Site icon IAI NEWS

Apt. Yuri Pratiwi Utami : Perban Hidrokoloid Sembuhkan Luka Lebih Cepat, Tanpa Resiko Bekas Luka

MAKASSAR, IAINews – Perban hidrokoloid, sebuah inovasi terkini dalam perawatan luka, mampu menyembuhkan luka secara lebih cepat dan aman. Dengan perban hidrokolid resiko bekas luka makin kecil.

Hal itu disampaikan apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm, M.Si, seorang praktisi farmasi komunitas yang juga pengurus di PD IAI Sulawesi Selatan, pada seminar bertajuk ’The Future of Wound Healing Hydrocoloid Plaster’ yang dilaksanakan oleh Mitra Farma Indonesia bekerjasama dengan Hansaplash dan Wound Care Academy (WCA).

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 19 Juli 2025 di Gammara Hotel Makassar diikuti tidak kurang dari 200 peserta yang terdiri dari apoteker dan tenaga vokasi farmasi Sulawesi Selatan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PD IAI Sulawesi Selatan, apt. Andi Alfian .,S.Si.,M.Si dan Ketua PD PAFI Sulawesi Selatan, apt. Rusmin Rivai., S.Si.,M.Si.

Apt. Yuri Pratiwi Utami membawakan materi ’Inovasi Terkini Formulasi Hidrokoloid Dalam Perawatan Luka’.

Menurut apt. Yuri, Luka dapat didefinisikan sebagai terputusnya kontinuitas atau keutuhan suatu jaringan tubuh, baik kulit, mukosa membran, otot, tulang, saraf, atau organ lainnya, yang mengakibat adanya cedera atau trauma.

Secara umum, luka adalah respons tubuh terhadap kerusakan jaringan yang berupaya untuk mengembalikan kondisi normal atau homeostasis.

Berbagai faktor penyebab luka, seperti trauma fisik, perubahan suhu, zat kimia, pembedahan dan gangguan internal. Dampaknya dapat menyebabkan kerusakan sel dan dapat menganggu fungsi normal jaringan atau oragan yang terdampak

Luka dikelompokkan menjadi dua jenis utama berdasarkan kondisi kulit atau integritas jaringan yang rusak.

Luka terbuka (Open Wound) : jenis luka di mana terjadi diskontinuitas atau kerakan pada permukaan kulit atau membran mukosa, sehingga jaringan di bawahnya terpapar ke lingkungan luar. Jenis luka ini biasanya disertai dengan pendarahan.

Macam-macam luka terbuka :

Luka tertutup (Closed Wound) : jenis luka di mana tidak terjadi kerusakan pada permukaan kulit atau membran mukosa, sehingga jaringan di bawahnya tidak terpapar ke lingkungan luar. Meskipun kulit tampak utuh, namun ada kerusakan pada pembuluh darah atau jaringan di bawahnya.

Macam-macam luka tertutup :

Lebih lanjut, apt. Yuri menerangkan mengenai prinsip dasar penyembuhan luka (TIME)

T – Tissue management (Manajemen Jaringan): Ini melibatkan penilaian dan penanganan jenis jaringan yang ada di dasar luka.

Tujuannya adalah untuk menghilangkan jaringan yang tidak sehat atau mati (nekrotik dan slough), karena jaringan tersebut dapat menghambat proses penyembuhan dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Manajemen jaringan dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti debridement (pembersihan luka).

I – Infection/Inflammation control (Pengendalian Infeksi/Inflamasi): Luka yang terinfeksi atau mengalami inflamasi berlebihan akan sulit sembuh.

Tujuan prinsip ini berfokus pada identifikasi tanda-tanda infeksi (misalnya, kemerahan, bengkak, nyeri, nanah, bau) dan pengendalian peradangan.

Ini mungkin melibatkan penggunaan antimikroba, pembersihan luka yang tepat, atau mengatasi penyebab peradangan lainnya.

M – Moisture balance (Keseimbangan Kelembaban): Lingkungan luka yang ideal untuk penyembuhan adalah yang lembap, tetapi tidak terlalu basah atau terlalu kering.

Tujuannya : Kelembaban yang tepat membantu migrasi sel, aktivitas faktor pertumbuhan, dan proses autolisis (pembersihan luka secara alami oleh tubuh).

Terlalu kering dapat menyebabkan luka mengering dan menghambat pembentukan jaringan baru, sementara terlalu basah dapat menyebabkan maserasi (kerusakan kulit di sekitar luka).

E – Edge/Epithelial advancement (Perkembangan Tepi/Epitel): Prinsip ini berfokus pada kondisi tepi luka dan kemampuannya untuk melakukan epitelisasi, yaitu pembentukan sel-sel kulit baru yang menutup luka.

Jika ketiga komponen TIME sebelumnya (Tissue, Infection, Moisture) telah berhasil diatasi, proses epitelisasi akan berjalan dengan lebih baik.

Tepi luka yang sehat harus menunjukkan tanda-tanda kemajuan (misalnya, tepi yang berwarna merah muda dan merata), sedangkan tepi yang statis, tergulung (epibole), atau menebal dapat mengindikasikan hambatan dalam penyembuhan.

Tujuannya Adalah mempercepat penutupan luka dan pembentukan kulit baru.

Bahan Hidrokoloid dalam Penyembuhan Luka

Istilah ‘hidrokoloid’ digunakan untuk menggambarkan jenis wound dressing (pembalut luka) baru, yang didasarkan pada teknologi dimana massa gel hidrofilik diaplikasikan dalam bentuk semipadat ke pembawa semipermeabel yang fleksibel.

Mekanisme Penyembuhan Luka dengan Hidrokoloid

Mekanismenya melalui tiga tahapan :

Perban hidrokoloid bekerja dengan menyerap cairan luka (eksudat) dan membentuk lapisan gel yang menjaga lingkungan luka tetap lembab.

Lapisan luar perban juga berfungsi melindungi luka dari bakteri dan kontaminan eksternal, sementara di bawahnya, sel-sel baru beregenerasi untuk penyembuhan.

Peran Apoteker dalam Edukasi Perawatan Luka

Exit mobile version