Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Berhenti Minum Antibiotik Setelah Merasa Baikan: Mengundang Bencana Diam-Diam

Penulis: apt. Ayu Dewi Widaningsih, S.Farm (PD IAI Sulawesi Tenggara)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

TOH, badan kan sudah terasa lebih enakan yak! Berhenti ah minum antibiotik nya.

Godaan untuk berhenti minum antibiotik setelah merasa baikan itu sangat besar.

Iklan ×

Seringkali, hal ini terjadi setelah baru beberapa hari mengonsumsi antibiotik. Perilaku ini sangat berisiko yang bisa mengundang bencana diam-diam bagi kesehatan.

Apa yang terjadi jika berhenti minum antibiotik terlalu cepat? Antibiotik harus diminum sampai habis sesuai resep dokter, bukan hanya sampai merasa sudah baikan, jika berhenti minum terlalu cepat bakteri belum sepenuhnya terbunuh/berhenti menginfeksi.

Bakteri yang masih tersisa akan “belajar cara melawan antibiotik” dan terus berkembang biak kembali sehingga infeksi akan kembali kambuh.

Kemungkinan besarnya, infeksi akan lebih parah dan sulit diobati karena bakteri yang tersisa sudah beradaptasi “kebal terhadap obat/antibiotik”. Fenomena ini dikenal dengan “Antimicrobial Resistance atau AMR”. Ini adalah bencana yang besar.

Baca Juga  Strategi Pengobatan Antiinfeksi pada Kasus Perdarahan Batang Otak disertai Komplikasi Pneumonia

Ketika bakteri telah terpapar antibiotik dengan dosis yang tidak cukup atau jangka waktu yang terlalu cepat, akan beradaptasi atau mengembangkan mekanisme pertahanan terhadap antibiotik tersebut.

Keadaan ini menyebabkan antibiotik yang sama tidak lagi efektif/kebal/resisten untuk melawan bakteri tersebut.

Ini tidak hanya merugikan diri sendiri. Akan tetapi, berpotensi menghadirkan “superbug” yang kebal terhadap banyak jenis antibiotik, berdampak besar bagi kesehatan masyarakat global.

Berapa lama waktu efektif harus minum antibiotik? Waktu pengobatan antibiotik ditentukan berdasarkan jenis infeksi, jenis bakteri, dan tingkat keparahan infeksi.

Oleh karena itu, penggunaan antibiotik harus sesuai resep dokter. Dokter akan memperhitungkan waktu yang diperlukan untuk membunuh semua bakteri infeksi sesuai guideline atau pedoman pengobatan.

Baca Juga  Minyak Ikan: Pahlawan Tidak Terlihat Untuk Kesehatan Otak

Oleh karena itu, selalu ikuti petunjuk dokter dan habiskan obat yang diresepkan. Minum antibiotik sampai habis sesuai resep dokter adalah langkah sederhana yang krusial untuk melawan ancaman nyata antimicrobial resistance.

Minum antibiotik bukan hanya sekedar sembuh, akan tetapi keadaan bertahan hidup dari bakteri yang semakin pintar dan kebal.

Ingatlah: habiskan antibiotik sampai tuntas demi kesehatan. Karena kesehatan adalah investasi masa depan. Untuk konsultasi obat yang digunakan jangan salah ya! Tanya obat, Tanya Apoteker!***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90