Site icon IAI NEWS

Farmasi UII Gelar The 5th International Conference on Pharmaceutical Research and Practice (ICPRP) 2024

Yogyakarta, IAINews — Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menyelenggarakan The 5th International Conference on Pharmaceutical Research and Practice (ICPRP) pada 14 September 2024 di Hotel Alana Yogyakarta.

Acara ini mengusung tema “Emerging of AI and Data Science in Pharmaceuticals”, yang menyoroti peran penting kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan big data dalam mendukung industri farmasi, meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Pentingnya AI dan Big Data di Industri Farmasi

Tema ini diangkat karena AI dan big data dinilai dapat menjadi katalisator bagi kemajuan bisnis farmasi, termasuk dalam mempermudah tugas apoteker.

“Seminar internasional ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi farmasi, baik dalam maupun luar negeri, seperti International Islamic University Malaysia dan Universitas Mulawarman,” ujar Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si., Ketua APTFI sekaligus Ketua Jurusan Farmasi UII.

AI memiliki pengaruh signifikan dalam proses penemuan obat, terutama berkat kemampuan analisisnya dalam mengidentifikasi kandidat obat potensial melalui pemanfaatan data besar dari berbagai sumber.

“AI dengan algoritma machine learning mempercepat proses seleksi dan pengembangan obat, meningkatkan akurasi, serta mengurangi waktu yang dibutuhkan,” kata Dr. apt. Aris Perdana Kusuma, M.Sc., Ketua Panitia ICPRP 2024.

Integrasi AI juga memungkinkan terciptanya pengobatan yang dipersonalisasi dengan menganalisis data pasien untuk menyesuaikan rencana perawatan, mengoptimalkan hasil terapi, serta meminimalkan risiko efek samping.

“Selain itu, AI menyederhanakan uji klinis dengan mengoptimalkan proses perekrutan pasien, memprediksi risiko, serta mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan, sehingga mempercepat peluncuran obat baru,” tambah Aris.

Seminar ini menjadi platform penting untuk berbagi pengetahuan, membahas dampak dan tantangan AI, serta memetakan masa depan AI dalam merevolusi praktik farmasi global.

Pre-Conference Workshop

ICPRP 2024 juga menyelenggarakan Pre-Conference Workshop pada 12-13 September 2024, yang berfokus pada tiga topik utama: Nanofarmasi, Jamur Endofit, dan Pendidikan. Beberapa workshop yang diadakan antara lain: Pengenalan Isolasi Endofit sebagai Sumber Metabolit Bioaktif, Desain Nanomedicine Obat-Herbal Cerdas dan Terarah untuk Terapi Aman dan Efektif, serta Optimalisasi AI untuk Pendidikan.

Pembicara dan Materi Seminar

ICPRP 2024 menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka, di antaranya:

Selain itu, pembicara lainnya termasuk Dr. Sabariah Noor Harun (Universiti Sains Malaysia), Dr. Zalikha Ibrahim (International Islamic University Malaysia), Dr. apt. Dimas Adhi Pradana, M.Sc. (Universitas Islam Indonesia), dan banyak lagi.

Antusiasme Peserta dan Penghargaan

Seminar ini menarik minat lebih dari 150 peserta dari lebih dari 40 institusi domestik dan internasional.

Saat penutupan, penghargaan diberikan kepada apt. Urva Fresiva, M.Farm. dari Universitas Wahid Hasyim sebagai pemenang poster terbaik, sementara apt. Navista Sri Octa Ujiantari, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada meraih predikat presenter oral terbaik. Selain penghargaan, puluhan doorprize juga dibagikan oleh panitia.

Exit mobile version