MAKASSAR, IAINews – BPOM menggelar kegiatan ‘One Stop Service (OSS) Jemput Bola dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Registrasi Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik di Daerah Makassar, pada 18 – 19 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan mendukung hilirisasi hasil riset menjadi produk komersial melalui percepatan perizinan edar.
Selama kegiatan digelar pula layanan yang berfokus pada:
- Desk Konsultasi: Percepatan Izin Edar Obat Bahan Alam (OBA), Obat Kuasi (OK), dan Suplemen Kesehatan (SK), serta Notifikasi Kosmetik.
- Sosialisasi: Uji praklinik/klinik.
- Desk Tindak Lanjut: Hasil audit DIP (Dokumen Informasi Produk) dan pendampingan penyusunan DIP Kosmetik.
Kepala Balai BPOM Makassar, apt. Yosef Dwi Irwan, S.Si dalam sambutannya mengenai kegiatan ini, menyampaikan optimismenya terhadap dampak positif “OSS Jemput Bola” bagi daerah Sulawesi Selatan.
“Kegiatan ‘One Stop Service Jemput Bola’ ini adalah wujud nyata komitmen BPOM untuk tidak hanya mengawasi, tetapi juga memfasilitasi dan mendampingi pelaku usaha serta peneliti,’’ ujar apt Yosef Dwi Irwan.
’’Kami menyadari bahwa produk hasil riset unggulan harus segera didorong untuk menjadi produk komersial agar dapat dinikmati masyarakat dan berkontribusi pada ekonomi daerah,” katanya.
“Dengan layanan hybrid yang menyediakan desk konsultasi percepatan Izin Edar, sosialisasi uji klinik, hingga pendampingan penyusunan DIP Kosmetik, kami berharap proses registrasi yang biasanya memakan waktu dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien,’’ ungkap apt. Yosef Dwi Irwan.
’’Kami mengundang seluruh Penanggung Jawab Teknis dan Peneliti untuk memanfaatkan momen langka ini. Mari kita bersama-sama mewujudkan hilirisasi riset yang cepat, aman, dan berdaya saing, demi memajukan industri Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik di Makassar,” lanjutnya.
Salah satu sesi kunci yang menarik perhatian adalah pemaparan mendalam mengenai “Pengembangan Bahan Alam di Indonesia” yang dibawakan oleh narasumber ahli, apt. Drs. Tepy Usia, M.Phil., Ph.D.
Dalam paparannya, apt. Tedy Usia menyoroti potensi besar Indonesia sebagai megabiodiversitas dunia yang menyimpan kekayaan bahan alam tak ternilai.
Kehadiran materi ini menegaskan komitmen BPOM dan para akademisi untuk mendorong inovasi berbasis kekayaan alam Indonesia, sekaligus memberikan bekal pengetahuan teknis yang sangat dibutuhkan oleh para peneliti dan pelaku usaha yang hadir dalam kegiatan tersebut.***



















