, M.P.HEditor: apt. Yulianto, M.P.H
banner 120x600
banner 468x60

Surakarta, IAINews – Lulusan sekolah menengah farmasi saat ini berdiri di tengah persimpangan yang menantang akibat perubahan aturan kualifikasi tenaga kesehatan. Regulasi terbaru menetapkan kualifikasi minimal tenaga kesehatan adalah Ahli Madya (D3). Kondisi tersebut menyebabkan lulusan SMK Farmasi tidak dapat langsung menjalankan praktik profesi secara formal di fasilitas medis. Menghadapi realita ini, Romo Sukir Satrija Djati, public health pharmacist dari Universitas Islam Indonesia yang juga merupakan alumni SMK Nasional Angkatan 1997 hadir kembali ke almamamternya tercinta pada Senin, 11 Mei 2026 dalam agenda Guru Tamu dan Alumni Berbagi. Sosok nyentrik ini membawakan materi bertajuk “Formula of Influence: Formulasi Kata dalam Dosis Realita” guna membekali para juniornya melalui strategi personal branding.

Lima Pilar Kekuatan Diri

Iklan ×

Kehidupan nyata memerlukan persiapan karakter yang matang guna menembus keterbatasan regulasi maupun ekonomi. Romo membedah lima langkah strategis dalam meracik citra diri profesional bagi para lulusan:

Penuh energi, motivasi dan juga selipan komedi, materi yang menginspirasi seta memancing gelak tawa para gen Z
  • Step 1: Know Yourself (Kenali Dirimu) Sebelum membangun citra di mata orang lain, seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Romo mengajak siswa melakukan audit internal dengan menjawab pertanyaan: “Apa kekuatanku?” dan “Apa yang aku sukai?”. Mengenali potensi unik adalah fondasi agar branding yang dibangun tidak bersifat semu atau sekadar pencitraan sesaat.
Baca Juga  Tips Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat

 

  • Step 2: Find Your Value (Temukan Nilai Dirimu) Nilai diri tidak harus berarti menjadi yang paling hebat, melainkan menjadi yang paling berharga bagi sekitar. Value bisa berupa keramahan, kedisiplinan, kreativitas, atau sifat suka membantu. Lulusan diajak menentukan nilai apa yang membuat orang merasa nyaman dan percaya saat bekerja sama dengan mereka.

 

  • Step 3: Build Your Digital Image (Bangun Citra Digital) Di era Gen-Z, media sosial adalah “CV yang tidak resmi”. Romo mengingatkan bahwa setiap postingan, komentar, dan jejak digital sedang memperkenalkan diri kita pada dunia. Membangun citra digital yang positif sangat krusial agar dunia mengenal kapasitas serta profesionalisme kita sebelum pertemuan fisik terjadi.
Kita bisa mulai membuat brand diri kita melalui tindakan baik yang dilakukan secara konsisten
  • Step 4: Communication (Komunikasi) Kualitas diri dan kedewasaan seseorang terpancar dari cara mereka bicara. Romo menekankan pepatah “Ajining diri saka lathi”, bahwa harga diri ditentukan oleh ucapan. Kemampuan berkomunikasi dengan empati, menjadi pendengar yang baik, serta memiliki bahasa tubuh yang positif adalah aset utama praktisi farmasi masa depan.
Baca Juga  Kampung ASK ME Dagusibu, Kontribusi Nyata 69 Tahun Ikatan Apoteker Indonesia untuk Kesehatan Indonesia

 

  • Step 5: Consistency (Konsistensi) Kepercayaan publik tidak dibangun dalam semalam, melainkan dari hal kecil yang dilakukan secara berulang. Konsistensi dalam menunjukkan perilaku baik, tepat waktu, dan semangat untuk terus belajar adalah kunci keberhasilan jangka panjang. Karakter yang konsisten akan membuat nama seseorang “berjalan lebih dulu” daripada fisiknya.

 

The Formula of Me: Ritual Menulis Takdir di Atas Sticky Note

uncak dari workshop di SMK Nasional Surakarta ini terjadi saat Romo membimbing siswa dalam ritual “The Formula of Me”. Romo menggunakan berbagai pepatah nusantara guna menuntun batin para siswa saat mengeksekusi empat poin sakral di atas lembaran sticky note:

  1. I am… (Siapa Saya): Siswa diajak merenungkan jati diri yang paling jujur. Romo menggunakan pepatah minang “ Alam Takambang Jadi Guru” untuk menuntuk siswa menuliskan 3 hal baik yang ada pada diri mereka.
Mengenal diri adalah langkah awal untuk memulai membuat brand tentang diri kita
  1. Hal yang Disukai Orang dari Pribadi Kita: Poin ini menekankan aspek kemanfaatan sosial. Seseorang harus menyadari kebaikan apa yang terpancar dari drinya yang disukai orang lain seperti pepatah Toraja Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate

 

  1. Saya Ingin Dikenal Sebagai…: Siswa menentukan niche atau identitas yang ingin mereka tinggalkan sebagai warisan. Sesuai filosofi Banjar “Baik Baadaan, Baik Budi” kebaikan penampilan lahiriah (profesionalisme) harus berjalan selaras dengan kebaikan budi pekerti agar mereka diingat sebagai praktisi farmasi yang tulus.
Baca Juga  Mahasiswa UNJA Jalani Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Industri Farmasi Terkemuka

 

  1. 10 Tahun Lagi Saya Akan Menjadi…: Target jangka panjang ini menjadi kontrak moral yang sangat kuat. Melalui semangat Merauke Izakod Bekai Izakod Kai, siswa mengunci visi mereka untuk menjadi Apoteker sukses atau wirausahawan kesehatan yang mampu membanggakan almamater dalam sepuluh tahun mendatangakan mendapatkan hasilnya
Angan dan rencana di masa depan dapat mulai kita persiapkan semenjak sekarang dengan oersinal branding

Garda Terdepan Farmasi Indonesia

Suasana auditorium SMK Nasional Surakarta menjadi sangat khidmat saat lembaran-lembaran sticky note dibaca Kembali oleh siswa dan direnungkan sebelum disimpan sebagai monument diri pada workshop hari ini. Tantangan biaya kuliah dan regulasi membentang namun Romo membakar semangat para lulusan untuk tetap optimis mengejar gelar Apoteker. Bekerja di industri kecil atau berwirausaha produk kesehatan keluarga dapat menjadi batu loncatan yang cerdas guna mengumpulkan modal pendidikan. Personal branding yang kuat akan memperlancar setiap aktivitas mereka, baik di dunia kerja maupun saat menempuh jenjang kuliah.

Romo Sukir bersama para pengurus IKAFARNASKA (Ikatan Alumni SAA/SMF/SMK farmasi Nasional Surakarta)
banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90