JAKARTA, IAINews – Kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh salah satu wilayah terdampak bencana Sumatra sudah mulai bisa ditembus melalui jalan darat. Wilayah yang sempat terisolir akibat bencana banjir bandang yang melanda 26 November lalu, kini mulai menerima bantuan dari masyarakat.
‘’Alhamdulillah Kabupaten Aceh Tamiang sudah mulai bisa ditembus, PD IAI Aceh siap menyalurkan bantuan ke wilayah tersebut besok,’’ ungkap apt, Tedy Kurniawan, Ketua PD IAI Aceh dalam laporannya kepada Ketua Umum PP IAI, apt, Noffendri Roestam.
PP IAI terus melakukan koordinasi dengan PD IAI Aceh, PD IAI Sumatra Utara dan PD IAI Sumatra Barat dalam menghadapi bencana Sumatra berupa tanah longsor dan banjir bandang.

Aceh Tamiang termasuk daerah paling parah dihantam banjir dan tanah longsor. Dalam video yang dilaporkan, terlihat jalanan dipenuhi lumpur, aktivitas warga lumpuh.
Bantuan pertamakali datang dari sebuah komunitas bernama Matahari Pagi yang membagikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terlihat mengantri.
Sementara itu, apt Ijoe Syamsuddin dari ATB PD IAI Banten juga melaporkan, pihaknya telah menyalurkan donasi logistik tahap pertama di Tapanuli Selatan dan sekitarnya.
Bantuan berupa 200 paket kesehatan, terdiri dari 6 sachet Tolak Angin, 1 botol minyak kayuputih dan 2 sachet madu.
Sementara 100 paket pakaian dalam laki-laki dewasa, tiap paket beerisi 2 pcs celana dalam dan 5 pcs pembalut.
Dibagikan juga 100 paket pakaian dalam anak-anak, berisi 2 celana dalam anak laki-laki dan 2 celana dalam anak perempuan.
Selain itu masih ada 50 kaleng kornet rendang sapi yang merupakan kerjasama dengan Rumah Zakat. Sementara titipan dari #wargabantuwarga berupa susu kotak anak, handuk besar, handuk kecil, sarung, mukena, kerudung dan gamis.
Donasi juga berasal dari ATB PD IAI Sumatra Selatan berupa 100 paket pakaian dalam wanit dewasa, terdiri dari 2 celana dalam, 1 bra dan 5 pcs pembalut.
Selain itu disampaikan juga donasi berupa perbekalan kesehatan yakni 5 karton masker, 250 pcs baju APD 250 pcs sarung tangan panjang untuk tim SAR dan DVI.
Paket logistik ini akan dititipkan melalui tim Icikiwir Berbagi, sebuah NGO Banten yang akan berangkat pada 5 Desember melalui darat.
Dalam kesempatan berbincang dengan tim, apt Noffendri menyampaikan bahwa PP IAI terlah berkoordinasi dengan PT Bintang Toedjoe yang saat ini juga sedang dalam proses mengirimkan bantuan berupa obat-obat ke-3 wilayah bencana.
‘’Berdasarkan koordinasi saya dengan PT Bintang Toedjoe, mereka akan mengirimkan bantuan obat-obatan ke wilayah bencana Sumatra dan sudah berkoordinasi dengan Ketua PD setempat,’’ tutur Noffendri.
Baik Ketua PD IAI Aceh, PD IAI Sumatra Utara dan PD IAI Sumatra Barat melaporkan telah berkoordinasi dengan tim PT Bintang Toedjoe.
Dalam Situation Report yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada 2 Desember 2025, disebutkan bahwa di Aceh terdapat 18 kabupaten/kota dari 23 Kabupaten/kota yang terdampak, di Sumatra Utara 18 kabupaten/kota dari 33 kabupaten/kota yang terdampak dan Sumatra Barat terdapat 15 kabupaten/kota dari 19 kabupaten/kota yang terdampak.
Fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana Sumatra di Aceh adalah 5 rumah sakit (RS) dan 126 puskesmas (PKM), di Sumut 3 RS, 27 PKM, 56 puskesmas pembantu (Pustu) dan 75 pondok bersaling desa (Polindes), di Sumatra Barat 37 PKM dan 26 pustu.
Sementara jumlah populasi yang terdapat di Aceh adalah 204.940 KK/1.374.361 orang dengan 156 orang meninggal. Di Sumatra Utara bencana Sumatra ini melanda 182.024 KK/661.381 orang dengan 214 orang meninggal. Sementara di Sumatra Barat jumlah yang terdampak bencana Sumatra ini adalah 163.851 orang dengan 192 orang meninggal.
Saat ini jumlah pengungsi mencapai 478.847 orang di Aceh, 77.009 orang di Sumatra Utara dan 17.402 orang di Sumatra Barat.
IAI berharap donasi dari apoteker, tenaga kesehatan lain maupun masyarakat melalui rekening di BNI dengan nomor rekening 8933529 atas nama Ikatan Apoteker Indonesia, akan terus mengalir dan dapat sedikit meringankan penderitaan warga yang terdampak bencana Sumatra.***



















