Sleman, IAINews – Lebih dari sekadar pelajaran di dalam kelas, ratusan mahasiswa baru Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) baru-baru ini mendapat pembekalan khusus untuk terjun langsung ke tengah masyarakat. Promosi kesehatan adalah keunggulan Farmasi UII sehingga para mahasiswa baru pun diperkenalkan dan dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam misi ini dan menjadi langkah nyata UII dalam mencetak apoteker yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh kepedulian.
Romo Sukir Satrija Djati sebagai narasumber menegaskan bahwa pengabdian masyarakat adalah bentuk tanggung jawab moral yang lebih dari sekedar tugas akademis. Kegiatan ini menjadi sarana bagi para mahasiswa baru untuk mengasah kepedulian, meningkatkan kapasitas diri dan membangun jejaring. Mahasiswa diharapkan menjadi pribadi unggul dan agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi sesame
Membongkar Penyakit “Populer” dengan Analogi Sederhana
Inti materi pembekalan berfokus pada tiga penyakit yang sering menjangkit masyarakat: asam urat, kolesterol, dan hipertensi. Romo Sukir menyampaikan konsepnya dengan analogi yang mudah dicerna, mengubah materi yang kompleks menjadi informasi yang gampang diingat.
- Asam Urat: Dijelaskan sebagai “limbah” dari metabolisme purin. Ketika menumpuk karena asupan berlebih atau pengeluaran yang sedikit, limbah ini membentuk kristal tajam yang bisa menyebabkan nyeri hebat dan bengkak (Gout) di persendian, seperti jempol kaki. Penumpukan ini juga bisa berubah menjadi batu ginjal.
- Kolesterol: Dikenalkan dengan dua karakter: “kolesterol baik” (HDL), diibaratkan “truk sampah” yang bertugas mengangkut kolesterol berlebih kembali ke hati untuk dibuang. Sebaliknya, “kolesterol jahat” (LDL) digambarkan seperti “pasir yang menumpuk” di dinding pembuluh darah , yang bisa menyempitkan dan menyumbat pembuluh darah, berujung pada penyakit jantung koroner atau stroke.
- Hipertensi: Dijuluki sebagai “pembunuh senyap” karena sering tanpa gejala. Romo Sukir menganalogikannya dengan “selang air yang terus-menerus disemprot air bertekanan tinggi”. Tekanan kronis ini merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, meningkatkan beban kerja jantung, dan bisa memicu gagal jantung, stroke, atau gagal ginjal.

Dari Teori Menuju Aksi Nyata
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam sesi tanya jawab yang riuh rendah. Mereka tidak hanya berdiskusi soal isi materi, tetapi juga berbagi pengalaman pribadi saat mencoba memberikan nasihat kesehatan kepada orang lain. Momen ini menunjukkan bahwa para mahasiswa memiliki rasa ingin tahu yang besar dan secara alami ingin berkontribusi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi early exposure bagi mahasiswa baru Farmasi UII. Jurusan Farmasi UII dikenal memiliki keunggulan dalam bidang promosi kesehatan, dengan berbagai program pengabdian yang terintegrasi langsung dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler. Pembekalan ini menjadi langkah awal untuk menguatkan mental dan kepekaan sosial mereka, sejalan dengan visi UII untuk mencetak individu yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kontribusi nyata untuk masyarakat.

Esok hari setelah pembekalan dilakukan, mahasiswa yang didampingi para senior dan instruktur akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan edukasi dan layanan pemantauan kesehatan mandiri asam urat, kolesterol dan tekanan darah. Romo Sukir di akhir sesi, mengutip Martin Luther King, Jr.: “Everybody can be great, because anybody can serve”. Pesan ini menjadi penutup yang sempurna, mengingatkan para calon apoteker bahwa kehebatan sejati terletak pada kesediaan untuk melayani dan memberikan manfaat bagi sesama.
















