MAKASSAR, IAINews – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang setiap tahunnya jatuh pada 4 Februari, diselenggarakan kegiatan bertajuk ’Protect Women’s Health From Cancer & The Benefit of Yoga’.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua IWAPI DPD Sulsel, Dr. apt. Ainun Jariah.,S.Farm.,M.Kes yang bersinergi dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Sulawesi Selatan dan Laboratorium Klinik Prodia.
Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026 mulai pukul 12.00 WITA di Klinik Prodia di Jalan Jendral Sudirman Makassar.
Kehadiran para tamu yang melakukan talk show para peringatan hari kanker sedunia yang dirangkaikan dengan HUT IWAPI Ke-51 diantaranya dr. M. Husni Cangara.,Ph.D.,SpPA(K), DFM, pengurus YKI & Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomi Makassar, Dr.apt. Hj. Ainun Jariah.,S.Farm.,M.Kes, Ketua IWAPI DPD Sulsel dan juga PD IAI Sulsel, Nuriah Pingkan.,S.Sos.,RYT, pengurus IWAPI dan guru Yoga, Serta Andi Heriadi Palloge.,M.Biomed., Regional Product Executive.
Dalam talk show memperingati Hari Kanker Sedunia 2026 di Makassar, materi yang disampaikan oleh Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes. sangat komprehensif karena menggabungkan tiga perspektif utamanya: sebagai Apoteker, Pengusaha Wanita, dan Akademisi/Praktisi Kesehatan.
Sebagai pakar farmasi, apt. Ainun menekankan pada ‘Drug Management & Patient Safety’ dalam terapi kanker:
- Aksesibilitas Obat: Membahas pentingnya ketersediaan obat-obatan kemoterapi dan terapi suportif di apotek-apotek serta fasilitas kesehatan di Sulawesi Selatan agar pasien tidak mengalami hambatan pengobatan.
- Peran Apoteker dalam Pendampingan: Menjelaskan bahwa apoteker bukan sekadar pemberi obat, tapi pendamping pasien untuk memantau efek samping (ESO) dan memastikan kepatuhan minum obat oral antikanker.
- Edukasi Obat Herbal vs Medis: Mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap klaim “obat herbal” yang menjanjikan kesembuhan instan tanpa bukti klinis, yang sering kali justru memperburuk kondisi pasien.
Perspektif Pemberdayaan Perempuan (Ketua IWAPI DPD Sulsel)
Mengingat mayoritas kasus kanker (seperti kanker payudara dan serviks) menyerang perempuan, PT. Ainun menyoroti sisi sosial-ekonomi:
- Kemandirian Ekonomi Pasien & Survivor: Bagaimana IWAPI berperan dalam memberikan dukungan bagi penyintas kanker agar tetap produktif secara ekonomi meskipun sedang dalam masa pengobatan.
- Peran Ibu sebagai “Health Manager” Keluarga: Menekankan bahwa perempuan/ibu adalah kunci utama dalam mendeteksi perubahan kesehatan pada anggota keluarga dan penggerak gaya hidup sehat (pola makan) di rumah.
- Support System: Mengajak para pengusaha wanita untuk lebih peduli terhadap karyawan perempuan melalui penyediaan fasilitas screening rutin di tempat kerja.
Kampanye Gaya Hidup Sehat & Pencegahan
- Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS): apt. Ainun secara aktif mengampanyekan pembatasan makanan olahan dan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya yang bersifat karsinogenik.
- Deteksi Dini: Mendukung penuh gerakan pemeriksaan mandiri (SADARI) dan pemeriksaan medis (Papsmear/IVA Test) sebagai langkah konkret menutup celah kesenjangan layanan (Close the Care Gap).
Sinergi Lintas Sektor
Apt. Ainun lebih jauh menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi (IAI), organisasi pengusaha (IWAPI), dan pemerintah (YKI/Dinkes) untuk menciptakan ekosistem pendukung bagi penyintas kanker di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.
Ditemui pada kegiatan tersebut Dr. apt. Ainun menghimbau kepada masyarakat yang hadir untuk memperkuat komitmen dan kesadaran tentang kanker.
”Mari kita perkuat komitmen untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, dan akses pengobatan yang merata bagi semua,” ungkap apt. Ainun.
”Kanker bukan hanya perjuangan individu, tapi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan dukungan tanpa henti bagi para pejuang dan penyintas,” lanjutnya.
Dr. M. Husni Cangara, Ph.D., Sp.PA(K), DFM sebagai pakar Patologi Anatomi sekaligus pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Makassar, memberikan materi yang berfokus pada dua pilar utama: ketepatan diagnosis (presisi) dan pemerataan akses layanan (ekuitas).
“Kanker adalah musuh yang cerdik, tapi dengan diagnosis patologi yang presisi dan akses pengobatan yang setara di Makassar, kita bisa menutup celah kesenjangan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ungkapnya sebelum menutup talk shownya.
Materi yang dibawakan oleh Nuriah Pingkan, S.Sos., RYT menonjolkan sisi kesehatan holistik (body, mind, and soul) serta dukungan komunitas.
Sebagai pengurus IWAPI sekaligus instruktur Yoga bersertifikat (Registered Yoga Teacher), Nuriah Pingkan fokus pada bagaimana mengelola stres dan menjaga kebugaran fisik bagi penyintas maupun masyarakat umum guna mencegah kanker.
Pesan Utamanya (Key Takeaway): “Kesehatan bukan hanya tentang apa yang kita makan, tapi juga tentang apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita menggerakkan tubuh. Mari gunakan Yoga untuk berdamai dengan diri sendiri dan memperkuat pertahanan tubuh melawan kanker.”
Selain itu, materi yang dibawakan oleh Andi Heriadi Palloge, M.Biomed. sebagai Regional Product Executive Prodia berfokus pada pemanfaatan teknologi laboratorium terkini dan pergeseran paradigma dari pengobatan ke pencegahan (preventif).
Sebagai ahli di bidang Biomedis, Andi Heriadi membedah bagaimana inovasi diagnostik dapat “Menutup Celah Perawatan” (Close the Care Gap).
Kemudian menyampaikan kutipan utama “Di tahun 2026 ini, teknologi medis sudah sangat maju. Kunci melawan kanker bukan lagi tentang seberapa kuat obatnya, tapi seberapa cepat kita menemukannya. Deteksi dini bukan sekadar pemeriksaan, tapi investasi untuk masa depan yang lebih panjang,” tutupnya.
Harapan Tak Pernah Padam
Di Hari Kanker Sedunia 2026 ini, mari kita kirimkan doa dan energi positif kepada mereka yang sedang berjuang, mereka yang telah bertahan, dan keluarga yang setia menemani. Satu tindakan kecil kita—baik itu edukasi maupun dukungan moral—bisa menjadi harapan besar bagi orang lain.
Kanker mungkin bisa melemahkan tubuh, tapi ia tak akan pernah bisa melumpuhkan semangat manusia. Mari hidup lebih sehat dan rutin lakukan deteksi dini. Kita kuat karena kita bersama.
Mengingat tema global berkelanjutan adalah “Close the Care Gap“, pastikan Anda menekankan pentingnya akses kesehatan yang setara untuk semua orang, terlepas dari latar belakang ekonominya.***
