Site icon IAI NEWS

Formula Of Influence di SMK Nasional Surakarta: Workshop Personal Branding bagi Gen Z untuk memasuki dunia kerja dan Pendidikan Tinggi

Surakarta, IAINews – Lulusan sekolah menengah farmasi saat ini berdiri di tengah persimpangan yang menantang akibat perubahan aturan kualifikasi tenaga kesehatan. Regulasi terbaru menetapkan kualifikasi minimal tenaga kesehatan adalah Ahli Madya (D3). Kondisi tersebut menyebabkan lulusan SMK Farmasi tidak dapat langsung menjalankan praktik profesi secara formal di fasilitas medis. Menghadapi realita ini, Romo Sukir Satrija Djati, public health pharmacist dari Universitas Islam Indonesia yang juga merupakan alumni SMK Nasional Angkatan 1997 hadir kembali ke almamamternya tercinta pada Senin, 11 Mei 2026 dalam agenda Guru Tamu dan Alumni Berbagi. Sosok nyentrik ini membawakan materi bertajuk “Formula of Influence: Formulasi Kata dalam Dosis Realita” guna membekali para juniornya melalui strategi personal branding.

Lima Pilar Kekuatan Diri

Kehidupan nyata memerlukan persiapan karakter yang matang guna menembus keterbatasan regulasi maupun ekonomi. Romo membedah lima langkah strategis dalam meracik citra diri profesional bagi para lulusan:

Penuh energi, motivasi dan juga selipan komedi, materi yang menginspirasi seta memancing gelak tawa para gen Z

 

 

Kita bisa mulai membuat brand diri kita melalui tindakan baik yang dilakukan secara konsisten

 

 

The Formula of Me: Ritual Menulis Takdir di Atas Sticky Note

uncak dari workshop di SMK Nasional Surakarta ini terjadi saat Romo membimbing siswa dalam ritual “The Formula of Me”. Romo menggunakan berbagai pepatah nusantara guna menuntun batin para siswa saat mengeksekusi empat poin sakral di atas lembaran sticky note:

  1. I am… (Siapa Saya): Siswa diajak merenungkan jati diri yang paling jujur. Romo menggunakan pepatah minang “ Alam Takambang Jadi Guru” untuk menuntuk siswa menuliskan 3 hal baik yang ada pada diri mereka.
Mengenal diri adalah langkah awal untuk memulai membuat brand tentang diri kita
  1. Hal yang Disukai Orang dari Pribadi Kita: Poin ini menekankan aspek kemanfaatan sosial. Seseorang harus menyadari kebaikan apa yang terpancar dari drinya yang disukai orang lain seperti pepatah Toraja Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate

 

  1. Saya Ingin Dikenal Sebagai…: Siswa menentukan niche atau identitas yang ingin mereka tinggalkan sebagai warisan. Sesuai filosofi Banjar “Baik Baadaan, Baik Budi” kebaikan penampilan lahiriah (profesionalisme) harus berjalan selaras dengan kebaikan budi pekerti agar mereka diingat sebagai praktisi farmasi yang tulus.

 

  1. 10 Tahun Lagi Saya Akan Menjadi…: Target jangka panjang ini menjadi kontrak moral yang sangat kuat. Melalui semangat Merauke Izakod Bekai Izakod Kai, siswa mengunci visi mereka untuk menjadi Apoteker sukses atau wirausahawan kesehatan yang mampu membanggakan almamater dalam sepuluh tahun mendatangakan mendapatkan hasilnya
Angan dan rencana di masa depan dapat mulai kita persiapkan semenjak sekarang dengan oersinal branding

Garda Terdepan Farmasi Indonesia

Suasana auditorium SMK Nasional Surakarta menjadi sangat khidmat saat lembaran-lembaran sticky note dibaca Kembali oleh siswa dan direnungkan sebelum disimpan sebagai monument diri pada workshop hari ini. Tantangan biaya kuliah dan regulasi membentang namun Romo membakar semangat para lulusan untuk tetap optimis mengejar gelar Apoteker. Bekerja di industri kecil atau berwirausaha produk kesehatan keluarga dapat menjadi batu loncatan yang cerdas guna mengumpulkan modal pendidikan. Personal branding yang kuat akan memperlancar setiap aktivitas mereka, baik di dunia kerja maupun saat menempuh jenjang kuliah.

Romo Sukir bersama para pengurus IKAFARNASKA (Ikatan Alumni SAA/SMF/SMK farmasi Nasional Surakarta)
Exit mobile version